( 5M ) ~ SPMC = "Sudut Pandang Mata Capung" ~ yang boleh diartikan ~ "Sudut Pandang Majemuk" || MEMPERHATIKAN kebenaran-kebenaran sepele yang di-sepele-kan ; MENCARI-tahu mana yang benar-benar "benar" dan mana yang benar-benar "salah" ; MENYUARAKAN kebenaran-kebanaran yang di-gadai-kan dan ter-gadai-kan ; MENGHARAP kembali ke dasar-dasar kebenaran yang di-lupa-kan dan ter-lupa-kan ; MENOLAK membenarkan hal-hal yang tidak semestinya, menolak menyalahkan hal-hal yang semestinya. (© 2013~SW)
Sunday, July 31, 2016
#BalikinKTPgue, ORI atau KW?
#BalikinKTPgue, ORI atau KW?
.
Opini logika ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
Mendukung Ahok dengan memberikan copy KTP itu sejatinya bertujuan apa? Dan kenapa mereka mau mendukung?
.
Menurut "tafsir" saya, mendukung Ahok agar Ahok terpilih menjadi Gubernur lagi, dan mau mendukung karena percaya pada Ahok, dan semua itu dinilai dari "rekam jejak".
.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda kecewa karena sebetulnya Anda tak peduli Ahok dapat menjadi Gubernur lagi atau tidak dan lebih akan menikmati kalau Ahok bak Rambo berantem dengan banyak tokoh partai? RENUNGKAN lagi apa sejatinya GOAL Anda memberi dukungan kepada Ahok?
.
Jika Ahok lewat jalur perseorangan, dan menyerahkan lebih 1 juta copy KTP DKI sebagai dukungan maka menurut UU, KPU harus melakukan penelitian faktual, dan waktu yang disediakan menurut UU adalah 14 hari.
.
Coba kita bayangkan hal itu dalam logika, versi saya ya, gini kalkulasinya. Andai tiap petugas yang tentu saja "Relawan Teman Ahok" sebaiknya mendampingi melakukan penelitian faktual, berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk meneliti tiap alamat? Anggaplah 20 menit, dan itupun menurut saya sudahlah waktu yang ideal, perjalanan, ketok pintu, tunggu, ngobrol basa-basi, pencatatan, penunjukan KTP asli yang dikunjungi, dan lain-lain. Karena sangat mungkin tiap alamat bisa lebih satu orang yang memberi dukungan. Maka kita pukul rata saja menjadi 10 menit waktu yang dibutuhkan untuk penelitian faktual setiap copy KTP.
.
Anggap satu hari mereka kerja 10 jam sedangkan tiap jam mereka dapat menyelesaikan tugas 6 copy KTP (10 menit x 6 = 1 jam), maka tiap hari mereka dapat melakukan penelitian faktual 10 x 6 = 60. Untuk 14 hari kerja = 14 x 60 = 840 copy KTP yang diteleiti secara faktual.
.
Jadi kalau ada "lebih" 1 juta copy KTP yang harus diteliti faktual, itu artinya membutuhkan tenaga : "lebih" 1.000.000 : 840 = "sekitar" 1200 orang yang harus disediakan oleh Teman Ahok. Kalau mereka mendapat ganti uang makan dan transport @Rp.100 ribu per hari, berarti biaya saksi pendamping adalah 1.200 x 100.000 x 14 = Rp.1.680.000.000,-
.
Kalau gitu biar irit bagaimana kalau yang diserahkan copy KTP dukungan secukupnya saja? Itu tidak mungkin, karena teman Ahok kan juga tidak mungkin bisa tahu mana copy KTP yang benar mendukung atau KTP selundupan lawan. Karena kalau terlalu ngepas jumlahnya, kalau banyak yang fiktif atau sedang tidak ada ditempat lalu dikurangkan dan jumlah dari syarat yang ditentukan "kurang" artinya akan dianggap tidak memenuhi syarat.
.
Dan tentu kita semua paham, bahwa penduduk DKI yang kerja itu "pergi pagi pulang malam" adalah hal yang wajar, jadi kemungkinan besar yang tidak akan ada ditempat tentulah sangat banyak jumlahnya bukan? Lalu apa mungkin mereka yang dihubungi bisa ijin meninggalkan kerja pada hari berikutnya untuk datang ke lokasi yang telah ditentukan? Jadi menyetorkan seluruh copy KTP dukungan yang ada itu adalah yang paling rasional.
.
Bagaimana cara mengkoordinator 1200 relawan pendamping itu? Apakah tidak rawan "terbeli" oleh pihak lawan? Masih ingat belum lama ini Teman Ahok sempat diadu domba dengan tuduhan copy KTP yang dikumpulkan adalah hasil dari beli? Dan gosip itu datangnya juga adalah kesaksian dari anggota Teman Ahok yang apakah mungkin jika tidak menggadaikan idealisme palsunya? Kira-kira kalau relawan saksi pendamping penelitian faktual dibeli dengan uang Rp.5 juta, atau 10 juta, atau 15 juta atau 20 juta adakah jaminan tidak akan ada yang masuk angin? Ingat untuk dapat menggagalkan kepesertaan Ahok sudah dilakukan berbagai macam cara, dan banyak yang pasti rela mengeluarkan dana bukan?
.
Kalau 20 juta x 600 = Rp. 12.000.000.000,- Saya halusinasikan 20 juta adalah kita anggap uang untuk membeli para saksi, lalu 600 adalah separo jumlah saksi yang dibeli, apakah menurut Anda 12M jumlah yang mustahil akan ada oknum yang mau menggelontorkan dananya?
.
Jalur perseorangan memang rawan untuk dilalui, utamanya karena memang ini adalah Pilkada DKI, yang punya APBD sedikitnya ada dikisaran 70 T, kata Ahok, kalau mau cari duit 1T tanpa harus maling duit anggaran saja juga bisa, asal mau menyetujui banyak proyek, sedikit tutup mata .....itu artinya, membiarkan banyak Mall berdiri, kaki lima jangan digusur, triliunan anggaran untuk beli USB oh maaf UPS ya, biarkan pengeluaran anggaran gila-gila'an untuk sampah, pembersihan kali, banjir dan lain-lain yang kita sudah dapat rasakan perubahannya saat ini. 12 milyar terlalu kecil asal bisa menggagalkan Ahok ikut serta, bahkan seandainya 10x nya (Rp.120milyar) saya rasa juga ada yang mau urunan nduwitin bukan?
.
Masihkah Anda kurang paham bagaimana rawannya julur perseorangan bagi Ahok yang adalah enemy bagi para koruptor?
.
Maaf, bagi yang kecewa atas pilihan Ahok lewat jalur partai tapi tidak memberi dukungan, kalian tidak masuk hitungan saya, karena saya anggap kalian adalah tim lawan yang memang bertugas untuk menghembuskan gosip dan cacian apa saja asal citra Ahok tidak layak pilih. Dan itulah yang banyak terjadi pada hashtag #balikinKTPgue belakangan ini.
.
Tapi bagi Anda para pendukung Ahok yang sudah memberikan copy KTP, apakah Ahok salah karena memutuskan lewat jalur partai? Kalau menurut Anda salah, yang ingin saya tanyakan adalah, sebetulnya APA TUJUAN ANDA MEMBERI DUKUNGAN? Ingin Ahok jadi Gubernur lagi atau ingin menikmati Ahok seperti Rambo berantem dengan partai-partai, dan andai sekalipun akhirnya Ahok terganjal oleh UU apakah Anda juga senang saja yang penting Ahok sudah berani mencak-mencak gitu? Karena yang penting Ahok sudah nyoba jalur perseorangan gitu? Kalau itu yang Anda maksudkan, cobalah RENUNGKAN sekali lagi, sebetulnya anda betul ingin mendukung atau hanya senang melihat Ahok berantem?
.
Ahok dan timnya bersama Teman Ahok tentu saja juga sudah terlibat dalam diskusi panjang, mereka akhirnya setuju bahwa jalur terbaik adalah lewat partai dan kendaraan itu ada dan tersedia, buktinya Teman Ahok juga menyetujui jalur partai bukan? Mereka sebetulnya mengutamakan "goalnya" bukan prosesnya, dan goalnya adalah Ahok dapat terpilih jadi Gubernur lagi. Lalu Anda yang mendukung dan kecewa itu sebetulnya menghendaki apa pada Ahok? UU pilkada adalah realita, dan sudah diputuskan begitu ..... Tentu saja siapapun yang ikut Pilkada lewat jalur perseorangan harus tunduk pada UU bukan? Dan itu tak terkecuali Ahok!
.
Memang ada yang kecewa karena Ahok pilih jalur partai, tapi itu lebih karena belum mamahami keadaan dan kenyataan bahwa jalur perseorangan sengaja ditanami ranjau agar orang-orang seperti Ahok terjegal tidak bisa maju, bukankah UU Pilkada diubah tidak pakai UU Pilkada masal 2015 yang adalah awal dari kelanjutan Pilkada masal 2017 yang akan datang? Walau menyangkal bahwa UU tersebut diubah karena Ahok, tapi kenyataannya nuansa itu sangat kental terasa, Pilkada DKI memang luar biasa, mungkin sudah lebih setengah abad APBD-nya juga buat bancaan para oknum pejabat yang korup, dan juga dinikmati para oknum kroninya. Silahkan renungkan dan cari tahu, berapa kekayaan mantan pejabat puncaknya, bejibun tujuh turunan tidak bisa ngabisin..... yakin bisa "ngarang" cerita yang rasional jika diminta membuktikan asal usul kekayaannya tersebut? Lalu setelah sekarang ini APBD terbukti tidak mudah lagi dibuat bancaan, semua pejabat dan kroni yang sangat potensial berubah menjadi oknum, kompak rame-rame berusaha menyingkirkan biang keladi penyebab macetnya uang haram untuk bancaan, dan semua tertuding kepada Ahok!
.
Jadi kalau mau simpelnya, perhatikanlah tokoh-tokoh politik maupun para pengamat, mereka yang berusaha menjatuhkan Ahok (bukan hanya mengkritik ya) sebaiknya diingat-ingat untuk tidak dipilih lagi menjadi pejabat publik. Mereka yang sangat getol bahkan menyerang Ahok dengan maksud agar rakyat tidak memilih lagi, saya curiga merekalah yang sangat potensial berlaku korup. Itu yang sempat saya perhatikan, termasuk bagaimana ngakaknya ketika anggota DPRD MS dari partai G yang begitu getol menyerang dan menuduh Ahok tidak bersih, ternyata malah tersandung OTT oleh KPK! Kemaluannya dimana?
.
Rekam jejak adalah hal terpenting memilih pemimpin, ketika Ahok berani tanpa partai memimpin DKI, lalu untuk yang akan datang ada yang mengkhawatirkan Ahok mulai main-mata dengan partai, saya pikir itu adalah trauma terhadap partai, Dan sebetulnya itu sah-sah saja, tapi bukankah kita memberi dukungan kepada Ahok dan kita percayanya pada Ahok, bukankah itu yang terpenting? Kalau Ahok terindikasi koruptor, dan berencana menjadi koruptor kenapa harus tunggu pada jabatan yang akan datang, yang adalah belum pasti? Jadi bukankah kita memberi dukungan pada Ahok itu karena kita percaya? Dan menurut analisa saya, Ahok memutuskan lewat jalur partai justru karena Ahok waspada, Ahok dengan timnya tentu saja mencermati kenyataan keadaan yang berlaku, dan Ahok tidak ingin menegecewakan pendukungnya, pendukung yang tentu saja mengharap Ahok dapat terpilih menjadi Gubernur lagi, GOAL itulah yang terpenting.
.
Banyaknya dukungan oleh warga kepada Ahok memang fenomenal, dan hal semacam itu belum pernah terjadi dinegeri ini. Warga adalah ejawantah rakyat, umum, awam, dan jika memang rakyat memberikan dukungan bukan karena dibayar atau direkayasa, bukankah suara rakyat adalah suara Tuhan? Dan memang karena banyaknya rakyat memberi dukungan maka partai mau juga memberi dukungan, itulah kenyataannya. Jadi kalau ada yang menganggap bahwa suara rakyat dipermainkan oleh Ahok, atau hanya dipakai batu loncatan agar bisa berkong-kalikong dengan partai, bukankah 3 partai yang mendukung itu mau dengan sukarela dan tanpa syarat, tanpa mahar, tanpa pamrih? Bahkan mau menggelontorkan dana untuk kampanye sesuai porsinya masing-masing?
.
Lalu ada juga celetukan bahwa tidak ada yang gratis dalam politik, dan saya setuju! Lalu bagaimana dengan kaitan 3 partai yang bersedia mengusung Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017 yang akan datang, apa mungkin Ahok tidak membayar mahar pada partai-partai tersebut? Bukankah sudah bukan rahasia lagi bahwa calon yang akan mencalonkan diri maju lewat jalur partai harus membayar mahar pada partai yang akan mengusungnya? Jawaban singkatnya adalah "itulah fenomenalnya Ahok", dan juga karena ada bukti fenomenal mendapat lebih sejuta dukungan rakyat DKI. Masih lagi ditambah partai-partai itu yang akan mendanai kampanyenya sesuai porsinya masing-masing, apa mungkin? Jika Anda menggeluti bidang marketing, itu adalah hal yang lumrah. Partai juga butuh citra positif, karena sekarang eranya sudah semikin terbuka, dan rakyat semakin banyak yang paham bahwa seandainya APBD tidak dikorupsi, sangat mungkin untuk bisa membenahi kehidupan rakyat banyak. Dan Jakarta persentase rakyatnya lebih banyak yang mendapat pendidikan dibanding daerah lainnya, tentu saja lebih banyak paham dan buktinya ya dukungan copy KTP tanpa pamrih itu. Jadi sekali lagi kenapa partai mau mendukung Ahok tanpa mahar, karena partai butuh citra positif. Memangnya apa yang dijual partai ketika kampanye kalau bukan citra positif? Dan memberikan dukungan pada Ahok itulah yang mereka anggap sebagai promosi positif partainya, lalu bukankah promosi itu membutuhkan dana? Jadi mereka akan berpromosi masing-masing mengiklankan produk yang namanya Ahok sambil nebeng nama partai yang mendukungnya, dan berpromosi tentu membutuhkan dana bukan? Jadi adakah yang aneh menurut Anda? Bagian mana yang tidak logis? (#SPMC SW, Minggu, 31 Juli 2016)
.
.
CATATAN:
Saya copas sedikit isi UU untuk pegangan KPU.
.
Pasal 20
(1) PPS melakukan penelitian administrasi dan faktual paling lama 14 (empat belas) hari setelah menerima dokumen dukungan Pasangan Calon perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan ayat (2).
.
Sumber gambar:
www.merdeka .com
Wednesday, July 27, 2016
"PERCAYAKAH ANDA TUHANMU JUGA TUHANKU?"
"PERCAYAKAH ANDA TUHANMU JUGA TUHANKU?"
.
.
Opini Logika Sensi ( #SPMC ) Suhindro Wibisono.
.
.
Kalau menyadari bahwa Tuhan itu satu, artinya Tuhanmu juga Tuhanku, lalu apanya lagi yang harus diributkan?
.
Dan jika kita semua setuju bahwa Tuhan kita sama, itu artinya Tuhan adalah kebenaran yang universal, kebenaran yang dapat dipahami oleh semua manusia.
.
Lalu hayo kita samakan lagi pendapat kita tentang Tuhan yang memang hanya satu dan universal itu. Seperti misalnya, setujukah kita bahwa Tuhan adalah sumber kebaikan? Kalau setuju, hayo kita definisikan bahwa Tuhan adalah sumber kabaikan, dan "kebaikan" bahasa puitisnya adalah "cinta", jadi kalau kita satukan Tuhan adalah sumbernya kebaikan dengan rasa cinta.
.
Maka kalau kita persatukan definisi tentang frasa ketuhanan adalah, "TUHAN ITU SATU DAN ADALAH TUHAN KITA SEMUA, SUMBER AJARAN CINTA KEBAIKAN UNIVERSAL" . Jadi setujukah anda bahwa jika tidak menyiratkan kebaikan universal, pasti itu bukan sifat ketuhanan.
.
Itulah dalilnya, hukumnya, rumusnya, maka jika ingin mempertanyakan ayat-ayat kitab suci apapun, ya monggo-monggo saja, tapi sekali lagi "MEMPERTANYAKAN" bukan menghakimi !! Karena kalau kalian menghakimi dalam bungkus menghujat, itu namanya sok tahu, dan merasa lebih pinter dari banyak orang hebat diseluruh dunia ini. Menghakimi sekaligus menghujat isi ayat kitab suci kepercayaan orang lain, jelas sangat keblinger.
.
Ayat-ayat kitab suci memang harus dipahami oleh umatnya masing-masing, dipertanyakan kalau memang belum paham, dan agar memahami maksud dan tujuan maka gunakanlah logika waras universal, ingat rumusnya : "TUHAN ITU SATU DAN ADALAH TUHAN KITA SEMUA, SUMBER AJARAN CINTA KEBAIKAN UNIVERSAL". Itu rumus agar anda tidak tersesat ayat kitab anda sendiri, karena semua hal yang menggambarkan ketidak sesuaian dengan rumus tersebut, apalagi berlawanan makna, sangat mungkin anda salah memahaminya. Tanyakan ahlinya, tapi kalau yang anda anggap ahli juga memberi pemahaman tidak sesuai dengan dalil, sangat mungkin yang anda anggap ahli itu juga bukan yang ahli. HATI-HATI !!
.
Mengadili ayat kitab suci kepercayaan lain dengan kitab kita, jelas salah kaprah. Lebih hebat kalau berani memahami bahwa agama adalah juga ajaran, sekolah, universitas, yang semuanya spesialisasi(jurusan) agama, panduannya adalah kitab sucinya masing-masing jurusan agama yang diambil. Itu maknanya setiap "siswanya" adalah mewakili jurusan agamanya masing-masing, dan sekolah/belajarnya adalah seumur hidup (mengimani), dan semua sekolah agama yang sama dengan jurusan yang kita ambil itu berarti juga sekolah kita (ikut bertanggung jawab/merasa ikut memiliki).
.
Maka akan sangat ngenes jika merasa ajaran, sekolah, universitas agamanya adalah paling mengajarkan kasih, tapi menghasilkan banyak murid yang brutal. Apakah klaim ajaran paling sempurna berbanding sama dengan kenyataan banyak hasil muridnya? Kalau itu semua dituduhkan karena salah pengajarnya, lalu kenapa tidak ikut protes untuk mengganti pengajar tersebut?
.
Sekali lagi, MENYALAHKAN ajaran agama lain, juga termasuk menyalahkan buku pegangannya, itu lebih menggelikan. Lupakah Anda bahwa bangunan tempat ibadah dan kitab suci masing-masing, itu ibarat bangunan sekolah dan buku pegangan wajib. Yang paling bermakna adalah hasil pengajarannya, bukan tata-cara belajarnya, bukan kitab pegangannya. Dan semua itu sebetulnya bertujuan mengajarkan murid/siswa (umat) agar menjadi baik sesuai dalil: "TUHAN ITU SATU DAN ADALAH TUHAN KITA SEMUA, SUMBER AJARAN CINTA KEBAIKAN UNIVERSAL". Memanusiakan manusia bukan menjadikan seperti sifat binatang buas !! (#SPMC SW, Minggu, 24 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
art-soulworks .com
==============
"RAHASIA DIBALIK RESHUFFLE KABINET"
"RAHASIA DIBALIK RESHUFFLE KABINET"
.
Opini RSM* ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
Karena manusia adalah makhluk sosial, maka setiap manusia itu punya trauma, begitulah kenyataannya, dan trauma itu hanya bisa dikendalikan oleh kontrol kesadaran, tapi tidak mungkin menghilangkan trauma itu sendiri. Trauma membentuk manusia yang membedakan antara manusia yang satu dan yang lainnya, trauma diperkuat oleh sifat dasar manusianya itu sendiri. Maka kalau kita lihat dalam satu keluarga misal ada 5 bersaudara, pastilah mereka berbeda sifatnya, bahkan terhadap saudara kembar sekalipun, padahal bukankah mereka mendapat lingkungan contoh yang serupa hampir sama? Trauma juga terlihat pada semua tokoh dunia, bahkan terlihat sangat nyata karena memang banyak disorot media, tak terkecuali Presiden Jokowi, presiden kita sebagai rakyat NKRI.
.
Saya tidak mengupas secara detail siapa saja menteri kabinet sekarang, sudah banyak tipi yang mengupas, bahkan seharian penuh hari ini, hari Rabu, 27 Juli 2016 terjadinya reshuffle kabinet jilid 2.
.
Banyak yang mempertanyakan kenapa Mbak Puan tidak pernah tersentuh, ingat Jokowi adalah orang Jawa yang lahir di Jawa juga, dan Jokowi adalah orang yang tahu balas budi. Jokowi bisanya jadi presiden karena diusung oleh PDIP, dan itu atas hak vetonya Ibu Mega yang adalah Ketua Umum PDIP. Apakah dengan begitu Presiden Jokowi lebih mengutamakan kroni, balas jasa, dibandingkan kepentingan rakyat? Bukankah presiden adalah presidennya seluruh rakyat yang harusnya terlepas dari partai? Itulah wacana pendek bagi banyak yang kritik dan tidak mau tahu untuk memahami perpolitikan di negeri ini.
.
Kenapa Presiden saat ini mengakomodasi partai-partai yang awalnya adalah lawan politik dengan memasukkan tokoh politik lawan untuk duduk dikursi kabinet sebagai team kerja? Karena partai politik lawan juga sudah ganti haluan dari menentang jadi mendukung. Dan itulah alasan utamanya. Bukankah tidak ada yang gratis dalam politik? Presiden butuh dukungan suara di parlemen, untuk menjamin hal itu, walau partai yang awalnya lawan sudah menyatakan mendukung, maka untuk mengikat dan selalu mengingatkan perikatan itu, maka sudah selayaknya kalau dikasih jatah menteri. Itu adalah hal yang biasa dan memang seharusnya begitu.
.
Ingat Golkar adalah pemenang kedua dalam Pemilu Legislatif, juga pegang jabatan sebagai Ketua DPR, dan PAN juga selain punya suara yang lumayan di Perlemen, Ketua Umumnya juga adalah Ketua MPR. Lalu kalau terhadap partai yang awalnya lawan saja dikasih jatah menteri, apa iya jatah untuk menteri dari partainya sendiri malah harus ditendang keluar?
.
"Tapi apa yang menonjol dari Mbak Puan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia?" "Kenapa harus dipertahankan, kan bisa diganti oleh tokoh lain walau tetep dari partai yang sama?" "Apakah pak Jokowi takut dengan Ibu Megawati yang adalah Ketua Umum PDIP?"
.
Begini versi nekad saya, dan ini sangat sensi, semoga tidak membuka kartu trufnya Pak Presiden, artinya semoga tafsir saya salah. Dua alasan sudah saya utarakan, kenapa harus mengeluarkan Menteri dari partainya sendiri, sedangkan dari partai yang awalnya lawan saja justru dimasukkan? Apakah Mbak Puan sebagai menteri menimbulkan masalah? Adakah blunder yang dilakukan? Tahukah anda apa kehebatan Presiden Jokowi menghadapi banyak "pertanyaan" tentang Mbak Puan? Justru Mbak Puan dijadikan Menko, bukan Menteri!! Terlihat hebat karena arti dari Menko adalah mengkoordinator beberapa Menteri? Itu tidak mencederai partainya Presiden (PDIP), juga menjaga martabat relasi antara Ketua Umum PDIP Ibu Mega yang adalah mencalonkan Jokowi sebagai Capres dan terpilih sebagai Presiden saat ini. Siapa yang lebih bersentuhan dengan rakyat secara langsung? Menteri atau Menko? Apakah Pak Jokowi masih kurang cerdas untuk lebih mementingkan rakyat tapi tetap tidak mencederai relasi dengan partai dan beliau (Ibu Mega) yang telah berjasa untuk bisa terpilih Pak Jokowi menjadi Presiden?
.
Apakah Pak Jokowi memang sebegitu lihainya? Bisa iya, tapi bukan berarti tidak pernah salah strategi. Ketika pada reshuffle jilid 1 memasukkan RR sebagai Menko Maritim, saya pikir Pak Jokowi tidak tepat dan salah duga. Memang RR adalah mantan aktifis, sayangnya sifat aktifis itu masih terus terbawa dan tidak segera move-on. Sehingga terlihat begitu menikmati tepuk tangan penonton ketika berani mengkritik Wapres, dan perang wacana kepada menteri lainnya. Sudah pasti itu adalah hal yang paling "tabu" dalam ilmu manajemen. Bagaimana rasionalnya seorang menteri tajam mengritik atasannya (Wapres) didepan publik? Bertengkar wacana dengan menteri lainnya? Kalau boleh diibaratkan para menteri adalah satu team pemain sepak bola, kalau antar pemain saling berantem sendiri, bukankah sudah selayaknya namanya dicoret? Sudirman Said ikut menjadi korbannya!
.
Anies Baswedan ikut terpental, apa salahnya? Bukankah yang bersangkutan ikut kampanye Pak Jokowi waktu itu, dan hubungan mereka juga terlihat tidak ada masalah? Untuk jadi Menteri memang harus punya dukungan entah dari partai, ormas, atau LSM yang punya banyak masa. Kecuali pribadi hebat seperti Sri Mulyani contohnya yang sudah diakui oleh dunia. Ingat Sri mulyani adalah Menkeu terbaik di Asia ketika itu. Jadi Anies Baswedan sangat mungkin menjadi korban demi akomodasi kepentingan yang lebih besar, berkorban untuk tujuan yang lebih besar yang ingin dicapai oleh presiden. Tunggulah masih akan dapat jabatan apa Anies Baswedan, walau menurut saya memang agak susah memprediksinya, kalau kembali jadi Rektor walau di UGM misalnya, bukankah artinya turun kasta? Kalau jadi dubes apakah mau? Semoga mereka masih tetap menjalin tali silahturami.
.
Yang terakhir ingin saya bahas yang paling krusial adalah Menteri Rini Soemarno, kurang apa ketika begitu sangat ceto welo-welo tokoh-tokoh PDIP mengusulkan agar Menteri Rini diganti atau bahkan dipecat! Itulah menunjukkan betapa kekehnya Jokowi punya pendirian, jadi apakah benar yang telah berpendapat bahwa Presiden Jokowi tunduk dengan tekanan partai? Kembali kemasalah trauma paragraf pertama arikel ini, dan itulah yang terjadi pada manusia yang bernama Jokowi, sangat mungkin waktu kecilnya Pak Jokowi pernah trauma mendapat tekanan entah dalam hal sesepele apapun itu dan tidak berdaya, maka secara tidak sadar Pak Jokowi sedang tidak menyadari kalau sedang mengejawantahkan rasa trauma itu, tapi dalam posisi yang ingin menggambarkan bahwa dia TIDAK bisa ditekan! Itulah balas dendam yang sangat mungkin tidak disadari oleh yang bersangkutan, sangat mungkin tidak disadari terlintas dalam benak, jangan tekan saya, jangan dekte saya, karena memang itu adalah hak saya, hak prerogatif Presiden! Jadi kalau ingin melengserkan Rini, ya sebaiknya rakyat menilai apa adanya dan tokoh politik tidak "menekan" Jokowi HARUS menggatinya atau harus memecatnya! Kecuali sangat ceto welo-welo Rini melakukan hal yang fatal, kalau "memaksa" Presiden Jokowi, justru secara tidak langsung menguntungkan posisi Menteri Rini karena mengulik sentimen rasa trauma Presiden! (#SPMC SW, Rabu, 27 Juli 2016)
.
.
Sumber Gambar:
www.katailmu .com
.
.
CATATAN:
(*) RSM = Rahasia Sifat Manusia.
Semoga ini termasuk artikel "ngawur" saya. (SW)
.
Opini RSM* ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
Karena manusia adalah makhluk sosial, maka setiap manusia itu punya trauma, begitulah kenyataannya, dan trauma itu hanya bisa dikendalikan oleh kontrol kesadaran, tapi tidak mungkin menghilangkan trauma itu sendiri. Trauma membentuk manusia yang membedakan antara manusia yang satu dan yang lainnya, trauma diperkuat oleh sifat dasar manusianya itu sendiri. Maka kalau kita lihat dalam satu keluarga misal ada 5 bersaudara, pastilah mereka berbeda sifatnya, bahkan terhadap saudara kembar sekalipun, padahal bukankah mereka mendapat lingkungan contoh yang serupa hampir sama? Trauma juga terlihat pada semua tokoh dunia, bahkan terlihat sangat nyata karena memang banyak disorot media, tak terkecuali Presiden Jokowi, presiden kita sebagai rakyat NKRI.
.
Saya tidak mengupas secara detail siapa saja menteri kabinet sekarang, sudah banyak tipi yang mengupas, bahkan seharian penuh hari ini, hari Rabu, 27 Juli 2016 terjadinya reshuffle kabinet jilid 2.
.
Banyak yang mempertanyakan kenapa Mbak Puan tidak pernah tersentuh, ingat Jokowi adalah orang Jawa yang lahir di Jawa juga, dan Jokowi adalah orang yang tahu balas budi. Jokowi bisanya jadi presiden karena diusung oleh PDIP, dan itu atas hak vetonya Ibu Mega yang adalah Ketua Umum PDIP. Apakah dengan begitu Presiden Jokowi lebih mengutamakan kroni, balas jasa, dibandingkan kepentingan rakyat? Bukankah presiden adalah presidennya seluruh rakyat yang harusnya terlepas dari partai? Itulah wacana pendek bagi banyak yang kritik dan tidak mau tahu untuk memahami perpolitikan di negeri ini.
.
Kenapa Presiden saat ini mengakomodasi partai-partai yang awalnya adalah lawan politik dengan memasukkan tokoh politik lawan untuk duduk dikursi kabinet sebagai team kerja? Karena partai politik lawan juga sudah ganti haluan dari menentang jadi mendukung. Dan itulah alasan utamanya. Bukankah tidak ada yang gratis dalam politik? Presiden butuh dukungan suara di parlemen, untuk menjamin hal itu, walau partai yang awalnya lawan sudah menyatakan mendukung, maka untuk mengikat dan selalu mengingatkan perikatan itu, maka sudah selayaknya kalau dikasih jatah menteri. Itu adalah hal yang biasa dan memang seharusnya begitu.
.
Ingat Golkar adalah pemenang kedua dalam Pemilu Legislatif, juga pegang jabatan sebagai Ketua DPR, dan PAN juga selain punya suara yang lumayan di Perlemen, Ketua Umumnya juga adalah Ketua MPR. Lalu kalau terhadap partai yang awalnya lawan saja dikasih jatah menteri, apa iya jatah untuk menteri dari partainya sendiri malah harus ditendang keluar?
.
"Tapi apa yang menonjol dari Mbak Puan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia?" "Kenapa harus dipertahankan, kan bisa diganti oleh tokoh lain walau tetep dari partai yang sama?" "Apakah pak Jokowi takut dengan Ibu Megawati yang adalah Ketua Umum PDIP?"
.
Begini versi nekad saya, dan ini sangat sensi, semoga tidak membuka kartu trufnya Pak Presiden, artinya semoga tafsir saya salah. Dua alasan sudah saya utarakan, kenapa harus mengeluarkan Menteri dari partainya sendiri, sedangkan dari partai yang awalnya lawan saja justru dimasukkan? Apakah Mbak Puan sebagai menteri menimbulkan masalah? Adakah blunder yang dilakukan? Tahukah anda apa kehebatan Presiden Jokowi menghadapi banyak "pertanyaan" tentang Mbak Puan? Justru Mbak Puan dijadikan Menko, bukan Menteri!! Terlihat hebat karena arti dari Menko adalah mengkoordinator beberapa Menteri? Itu tidak mencederai partainya Presiden (PDIP), juga menjaga martabat relasi antara Ketua Umum PDIP Ibu Mega yang adalah mencalonkan Jokowi sebagai Capres dan terpilih sebagai Presiden saat ini. Siapa yang lebih bersentuhan dengan rakyat secara langsung? Menteri atau Menko? Apakah Pak Jokowi masih kurang cerdas untuk lebih mementingkan rakyat tapi tetap tidak mencederai relasi dengan partai dan beliau (Ibu Mega) yang telah berjasa untuk bisa terpilih Pak Jokowi menjadi Presiden?
.
Apakah Pak Jokowi memang sebegitu lihainya? Bisa iya, tapi bukan berarti tidak pernah salah strategi. Ketika pada reshuffle jilid 1 memasukkan RR sebagai Menko Maritim, saya pikir Pak Jokowi tidak tepat dan salah duga. Memang RR adalah mantan aktifis, sayangnya sifat aktifis itu masih terus terbawa dan tidak segera move-on. Sehingga terlihat begitu menikmati tepuk tangan penonton ketika berani mengkritik Wapres, dan perang wacana kepada menteri lainnya. Sudah pasti itu adalah hal yang paling "tabu" dalam ilmu manajemen. Bagaimana rasionalnya seorang menteri tajam mengritik atasannya (Wapres) didepan publik? Bertengkar wacana dengan menteri lainnya? Kalau boleh diibaratkan para menteri adalah satu team pemain sepak bola, kalau antar pemain saling berantem sendiri, bukankah sudah selayaknya namanya dicoret? Sudirman Said ikut menjadi korbannya!
.
Anies Baswedan ikut terpental, apa salahnya? Bukankah yang bersangkutan ikut kampanye Pak Jokowi waktu itu, dan hubungan mereka juga terlihat tidak ada masalah? Untuk jadi Menteri memang harus punya dukungan entah dari partai, ormas, atau LSM yang punya banyak masa. Kecuali pribadi hebat seperti Sri Mulyani contohnya yang sudah diakui oleh dunia. Ingat Sri mulyani adalah Menkeu terbaik di Asia ketika itu. Jadi Anies Baswedan sangat mungkin menjadi korban demi akomodasi kepentingan yang lebih besar, berkorban untuk tujuan yang lebih besar yang ingin dicapai oleh presiden. Tunggulah masih akan dapat jabatan apa Anies Baswedan, walau menurut saya memang agak susah memprediksinya, kalau kembali jadi Rektor walau di UGM misalnya, bukankah artinya turun kasta? Kalau jadi dubes apakah mau? Semoga mereka masih tetap menjalin tali silahturami.
.
Yang terakhir ingin saya bahas yang paling krusial adalah Menteri Rini Soemarno, kurang apa ketika begitu sangat ceto welo-welo tokoh-tokoh PDIP mengusulkan agar Menteri Rini diganti atau bahkan dipecat! Itulah menunjukkan betapa kekehnya Jokowi punya pendirian, jadi apakah benar yang telah berpendapat bahwa Presiden Jokowi tunduk dengan tekanan partai? Kembali kemasalah trauma paragraf pertama arikel ini, dan itulah yang terjadi pada manusia yang bernama Jokowi, sangat mungkin waktu kecilnya Pak Jokowi pernah trauma mendapat tekanan entah dalam hal sesepele apapun itu dan tidak berdaya, maka secara tidak sadar Pak Jokowi sedang tidak menyadari kalau sedang mengejawantahkan rasa trauma itu, tapi dalam posisi yang ingin menggambarkan bahwa dia TIDAK bisa ditekan! Itulah balas dendam yang sangat mungkin tidak disadari oleh yang bersangkutan, sangat mungkin tidak disadari terlintas dalam benak, jangan tekan saya, jangan dekte saya, karena memang itu adalah hak saya, hak prerogatif Presiden! Jadi kalau ingin melengserkan Rini, ya sebaiknya rakyat menilai apa adanya dan tokoh politik tidak "menekan" Jokowi HARUS menggatinya atau harus memecatnya! Kecuali sangat ceto welo-welo Rini melakukan hal yang fatal, kalau "memaksa" Presiden Jokowi, justru secara tidak langsung menguntungkan posisi Menteri Rini karena mengulik sentimen rasa trauma Presiden! (#SPMC SW, Rabu, 27 Juli 2016)
.
.
Sumber Gambar:
www.katailmu .com
.
.
CATATAN:
(*) RSM = Rahasia Sifat Manusia.
Semoga ini termasuk artikel "ngawur" saya. (SW)
Saturday, July 23, 2016
"JIKA ADA GUBERNUR LAIN DI NKRI SEHEBAT AHOK, TOLONG SEBUTKAN NAMANYA" (Suwun)
.
"JIKA ADA GUBERNUR LAIN DI NKRI SEHEBAT AHOK, TOLONG SEBUTKAN NAMANYA" (Suwun)
.
.
Opini & Ulasan Berita ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
.
AHOK , nama panggilan untuk Basuki Tjahaja Purnama yang adalah Gubernur DKI saat ini, Ahok atas nama Pemprov DKI telah memutuskan hubungan kerja dengan PT. GODANGTUA JAYA (GTJ) pengelola sampah warga DKI dan kawasan Bantar Gebang, Bekasi tempat buangan akhir sampahnya.
.
Hebatnya, karyawan GTJ justru banyak yang ketiban pulung, karena merasa beruntung. Banyak mantan karyawan GTJ akan dipekerjakan oleh Dinsih DKI (Pemprov DKI) yang akan mengelola sampahnya sendiri untuk tetap bekerja disana. Mereka biasanya mendapat gaji dikisaran 1,4 juta perbulan, dan Pemprov DKI akan menjadikan mereka PHL (Pekerja Harian Lepas) dengan gaji 3,1 juta perbulan mengikuti UMR DKI, plus asuransi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ahok memang Gubernur yang pro rakyat kecil, punya nurani baik dan peka, itulah sebab yang pertama dilakukan adalah memikirkan nasib rakyat kecil itu, pengeluaran APBD lebih hemat, tapi justru bisa lebih banyak membayar gaji karyawan paling bawah. Siapa yang serakah??
.
Mau tahu lagi apa dampak dari swakelola sampah yang dilakukan Pemprov DKI melalui Suku Dinas Kebersihan DKI (Dinsih DKI)? Akan ada penambahan nilai 'community development' dari Rp.300 ribu per triwulan menjadi Rp. 500 ribu per triwulan, itu adalah bantuan bagi warga sekitar Bantar Gebang yang terdampak secara langsung karena adanya lokasi buangan akhir sampah diwilayah tersebut. Dan ada belasan ribu warga sekitar yang menerima, padahal juga beredar gosip bahwa selama ini yang diterima juga disunat menjadi hanya 190 ribu, semoga untuk berikutnya tidak ada sunatan lagi uang community development itu. Biar tidak NGENES berkelanjutan.
.
Sebelumnya, Pemprov DKI harus membayar lebih 330 M setahun untuk pengelola sampah (tipping fee), dan kata Ahok, dengan pemutusan hubungan kerja tersebut APBD DKI sangat mungkin akan bisa menghemat sekitar 50 persen dari tipping fee, walau memang harus disadari untuk awal peralihan kerja Pemprov DKI akan keluar duit extra untuk beli alat berat yang memang selama ini adalah milik PT. GondangTua Jaya, dan itu hitungannya kecil untuk ukuran Pemprov DKI. (#SPMC SW, Sabtu, 23 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
news.liputan6 .com
.
====================
.
"Plus ....."
Hayo kita tunggu dan saksikan, apakah Yusril akan jadi kuasa hukum untuk menuntut Gubernur DKI atas pemutusan hubungan kerja antara PT. GODANGTUA JAYA dan Pemprov DKI sehubungan dengan pengelolaan sampah DKI yang telah diputuskan untuk swakelola melalui Dinas Kebersihan DKI (Dinsih DKI)?
.
Hebat bener Gubernur satu ini, padahal kalau Anda tahu siapa dibalik kerajaan bisnis pengelolaan sampah tersebut, dan yang sudah mengakar puluhan tahun mencengkram Pemprov DKI, pasti Anda pikir ini Gubernur "edan", edan yang disenangi oleh warga DKI yang sudah geregetan ama korupsi! Yakin pemerintahan sebelumnya dan oknum Dinsih DKI yang lalu-lalu sebersih iklan sabun cuci? (SW)
.
"JIKA ADA GUBERNUR LAIN DI NKRI SEHEBAT AHOK, TOLONG SEBUTKAN NAMANYA" (Suwun)
.
.
Opini & Ulasan Berita ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
.
AHOK , nama panggilan untuk Basuki Tjahaja Purnama yang adalah Gubernur DKI saat ini, Ahok atas nama Pemprov DKI telah memutuskan hubungan kerja dengan PT. GODANGTUA JAYA (GTJ) pengelola sampah warga DKI dan kawasan Bantar Gebang, Bekasi tempat buangan akhir sampahnya.
.
Hebatnya, karyawan GTJ justru banyak yang ketiban pulung, karena merasa beruntung. Banyak mantan karyawan GTJ akan dipekerjakan oleh Dinsih DKI (Pemprov DKI) yang akan mengelola sampahnya sendiri untuk tetap bekerja disana. Mereka biasanya mendapat gaji dikisaran 1,4 juta perbulan, dan Pemprov DKI akan menjadikan mereka PHL (Pekerja Harian Lepas) dengan gaji 3,1 juta perbulan mengikuti UMR DKI, plus asuransi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ahok memang Gubernur yang pro rakyat kecil, punya nurani baik dan peka, itulah sebab yang pertama dilakukan adalah memikirkan nasib rakyat kecil itu, pengeluaran APBD lebih hemat, tapi justru bisa lebih banyak membayar gaji karyawan paling bawah. Siapa yang serakah??
.
Mau tahu lagi apa dampak dari swakelola sampah yang dilakukan Pemprov DKI melalui Suku Dinas Kebersihan DKI (Dinsih DKI)? Akan ada penambahan nilai 'community development' dari Rp.300 ribu per triwulan menjadi Rp. 500 ribu per triwulan, itu adalah bantuan bagi warga sekitar Bantar Gebang yang terdampak secara langsung karena adanya lokasi buangan akhir sampah diwilayah tersebut. Dan ada belasan ribu warga sekitar yang menerima, padahal juga beredar gosip bahwa selama ini yang diterima juga disunat menjadi hanya 190 ribu, semoga untuk berikutnya tidak ada sunatan lagi uang community development itu. Biar tidak NGENES berkelanjutan.
.
Sebelumnya, Pemprov DKI harus membayar lebih 330 M setahun untuk pengelola sampah (tipping fee), dan kata Ahok, dengan pemutusan hubungan kerja tersebut APBD DKI sangat mungkin akan bisa menghemat sekitar 50 persen dari tipping fee, walau memang harus disadari untuk awal peralihan kerja Pemprov DKI akan keluar duit extra untuk beli alat berat yang memang selama ini adalah milik PT. GondangTua Jaya, dan itu hitungannya kecil untuk ukuran Pemprov DKI. (#SPMC SW, Sabtu, 23 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
news.liputan6 .com
.
====================
.
"Plus ....."
Hayo kita tunggu dan saksikan, apakah Yusril akan jadi kuasa hukum untuk menuntut Gubernur DKI atas pemutusan hubungan kerja antara PT. GODANGTUA JAYA dan Pemprov DKI sehubungan dengan pengelolaan sampah DKI yang telah diputuskan untuk swakelola melalui Dinas Kebersihan DKI (Dinsih DKI)?
.
Hebat bener Gubernur satu ini, padahal kalau Anda tahu siapa dibalik kerajaan bisnis pengelolaan sampah tersebut, dan yang sudah mengakar puluhan tahun mencengkram Pemprov DKI, pasti Anda pikir ini Gubernur "edan", edan yang disenangi oleh warga DKI yang sudah geregetan ama korupsi! Yakin pemerintahan sebelumnya dan oknum Dinsih DKI yang lalu-lalu sebersih iklan sabun cuci? (SW)
.
Friday, July 22, 2016
POKEMON GO, TUAI FATWA "HARAM" & TAUSIAH "JANGAN MAINKAN" !?
POKEMON GO, TUAI FATWA "HARAM" & TAUSIAH "JANGAN MAINKAN" !?
.
.
Opini Logika & Tanya ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
KHABARNYA Arab sudah buat “fatwa” haram untuk game Pokemon Go, sedang MUI baru dalam taraf “tausiah” yang mewacanakan negatif untuk game tersebut. Game Pokemon Go memang sangat beruntung, pemberitaannya seperti iklan gratis, semakin kontroversi semakin banyak yang ingin tahu, begitulah biasanya memang sifat manusia. Saham perusahaan pembuatnya langsung melejit naik 30 persen padahal konon waktu itu gamenya belom resmi release. Banyak pembuat games lain, tapi yang meledak membuat banyak orang penasaran dan semakin penasaran karena tanggapan-tanggapan dari banyak tokoh politik dunia dan bahkan dimainkan oleh para selebriti banyak profesi di dunia, itulah yang langka terjadi. Tapi percayalah, semua ada masanya.
.
Istana Presiden juga melarang permainan game tersebut dilakukan di area Istana, sebelumnya pelarangan oleh instansi TNI /POLRI, masuk akal menurut saya, masuk akal karena memang permainan gamenya juga membutuhkan aktifitas kegiatan fisik. Bukankah akan terlihat konyol kalau ada kunjungan kenegaraan lalu tiba-tiba ada yang sedang main game Pokemon Go di Istana dan mondar-mandir tidak jelas? Begitu juga di instansi-instasi militer, karena wira-wirinya pemain game Pokemon Go itu kok seperti petugas yang sedang deteksi cari ranjau yang lebih sering memperhatikan alat (gadget) dari pada lingkungan sekitarnya. Makanya banyak pemain game Pokemon Go yang konyol karena kecebur comberan, nabrak, bahkan lupa masuk pekarangan orang lain, dan lain-lain.
.
Kalau ada yang mewacanakan ketakutan adanya kegiatan mata-mata dalam permainan game tersebut karena membutuhkan GPS aktif di gadget yang digunakan dalam permainan, kalau mau dipas-paskan ya bisa saja pas, tapi apa tidak berlebihan? Yang pasti kalau mau main game tersebut sampai harus memasuki pekarangan yang bukan untuk umum seperti adanya warga negara asing yang memasuki markas militer seperti yang diberitakan tipi belum lama ini ( di Jabar ya?), itu jelas salah, karena kok tidak kulo nuwun dulu memasuki area yang bukan untuk umum. Jadi kerumah tetangga pun rasanya tidak elok bukan?
.
Saya memang tidak paham tentang game Pokemon Go, juga game apa saja, memang doeloe pernah main game, tapi ya hanya Tetris dan Kartu (Free cell), maklum orangnya juga jadul ..... tapi memahami adanya wacana “takut” penumpang gelap pada pemain game Pokemon Go untuk dapat menyadap, mencuri data, sabotase, dan lain-lain oleh pihak intelijen asing dalam kegiatan mata-mata, saya kurang begitu paham runtutannya. Semoga tidak selalu menyalahkan mamarika ya, karena setahu saya game itu juga bukan buatannya toh?
.
Jika penggunaan GPS adalah masalah utamanya, lalu karena pemain game itu mendekati area-area sensitif dan gadgetnya aktif sehingga sangat mudah diketahui koordinat lokasinya sehingga mudah dilakukan sabotase, apakah hanya dengan hal itu maka lokasi suatu tempat baru akan bisa diketahui?
.
Lewat google map dan beberapa aplikasi lain serupa, dari rumah kita dapat menuju kesuatu tempat bahkan serasa dituntun ditunjukkan jalannya, bukankah itu yang sudah banyak dilakukan bagi banyak pengendara mobil saat ini kalau ingin mencari suatu alamat dalam berkendara? Banyak mobil yang memasang alat navigasi itu sebagai penunjuk jalan bukan? (juga bisa lewat HP). Jadi adakah yang benar-benar tersembunyi suatu alamat pada negara yang terbuka seperti Indonesia ini? Samar-samar saya pernah ingat bahwa Amerika mungkin juga Rusia dan banyak negara maju lain yang punya peralatan canggih diruang angkasa sono yang bisa dengan mudah melihat keadaan hampir semua negara didunia ini, gosipnya sampai seukuran kucing bisa terlihat. Saya juga pernah dengar tentang teknologi negara maju yang juga dapat mendeteksi kandungan-kandungan penting dalam bumi, kalau benar sampai sebegitu canggihnya, apakah perlu game Pokemon Go untuk mendeteksi suatu wilayah? JANGAN LEBAI AH ! (#SPMC SW, Jumat, 22 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
m.harianindo .com
Sunday, July 17, 2016
"DAGING EMPUK"
"DAGING EMPUK"
.
.
Opini nglamun : (#SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Konon gosipnya, jika dirupiahkan harga daging sapi di Singapura kisaran 60 ribu dan di Malaysia kisaran 70 ribu, dan Presiden Jokowi pernah minta harga di pasaran NKRI tidak lebih 80 ribu. Itulah gonjang-ganjing masalah daging sapi menjelang dan sesudah lebaran, tapi hal itu bukan kali pertama problemnya mencuat, sudah amat sangat sering dan juga terjadi tidak hanya pada pemerintahan saat ini saja.
.
Harga daging menjelang lebaran kemaren ada dikisaran 100 s/d 125 ribu, sangat jauh dari keinginan Presiden Jokowi. Apa begitu susahnya membuat harga menjadi 80 ribu sementara kita juga tahu Singapura tidak punya peternakan sendiri?
.
Gini versi saya, apakah daging sapi yang dikonsumsi rakyat ini sama dengan yang dikonsumsi rakyat Singapura? Pasar rakyat di negeri ini apakah juga banyak menjual daging import? Karena sangat mungkin rakyat negeri ini lebih suka daging sapi lokal segar bukan daging sapi import beku.
.
Pernah saya dengar berita peternak sapi juga keberatan jika harga sapi turun, menurut mereka harga jual 80 ribu justru merugikannya. Hayo bagaimana? Jadi memang persoalan daging sapi tidak sesederhana tampaknya, kepada siapa pemerintah harus berpihak? Peternak atau rakyat?
.
Kalau mau menurunkan harga sepertinya memang juga tidak mudah, jadi harusnya biarkan ada dua versi harga daging sapi seperti harga daging ayam kampung dan daging ayam negeri, sambil memasyarakatkan kepada umum akan kenyataan hal itu, sehingga rakyat bisa memilih, mau daging sapi lokal yang mahal atau daging sapi import yang lebih murah.
.
Kalau tidak ingin dipermainkan harga daging sapi import, ya harusnya kran import tidak dibatasi dan tidak dimonopoli. Syarat importnya dibuat jelas dan terbuka, dan siapapun boleh import asal memenuhi syarat tersebut. Bahkan jika ketahuan ada permainan harga daging import karena adanya monopoli oleh importir yang sebetulnya hanya oleh kroninya sendiri saja, pemerintah juga bisa ikutan menjadi importir melalu Departemen Perdagangan, Peternakan, atau Bulog. Jadi sudah seharusnya pemerintah juga "selalu" memantau berapa sebetulnya harga daging import dari sononya, dan apakah harga yang dilaporkan oleh importir itu sama dengan harga sesungguhnya, juga pemerintah harus tahu berapa ongkos kirim, pajak, dan perkiraan biaya-biaya lainnya, apakah keuntungan yang diambil oleh importir itu wajar? Jika tidak wajar maka pemerintah "segera" malakukan import sendiri untuk menyaingi para importir yang nakal dan mempermainkan harga itu, bila perlu pakai jalur khusus agar segera dapat menolong rakyat mendapat harga yang wajar. Dan untuk pekerjaan itu semua , dibutuhkan pejabat-pejabat yang memang pro rakyat! Bukan pejabat yang korup yang justru akan menyengsarakan rakyat. Jadi intinya memang adalah KEJUJURAN! (#SPMC SW, Minggu, 17 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
slideplayer .info
"TERORIS JADIKAN PERANCIS BERDUKA LAGI"
"TERORIS JADIKAN PERANCIS BERDUKA LAGI"
.
.
Opini atas berita (#SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Beberapa jam yang lalu (malam waktu Perancis, sekitar pukul 23 ~ 23:30) terjadi penabrakan maut yang dilakukan oleh pengendara truck yang "sepertinya" sengaja ditabrakkan pada kerumunan orang yang sedang berkumpul untuk bersuka-cita dalam acara memperingati hari kemerdekaan negara Perancis (pesta kembang api). Dan dicurigai itu adalah ulahnya teroris yang melakukan segala cara dan model untuk melakukan penyerangan dan membuat teror. Sungguh biadab dan sangat mengerikan.
.
Terberitakan ada 77 orang meninggal dan "ratusan" luka-luka, sungguh suatu jumlah yang tidak sedikit, dan Perancis pasti sangat berduka lagi, utamanya di kota Nice - Perancis Selatan tempat dimana kejadian itu terjadi.
.
Apakah kejadian itu akan berimbas kabanyak negara Eropa, akankah semakin mencurigai dan sentimen negatif terhadap agama tertentu? Apapun itu teroris memang harus kita waspadai. Apakah Donald Trump juga akan diuntungkan atas kejadian itu? Seperti yang sudah dua kali saya singgung dalam artikel saya sebelumnya, gosip teroris bukan tidak mungkin justru menguntungkan Donald Trump untuk dapat terpilih sebagai Presiden Amerika yang waktu Pemilunya juga sudah semakin mendekat. Padahal Donald Trump sangat jelas mewacanakan akan memerangi teroris dan bukan tidak mungkin juga akan membatasi dan mengawasi agama tertentu yang dicurigai agama para teroris itu.
.
Dunia semakin memprihatinkan, dan ngenesnya justru semua dipicu oleh agama, ajaran yang diharapkan untuk menebarkan kasih terhadap sesama manusia. Apakah iblis/setan telah menaklukan kita sebagai manusia? (#SPMC SW, Jumat, 15 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
poskotanews .com
.
========== ====
(Narasi berbagi dalam beberapa status di facebook) :
.
Truck dengan kecepatan tinggi "sengaja" ditabrakkan pada kerumunan orang yang sedang menikmati pesta kembang api dalam acara untuk memperingati hari kemerdekaan Perancis (Bastille maksud saya), kejadiannya Kamis, 14 Juli 2016 mendekati tengah malam, di kota Nice, Perancis Selatan.
.
Ada 77 orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka. jumlah angka kematian yang sangat mungkin masih sementara mengingat banyaknya yang dinyatakan luka-luka. Pada kejadian mengerikan itu sopir truck ditembak mati, dan dicurigai sebagai TERORIS karena orang waras tidak mungkin melakukan hal kesengajaan itu.
.
Saya ikut berduka bagi semua korban dan ikut berduka bagi Perancis, juga bagi dunia yang cinta damai. (SW)
Subscribe to:
Posts (Atom)






