Sunday, February 28, 2016

SPOTLIGHT, "Investigasi Pastor Pelaku Pedofilia"



SPOTLIGHT,
"Investigasi Pastor Pelaku Pedofilia"
.

.

Opini Prihatin: (SPMC) Suhindro Wibisono
.
Filem Spotlight yang dibintangi Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, Liev Schreiber, Stanley Tucci dengan sutradara Thomas McCarthy masuk nominasi calon penerima penghargaan Academy Awards ke-88 pada The OSCARS yang akan digelar 28 Februari 2016 nanti, juga masuk prediksi nominasi filem "Sutradara Terbaik", Josh Singer sebagai penulis naskahnya juga mendapat nominasi Oscar (Naskah Asli Terbaik). Spotlight, filem yang menceritakan keberanian investigasi jurnalis dalam mengungkap kebobrokan dalam Gereja Katolik, mengungkap kejadian pada tahun 2002 editor Boston Globe - Marty Baron memberi tugas kepada Spotlight tim jurnalis investigasi adanya beberapa Pastor di Boston, Amerika yang menjadi pedofilia dibeberapa paroki pada masa tiga puluh tahun kejadian.
.
Peristiwa yang menggemparkan, dan apakah hal semacam itu yang menyebabkan Nasrani terpecah menjadi banyak aliran? Apakah itu yang menyebabkan adanya Pendeta selain Pastor? Pendeta boleh menikah, dan Pastor tetap diharuskan selibat, perdebatan yang akan menarik dan panjang, akan dicatat dalam sejarah, akumulasi, intensitas pengulangan kejadian semacam itu bukan tidak mungkin akan dapat mengubah tatanan atau tata cara gereja Katolik pada khususnya.
.
Demi kebaikan apapun bisa terjadi dan menurut saya hal itu adalah sudah selayaknya, bukankah sebagai manusia hal semacam itu sudah seharusnya? Kemajuan keadaan maupun penataan untuk hal-hal yang lebih baik secara bersama sudah selayaknya dilakukan oleh ummat manusia. Pastor adalah juga manusia biasa. Dan sebetulnya, menurut pemberitaan yang sering kita dengar, bukankah pelaku pedofilia juga banyak ada pada manusia dewasa selain Pastor? Mungkin perlu penyelidikan dan lebih selektif untuk rekruitmen calon-calon Pastor. Wawancara atau test untuk menemukan apakah ada jejak-jejak pada calon Imam yang pernah menjadi korban pedofilia semasa hidupnya adalah sangat penting, dan itu harus di eliminir agar kejadian pedofilia oleh Pastor dimasa mendatang tidak terulang. Bukankah penyelidikan membuktikan pelaku pedofilia "kebanyakan" adalah pernah menjadi korban juga? Jangan lupa pelaku pedofilia juga bisa terpicu karena imajinasi tontonan video serupa. (SPMC SW, Kamis, 25 Februari 2016)
.
.
NOTES:
Spotlight meraih 6 "nominasi" Oscar.
1. Filem Terbaik
2. Sutradara Terbaik
3. Editing Terbaik
4. Naskah Asli Terbaik
5. Aktor Pendukung Terbaik
6. Aktris Pendukung Terbaik
.
.
Sumber gambar:
oscar.go .com
.

“AHOK MEMANG MENJENGKELKAN !!”



“AHOK MEMANG MENJENGKELKAN !!”
.
.
Opini Geleng-geleng Kepala: (SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Ahok akan buatkan rusun / apartemen untuk TNI dan Polri ... ini emang gile beneran ... kenapa sih idenya kok aneh-aneh saja ....!? Alasannya Ahok supaya para anggota Brimob atau TNI biar deket ama keluarganya, utamanya karena tugas Brimob dan TNI yang sangat padat untuk mengawal Ibu Kota Negara, termasuk diantaranya mengawal intensitas demo-demo yang sangat padat, jadi tidak perlu jauh-jauh kebarak tapi bisa tetap ketemu keluarga segera setelah selesai tugas.
.
Pak Gubernur AHOK idenya ada-ada saja, dan itu sangat "menjengkelkan", menjengkelkan calon pesaing Cagub DKI pada Pilkada 2017 yad. wkwkwkwkwk .......
.
Pak Ahok sekarang sedang sedikit dilema, mau dicalonkan PDIP atau Teman Ahok dari independen, saran saya ya Pak Ahok, bagaimana kalau Bapak meminta PDIP mendukung seperti yang dilakukan Nasdem, tapi Calon Wagubnya terserah PDIP. Itu saya pikir yang terbaik ....
.
Sayangnya besok baru ada pernyataan dari Kang Emil (Ridwan Kamil) untuk ikut maju atau tidak pada Pilkada DKI 2017 mendatang .... Apapun pilihan Ridwan Kamil, saya tetap mendukung AHOK pada Pilkada DKI mendatang, karena saya masih sangat ingin melihat “kegile’an-kegile’an” lain yang tidak saya lihat pada Gubernur-Gubernur DKI sebelumnya. (SPMC SW, Minggu, 28 Feb 2016.)
.
.
Sumber gambar:
www.konfrontasi .com

Monday, February 15, 2016

“AKU PERNAH UEDAN DEWEK’AN”



“AKU PERNAH UEDAN DEWEK’AN”
.
.
Opini Curhat: (SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Kisaran satu setengah tahun yang lalu, saya ikut nganterin keluarga adik saya meminang calon mantu, ya ngikut saja, dengan saudara yang lain. Tapi ketika sudah mau masuk rumahnya calon besan adik, tiba-tiba keponakan saya yang calon jadi lakon hajatan tersebut nyamperin saya dan mengatakan kalau saya yang disuruh “nembung”(dia sudah nyampe duluan). Lho?? PIYE TOH IKI? Bahkan nama calonnya saja saya tidak tahu? Lalu anaknya siapa itu, maksud saya siapa nama calon besan? Terus piye carane? Toto kromonya gimana? Bener-bener “uedan” ..... kok model tembakan begini (batinku). Napa engga kasih tahu dulu beberapa hari sebelumnya?
.
Dan memang saya tidak bisa menghindari permintaan itu, apalagi toh saya dianggap mereka “lebih” bisa ngoceh dari yang lain. Tapi kalau begini caranya ya pasti mempermalukan saya sendiri toh? Juga mempermalukan yang lain ..... Terlebih calon besan ini kulturnya beda, adik saya keluarga beda kepercayaan dengan calon besannya yang adalah keluarga muslim, piye jal? Opo ora kagok semua? Dah gitu sayanya ditembak langsung ditempat, hanya beberapa meter dari mau masuk rumahnya setelah parkir kendaraan dan blom turun dari mobil, jan wis .... “uedan tenan” !
.
Contekan nama-nama diberikan, tapi ya tetep saja klagepan wong tanpa persiapan..... , apa hayo yang harus saya katakan, selain membayangkan seliwerannya adegan film-film sepintas yang pernah terekam dalam ingatan ...., dan embuh aku tak ingat lagi ngomong apa waktu itu, selain ingat saya ingin mengutarakan bahwa mewakili keluarga adik, mengutarakan niat dan menuruti keinginan anak untuk meminang si “Laras” agar diperbolehkan menjadi isri keponakan saya.... “bener-bener uedan”, saya pikir ngomelpun engga ada gunanya !
.
Beberapa waktu (bulan) kemudian, saya ikutan lagi nganter mantenannya, dirumahnya pihak perempuan lagi, beberapa hari sebelumnya saya tanyakan pada ponakan, “acaranya apa?” Keterangan singkatnya tidak ada acara apa-apa lagi selain mirip ndatengin kondangan manten dan kita adalah bagian dari keluarga. Yo wis ..... bathinku.
.
Setelah nyampe hotel untuk njemput dimana ponakan saya nginep yang letaknya beberapa ratus meter dari rumahnya besan adik, kamipun berangkat bersama-sama rombongan lain yang datang dari luar kota yang juga nginep dihotel tersebut, karena hajatannya dirumah besan, maka banyak tamu dari keluarga besan dan tetangga atau mungkin handai taulannya juga datang, seperti layaknya hajatan pada umumnya walau memang acaranya sederhana .... Dan “malapetaka” itu datang lagi pada saya, ternyata acaranya lebih gila dari yang pertama, kalau pada rencana katanya sambutan dari pihak adik saya akan diwakili oleh penghulu, ternyata itu tidak terjadi, saya tiba-tiba ditunjuk untuk mewakili. Hemmmm ..... apa aku harus ngamuk kali ini? Sak karepmu, bathinku .... walau sambil kalut “meh ngomong opo aku mengko?”
.
Kalau yang awal mintanya saya hanya ngomong berhadapan dengan besan dan wakil dari keluarganya, untuk acara kali ini mereka malah membuat semacam “panitia kecil”, adik mamanya Laras yang istri pensiunan Letjen siapa gitu (lupa) jadi wakil keluarga mereka, ada contekan skenarionya segala, saya sempat dikenalkan keluarga besan adik saya, banyak orang yang lumayan punya jabatan. Lalu tiba giliran saya menyampaikan sambutan, kalau saya pucat pasi, mungkin saja itu terjadi, entah ada yang memperhatikan atau tidak, apalagi ngomongnya pakai mike pengeras suara dan disaksikan banyak hadirin rada formal begitu. “Uedan pol .... ngimpi opo aku gek bengine?”
.
Satu hal yang saya ingat dalam memberikan awal sambutan, ketika sebelumnya pihak tuan rumah menyatakan bahwa anak mereka tidak akan diberikan ijin menikah dengan keluarga yang bukan muslim, maka balasan itulah yang saya utarakan pertama kali sambil meminta maaf terlebih dahulu, saya nyatakan bahwa kami datang bukan dari keluarga muslim, dan itu tanpa saya kompromikan sama adik saya atau sama siapa saja, kebiasaan protes semenjak kecil kalau ada hal-hal yang tidak semestinya. Tentu saja hal itu menjadikan banyak yang terdiam sejenak, sorot mata jadi banyak yang tertuju pada saya, kalau saya katakan semua, kan saya tidak sempat memperhatikan satu-persatu. Intinya saya menyatakan bahwa urusan keyakinan adalah urusan mereka yang menjalani, dan saya tidak ingin mencampuri, mencegah, atau membujuk apapun, mereka yang sedang akan menjalankan pernikahan bukankah sudah bukan anak-anak lagi? Biarlah itu menjadi urusan mereka yang saya yakin juga pastinya sudah dibicarakan oleh yang bersangkutan berdua. Memang maksud saya menegaskan bahwa kami bukan datang dari keluarga muslim, agar tidak ada dusta diantara kita, karena kalau saya tidak menjelaskan, takutnya dikira mengamini pernyataan sambutan oleh wakil tuan rumah sebelumnya, berarti saya ikut membohongi para hadirin semuanya. Dan saya tidak ingin makna itu terjadi. (SPMC SW, Senin, 15 Februari 2016.)
.
.
Sumber gambar:
www.vemale .com

Saturday, February 13, 2016

“CAK IMIN KANGEN SANJUNGAN”






“CAK IMIN KANGEN SANJUNGAN”
.
.
Opini Ngrasani: (SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Bursa pencalonan Cagub DKI mulai rame, petahana masih menduduki survei tertinggi, lalu banyak tokoh dari pihak seberang menyikapi survei tersebut sebagai survei yang bisa saja sengaja melebih-lebihkan, dilanjut memberikan contoh ketika waktu itu survei Foke lebih tinggi kenapa Jokowi yang menang? Kata mereka, itulah tanda bukti rekayasa survei, ketika itu Foke adalah petahana mirip seperti AHOK saat ini, jadi pasti survei itu adalah tidak benar! SAK KAREPMU ......
.
Survei memang ada bermacam tujuan, ada yang bertujuan netral apa adanya karena ingin tahu, ada yang bertujuan menggiring opini, mencari popularitas, menakut-nakuti lawan, dan mungkin kepentingan lainnya. Ketika waktu itu ada konsultan politik ARB (Golkar) lalu membuat survei dan hasilnya mengunggulkan ARB, itu hal yang sangat mudah ditebak arah surveinya bukan? Lalu aliansi survei yang menggiring opini Prabowo yang awalnya tertinggal jauh berhasil mendekati pesaingnya, tapi sayangnya justru berakhir dengan mengorbankan rakyat awam yang tidak paham permainan survei, itulah sebab sampai saat ini masih banyak yang gagal move on tidak rela jagoannya kalah. MENYEDIHKAN .....
.
Apakah AHOK ada aliansi dengan penyelenggara survei? Yang membiayai? Atau ada kaitan secara emosional sehingga penyelenggara survei punya konflik kepentingan? Itulah pertanyaan penting yang harus dijawab oleh tokoh-tokoh politik yang mempunyai hak veto bisa menetukan riuhnya perpolitikan negeri ini. Kalau saya sebetulnya sangat simpel menilai tentang Gubernur DKI - Basuki Tjahaja Purnama (AHOK), apakah Jakarta ada perubahan menuju kekebaikan? Apakah Ahok pernah terlibat kasus korupsi? Kan ngenes kalau ada partai mencalonkan jagoannya yang mantan narapidana, jangan lupa rekam jejak, susah dipahami ada manusia yang ujug-ujug berubah jadi malaikat setelah sebelumnya jadi iblis, semuanya butuh proses bukan? Ukuran paling gampang adalah, ketika ada tokoh yang ingin menjadi Cagub, lalu menghujat petahana dari sisi SARA, menjatuhkan dengan tuduhan bahwa petahana tidak jujur tapi tidak bisa membuktikan, pasti itulah mereka yang lebih jelek dari sang petahana sendiri. LUPA RASIONAL ....
.
Jadi sangat penting melihat siapa yang melakukan survei, utamanya adalah kenetralan penyelenggaranya, lalu apa yang dipertanyakan dalam survei tersebut. Untuk masalah Gubernur DKI ketika survei itu menyangkut tingkat kepuasan publik, itulah yang terpenting dari pada masalah kepopulerannya, karena kepopuleran memang bisa dikarenakan yang bersangkutan sedang jadi petahana bukan? Jangan lupa rakyat adalah juri terbaik, bukan tokoh-tokoh politik, perhatikan ketika Ahok sedang ada acara dimana saja, bagaimana sambutan rakyat? Ketika datang ke Singapura waktu itu, orangnya masih belum jalan kebandara dinegerinya sendiri, tapi temen saya malah ada yang ngabari bahwa Kedubes Indonesia di Singapura sana malah sudah bejibun yang ngantri ingin jumpa Ahok. Dan yang terakhir ketika lihat acara Kick Andy @Metrotv, setelah acara selesai semuanya ngantri ingin berfoto ria bersama AHOK, kalau bukan karena disuka kejujuran, kebijakan dan kerjanya, lalu apanya lagi? JADILAH PENGAMAT .....
.
PKB ketuanya masih Cak Imin toh, lalu sekarang “berwacana” menjagokan musisi Ahmad Dhani sebagai Cagub DKI. Hemmmm .... ingin mengulang popularitas ketika mewacanakan Rhoma Irama sebagai Capres, kali ini strategi yang tidak istimewa menurut saya, tapi karena sudah lama PKB tidak ada beritanya, maka sebagai bahan bakar agar terberitakan boleh juga rasanya, karena kalau menganggap Cak Imin tidak tahu Ahmad Dhani tidak mungkin menang pastilah kebangetan bukan? Tentang Rhoma dulu ngelesnya karena tidak bisa menetukan sendiri Capres karena perolehan suaranya kurang, tapi PKB sudah menuai keuntungan karena pada Pemilu Legislatif meningkat perolehan suaranya, dan itu juga karena sumbang kerja dari Mahfud MD, Rhoma Irama, dll. Andai waktu itu perolehannya cukup sekalipun, yang dimajukan perasaan saya kok Mahfud MD. Kalau sekarang, memang PKB sendirian cukup suaranya untuk mencalonkan Ahmad Dhani? Jadi masih ada alasan untuk ngelesnya lagi, “partner tidak setuju menjagokannya”, yang penting sudah terdongkrak lagi pemberitaannya bukan? Dan PKBpun juga membackup nama Ridwan Kamil sebagai calon yang lain. JANGAN KAGET INI POLITIK ......
.
Diatas kertas saat ini, saya masih menjagokan AHOK, dan itupun sudah pakai pertimbangan dari segala sudut. NASDEM adalah partai rasional karena mendukung AHOK tanpa syarat. Setidaknya kecipratan citra positif juga bukan? Dan itu adalah kalkulasi terbaik yang bisa diambil secara rasional, pertama, karena iya menjadi yang pertama, kedua, apalagi yang bisa diperas dari “kegilaan” AHOK? Lha wong partai Gerindra saja juga berani ditinggalkannya, apalagi untuk jabatan ke dua nanti, saya rasa pertimbangan Ahok akan “lebih gila” bukan? Karena tidak boleh menjabat tiga kali. PDIP akan maju memberi dukungan juga, itu prediksi saya, dan juga akan memberi dukungan tanpa syarat, walau besar kemungkinan akan dapat jatah Cawagub. Dapat dipahami, karena PDIP punya suara yang lebih banyak, dan itung-itung magang untuk menggantikan AHOK pada periode mendatangnya lagi. Siapa calon Cawagub itu kira-kira? Sayang saya belum dapat bocorannya dan tidak bisa menerka, karena semuanya ada dibenak Ketua Umumnya. REALITA POLITIK KITA ..... (SPMC SW, Jumat, 13 Februari 2016)
.

.
Sumber gambar:
news.okezone .com

Friday, January 29, 2016

"NYINYIR GUGAT & HUJAT TRINITAS” || (Opini Sensi)


"NYINYIR GUGAT & HUJAT TRINITAS”
.
.
Opini Sangat Sensi: (SPMC) Suhindro Wibisono.
.
.
KETIKA diskusi ada yang ngotot minta bukti ayat tentang trinitas, saya mbatin: Sebenarnya dia paham masalah trinitas. Mau ngetes sambil mengolok. Atau benar pingin tahu? Tapi gaya bahasa dan intensitas yang disampaikan adalah mengolok dan menyalahkan.
.
Sesungguhnya saya juga tidak pernah mendefinisikan tentang dogma trinitas Nasrani, dan saya duga tidak semua nasrani paham tentang dogma trinitas juga (maaf kalau salah). Tapi yang saya pikirkan adalah, kenapa ya mereka begitu usil mempertanyakan tentang dogma trinitas Nasrani? Memang kalau Nasrani salah apakah mereka juga ikut disalahkan? Atau mereka harus bertanggung jawab agar umat Nasrani masuk Surga bersamanya? Apa dipikir mereka yang ngotot mempertanyakan sambil mengolok juga pasti masuk surga?
.
Sepertinya mereka punya misi “menyalahkan” agar ummat Nasrani berduyun-duyun pindah agama, lalu diklaim dapat hidayah, dan menurut saya itu pasti kurang cerdas, bukan begitu caranya saudaraku, yang anda lakukan itu mustahil dapat terjadi, karena dogma trinitas dalam Nasrani adalah dogma terpenting dalam ajaran agamanya, kalau yang Anda lakukan terbukti, maka bubarlah Nasrani. Apakah hal itu tidak terlalu lebai? Kenapa tidak terpikir bahwa semua Nasrani juga tidak mau terjerumus, termasuk pemimpin ummatnya? Apakah Anda pikir mereka juga mau menerima begitu saja jika hal yang Anda pertanyakan itu memang benar salah sesuai praduga Anda? Bukankah pemimpin ummat itu juga manusia biasa seperti kita? Untuk menjadi pemimpin ummat bukankah juga harus mempelajari kebenaran rasionalitas agamanya? Andai Anda diposisi mereka, apakah Anda mau melanjutkan kalau dogma agama yang Anda pelajari amburadul dan tidak masuk akal? Atau Anda merasa lebih pintar dari mereka semua, jadi anda lebih tahu tentang kesesatan mereka dibanding yang benar mempelajarinya?
.
Tidak semua ummat Nasrani dapat menerangkan dengan simpel tentang dogma trinitas, dan itu memang disayangkan, tapi memang sungguh tidak simpel, berbagai perumpamaan sudah banyak yang mengutarakan agar lebih mudah dipahami apa itu dogma trinitas, ada yang mengumpamakan matahari dengan sinar dan panasnya, ada yang mengumpamakan segitiga, cerita tentang kekekalan, dan masih banyak lagi, dan itu semua juga membuktikan bahwa dogma trinitas Nasrani memang tidak simpel untuk dipahami. Andai paham sekalipun tentang dogma trinitas, apa bisa dengan mudah menjabarkan dengan merangkai kata untuk menyampaikan agar mudah dipahami oleh orang lain? Tidak semudah itu bukan? Tapi dengan sengaja gencar mempertanyakan sekaligus menghujat dogma Nasrani oleh ummat kepercayaan lain, apakah itu etis? Apakah itu bukan kepo namanya? Ngapain ikut campur urusan rumah tangga lain? Mempertanyakan sambil bermaksud mempermalukan untuk berharap dapat muntahan bola takterduga boleh-boleh saja, asal tidak emosional ketika ayat-ayatnya juga dipertanyakan.
.
Dunia semakin maju, perkembangan informasi benar-benar mengalami revolusi, jarak antar manusia bukan lagi halangan untuk saling berkomunikasi, apa yang terjadi dibelahan bumi lain, hampir seketika itu juga dapat diketahui oleh manusia dibelahan bumi lainnya. Tuntutan HAM (Hak Asasi Manusia) adalah sangat rasional, karena itu maknanya kebebasan individu setiap manusia, memperjuangkan kesetaraan tanpa membedakan SARA, tapi hal itu sekaligus juga akan mendegradasi kepercayaan terhadap agama. Sesungguhnya diskusi tentang agama memang tidak pernah basi, itulah hebatnya ideologi agama, merasuki jiwa setiap manusia yang mengimaninya. Jalan pintas untuk menancapkan dalam benak ummat adalah penanaman virus fanatik, dan itu bisa dilakukan oleh semua agama. Utamanya adalah penanaman semenjak dini, karena usia dini adalah usia pada masa-masa menerima tanpa mampu menolak. Dan hasilnya sudah dapat diterka, maka ketika kita mengamati bahwa generasi saat ini lebih tidak toleran dari pada generasi-generasi yang lalu, itu juga menyiratkan bahwa ternyata kita telah salah dalam beragama. Bukankah beragama itu bertujuan memanusiakan manusia? Apakah ditakuti manusia lain itu termasuk memanusiakan manusia?
.
Jadi kalau mau dipetakan, untuk meraih ummat sebanyak-banyaknya dalam kelompok beragama, penanaman virus fanatik adalah jalan pintas dan garansi lebih awet dari pada jalan rasionalitas, lawannya adalah tuntutan HAM dan kemajuan ilmu pengetahuan. Tapi seperti semua perbuatan untuk mencapai tujuan, pasti ada konsekwensinya, penanaman virus fanatik menghasilkan ummat yang menakutkan, sedang kalau ingin mengikuti arus perubahan, utamanya mengiringi HAM dan modernitas ilmu pengetahuan, kalangan agamawan harus berani mengupas agamanya serealitas mungkin, kemajuan ilmu pengetahuan menuntut semua serba rasional, jadi betul-betul menjudikan ayat-ayat di kitab sucinya masing-masing untuk boleh atau tidak dikupas dengan logika rasional, dan mereka yang bisa melewati ujian itu maka akan mendapatkan ummat yang lebih sesuai dengan zamannya, beriringan dengan HAM dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dan ayat-ayat dalam kitab suci agama memang sudah selayaknya selalu diperbaiki tafsirnya, agar dapat selalu mengiringi perkembangan zaman dan selalu memanusiakan manusia itu sendiri(kekinian). Memperbaiki tafsir tentu saja bukan merubah makna, karena hal itu tentu tidak mungkin. Tapi menurut saya agama memang masih sangat dibutuhkan oleh ummat manusia, ada sesuatu yang kurang lengkap jika manusia tidak mengakui Tuhan sebagai penciptanya, setidaknya itu lah yang saya rasakan, bagaimana dengan Anda?
.
Maaf sudah ngalor-ngidul menyampaikan uneg-uneg, padahal blom menyampaikan kupasan sesuai judul artikel ini, TRINITAS. Begini logikanya ala saya, pemahaman sederhana karena memang saya bukan termasuk kelompok agamawan yang bertanggung jawab secara langsung terhadap suatu agama. Tentu saja mohon maaf kalau salah menjabarkannya.
.
KETIKA ada yang ngotot mempertanyakan: Mana ayatnya tentang trinitas?? ; Darimana pakem trinitas itu? ; Apakah hanya berdasar kepada asumsi atau firman? ; Adakah ayat secara konteks memberitakan itu??? ; KALAU HANYA ASUMSI ....AHHH SEPERTI KARANGAN NOVEL SAJA. ; Untuk membuat pakem atau dogma ajaran tentu tidak bisa lepas dari firman ...sekarang silahkan Anda copas ayat yang menghasilkan dogma tersebut, sebab kita tidak mungkin menafsirkan sesuatu tidak terikat kepada firman. ; Jika tidak ada ayat trinitas berarti Yesus bukan Tuhan. Kenapa menuhankan Yesus? Muka tembok tidak tau malu hehehehe ... (.)
.
Itulah kengototan mereka mempertanyakan dengan gencar dan berulang-ulang, padahal seingat saya, saya juga blom pernah mendefinisikan dengan benar apa itu trinitas secara tersirat, tapi saya menangkap makna pertanyaan terpenting mereka, KENAPA YESUS DIANGGAP TUHAN? KENAPA NASRANI MENYEBUTNYA TUHAN YESUS?
.
Nekat, inilah keterangan yang saya sampaikan: Anda harus pahami dulu apa arti trinitas? Bukankah Trinitas adalah 3 dalam satu, tiga individu sebagai satu kesatuan. Kalau Anda sering mengumpamakan 1+1+1= 3 .... berarti Anda itu sangat menggelikan ... memang ini matematika? Berarti Anda tidak memahami arti sederhana dari Trinitas itu sendiri. Trinitas itu dogma, tahu apa arti dogma? Dogma itu artinya menangkap makna dari ajaran, dan ajaran adalah ayat-ayat itu sendiri. Jadi dogma tidak harus ada dalam bunyi ayat, tapi tidak boleh keluar dari pemahaman makna. Inti dari dogma trinitas yang Anda masalahkan adalah membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, mengapa nasrani menyebut Yesus adalah Tuhan Yesus, Dia adalah Allah yang hidup. Kalau Anda mau cari ayat yang menuliskan TRINITAS di ayat, setahuku memang itu tidak ada, karena memang Trinitas adalah dogma, hasil pemahaman, dan Nasrani setuju merumuskan dengan memberi nama dogma Trinitas.
.
Lalu masih ada kengototan pertanyaan berikut: Saya hanya menegaskan bila dasar dari trinitas adalah kesepakatan dari para dewan gereja apa tidak menyalahi firman? Sebab kesimpulan tidak bisa kita jadikan hukum yang kuat dari ajaran.
.
Tanggapan saya adalah: Membuktikan, ingat MEMBUKTIKAN! Dan yang dibuktikan tentu saja adalah sejarah kenyataannya, utamanya juga ayat-ayat yang menggambarkan hal itu. Hal yang rasional kenapa Yesus adalah juga Tuhan .... SEKALI LAGI YA, TRINITAS ADALAH DOGMA.
.
Lalu, "KENAPA YESUS DIANGGAP TUHAN OLEH NASRANI?" , berikut versi saya.
.
Ingat, banyak sekali ucapan Yesus yang tidak menyiratkan bahwa Yesus adalah Tuhan, karena memang Yesus adalah juga Nabi. Tidak ada yang memaksa Anda harus percaya, tapi menghakimi dogma kepercayaan lain, itu sungguh menggelikan .... utamanya kalau salah. Ketuhanan Yesus justru lebih terungkap ketika semuanya tergenapi, karena memang "kala itoe" juga tidak ada yang percaya bahwa Yesus itu juga Tuhan .... sangat mungkin mirip seperti yang kalian proteskan saat ini ... dan itu rasional .... mana mungkin bisa begitu saja diterima bahwa ada manusia bahkan nabi yang mengaku Tuhan? Gambaran itulah yang terjadi "waktoe itoe" .... sampai semuanya tergenapi apa yang tertulis pada kitab-kitab sebelumnya ..... baru banyak yang ngeh bahwa Yesus adalah Tuhan itu sendiri.
.
Yohanes 10:30. Isa Al-Masih: " Aku dan Bapa adalah satu."
Yohanes 14:9-11. Yesus: "... Barangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa... percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku...".
Yohanes 11:25. Isa Al-Masih: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati"
Isa Al-Masih menyiratkan bahwa diri-Nya dapat memberikan kehidupan. Pernah tahu cerita Yesus membuat burung dari tanah kemudian meniupnya, bukankah cerita itu mirip dengan penciptaan Adam manusia pertama?
.
"Bukankah Sang Pemberi kehidupan hanya Allah?"
.
Banyak sekali bukti Isa Al-Masih punya otoritas Allah, karena sejatinya Ia adalah Allah itu sendiri.
.
~ ~ ~ ~ ~
.
Kalau ingin menjaring ummat, bukankah seharusnya kalian “pamer” kebaikan? Berlomba dalam kebaikan adalah rasional, dan ukuran klasiknya adalah: “Buah menujukkan kebaikan pohonnya, dan pohon dinilai dari buahnya”. Tereak dan sesumbar paling benar, paling baik, paling rasional, paling diridho Tuhan, paling welas asih, dan paling-paling lainnya yang serba wah dan hebat, apakah ada gunanya kalau kenyataannya banyak menghasilkan buah-buah yang kurang baik bahkan mencemarkan? Tidak mengakui buah busuk hasil dari pohon yang sama memang termudah dan praktis, lalu apakah terpikirkan apa yang ada dibenak semua orang atas pengingkaran itu? Lalu mengusik sejarah kekelaman kepercayaan lain sepertinya waras, padahal kita hidup di kekinian bukan? Dan kekinian itulah yang kita hadapi bersama, siapapun kita.
.
Sejatinya (setidaknya menurut saya), tidak masalah apapun agama Anda. Karena memang itu bukan tiket untuk masuk Surga, karena memang Tuhan tidak pernah membuat agama, agama hanya penuntun agar manusia lebih mudah memahami welas asih (bukankah larangan dan perintah Tuhan juga bertujuan akhir welas asih?), penuntun agar manusia selalu teringat kehendak Tuhan, penuntun agar manusia lebih manusiawi, bukankah itu tujuan kita beragama? Tidak beragama bukan berarti garansi pasti masuk Neraka, karena (masih menurut saya, maaf sebelumnya) Tuhan tidak tergila-gila untuk disembah, Tuhan pastinya lebih memilih Anda berlaku welas asih terhadap sesama manusia dari pada Anda menyembah Tuhan lalu mendustai sesama, sewenang-wenang, bahkan tega membunuh manusia lainnya. Tuhan Maha Sempurna, maknanya juga tetap sempurna ada atau tidak ada yang menyembah. Dan saya menegaskan bahwa saya tidak menganjurkan Anda tidak perlu beragama, karena dengan beragama saja kita masih melihat begitu banyak kebrutalan terjadi, pasti akan lebih menjadi-jadi kebrutalan itu seandainya semua manusia tidak beragama bukan? Atau kebrutalan yang terjadi dengan mengatas namakan agama adalah cermin kesesatan kita beragama? Apakah bukan itu efek negatif jalan pintas yang kita tempuh, menanamkan virus fanatik kepada ummat agar menjaring ummat sebanyak mungkin dengan cara instan? Itulah yang saya renungkan dalam pemikiran. Maaf.
.
Trintitas adalah kesatuan antara Bapa~Putra~Roh Kudus (Allah~Yesus~Roh Kudus), mohon ada yang berkenan memberi pencerahan tantang “Roh Kudus” yang memang belum saya bahas sama sekali. Maaf karena memang saya tidak “memahami”, beruntung itu bukan masalah penting yang dipertanyakan, dan semoga tidak menjadi dipertanyakan setelah ada pernyataan ini, kecuali sudah ada yang berkenan memberi pencerahan. Terimakasih. (SPMC SW, Jumat, 29 Januari 2016.)
.
.
.
Sumber gambar:
www .pulsk .com

.

Thursday, December 31, 2015

'ANNO DOMINI "Kembaran" YESUS'


ANNO DOMINI "Kembaran" YESUS
.
Opini: (SPMC) Suhindro Wibisono.
.
.
Tahun 2015 akan segera digusur oleh 2016, sang waktu sungguh sangat perkasa, adakah yang mampu menghentikannya walau hanya satu detik saja? Nuansa tahun baru sudah terasa beberapa hari sebelumnya, banyak sudah yang libur bersama, adakah diantara kalian yang tidak ikut mengucapkan "Selamat Tahun Baru" menjelang dan tiba waktunya pada 1 Januari 2016 yang sudah tinggal beberapa jam lagi?
.
Tahun 2016, itu maknanya 2016 tahun yang lalu Yesus lahir di Nazaret, memang itu penanggalan untuk menandakan tentang kelahiran Yesus yang oleh Nasrani juga disebut Tuhan Yesus. Maka hingga saat ini, era sebelum kelahiran Yesus disebut sebelum masehi (SM) sesudah kelahiran Yesus disebut Masehi (M).
.
Penanggalan Masehi dalam bahasa Latin disebut "Anno Domini" (AD) artinya "Tahun Tuhan", sedang penanggalan masehi dalam bahasa Inggris disebut Common Era yang disingkat "CE" artinya "Era Umum", sedangkan penanggalan sebelum masehi istilahnya "Before Christ" (BC) (sebelum 'kelahiran' Kristus) atau "Before Common Era" (BCE) artinya Sebelum Era Umum.
.
.
Untuk semua pembaca "SPMC",
.
SELAMAT TAHUN BARU
PF. 1 JANUARI 2016
.

~~~~~~~~~~~~
.
Semoga tidak ada "fatwa haram" untuk saling ucapkan "Selamat Tahun Baru". (SPMC SW, 31 Desember 2015).
.
.
.
Sumber gambar:
republika .co .id

Friday, December 25, 2015

"DICARI, NATAL YANG HALAL"

"DICARI, NATAL YANG HALAL"
.

Opini Wacana Sensi: (SPMC) Suhindro Wibisono.
.
.

UANG palsu itu "bukan" uang. Ketika komunitas kami mempunyai mata uang tersendiri sebagai hal yang utama dan itulah yang selalu ada di dompet kami. Lalu komunitas Anda punya mata uang tersendiri dan itulah yang selalu ada di dompet Anda. Komunitas mereka juga punya mata uang tersendiri dan itulah yang selalu ada di dompet mereka. Kenapa ada diantara Anda yang menuduh mata uang kami palsu, juga menuduh mata uang mereka palsu? Padahal kenyataannya mata uang kami berlaku sah dan bisa digunakan diantara komunitas kami masing-masing yang Anda tuduh palsu. Sementara kami juga mengakui bahwa mata uang didompet Anda adalah uang yang asli bagi komunitas Anda. Kalau mata Uang di dompet kami sebutannya Rupiah, mata uang di dompet Anda sebutannya Riyal, mata uang di dompet mereka sebutannya Dolar, apakah itu ada masalah? Bukankah tetap saja maknanya adalah UANG?
.
Uang maknanya adalah dapat digunakan untuk membeli sesuatu yang kita butuhkan, sebagai nilai tukar benda maupun jasa yang telah kita sepakati bersama nominalnya. Uang palsu tidak sah untuk transaksi, dan pasti dipenjarakan jika ketahuan, bukankah begitu saudaraku?
.
Tuhan saya adalah pencipta jagat raya, air, tumbuh-tumbuhan dan semua kehidupan, apakah Tuhan anda ciri-cirinya sama dengan Tuhan saya? Kalau sama kenapa anda sering kali menuduh Tuhan saya beda dengan Tuhan Anda? Kenapa Anda sering kali sangat lantang menuduh Tuhan kami palsu? Atau memang Anda punya Tuhan yang beda ciri-cirinya dengan Tuhan kami? Atau memang Tuhan ada lebih dari satu menurut Anda?
.
Kalau kami menyebut Gusti, Anda menyebutnya Allah SWT, mereka menyebutnya Tuhan Yesus, yang lain menyebutnya Sang Hyang Widhi, juga ada yang menyebut Krishna, dan sebutan-sebutan lain untuk Tuhan mereka masing-masing, kenapa Anda menjadi sewot dan menuduh Tuhan mereka bukan Tuhan saudaraku?
.
Kenapa Anda suka sekali "mencopet" dompet orang lain untuk melihat mata uang mereka hanya untuk mengolok bahwa uang mereka palsu karena dompetnya tidak berisi uang Riyal, KENAPA? Apakah wawasan Anda tidak terlalu sempit? Apakah itu bukan ciri-ciri fanatik yang sering saya katakan? Kenapa justru Anda tidak malu melakukan itu semua? Dan itu semakin menguatkan dugaan saya, fanatik memang salah satu cirinya adalah tidak rasional, dan "tidak punya rasa malu" adalah salah satu sifat dari tidak rasional itu.
.
Ketika Anda juga dengan enteng menuduh orang lain menyembah berhala, menuhankan manusia, Tuhan dianggap beranak dan diperanakkan, itulah tuduhan membabi-buta karena Anda tidak paham dogma mereka. Menghakimi tanpa tahu masalah, apakah bukan ngawur namanya? Dapatkah Anda keluar dari jati diri Anda sejenak, lalu memikirkan tentang Ka'bah dan Lempar Jumroh, andai ritual itu adanya di kepercayaan lain, Nasrani misalnya, saya tidak bisa bayangkan sebutan apa yang akan Anda sematkan pada mereka. Tapi ummat lain yang seringkali Anda tuduh menyembah berhala apakah ada yang mengolok Anda untuk hal itu? Yang ada justru ikut prihatin ketika ada banyak korban meninggal ketika ritual Lempar Jumroh.
.
Mengucapkan Selamat Natal di setarakan dengan mengucapkan Syahadat, mengucapkan selamat natal haram karena imannya dianggap sama dengan yang diberi ucapan, atau diartikan ikut mengakui keimanannya orang yang diberi ucapan selamat, mereka yang merayakan natal adalah merayakan kelahiran Yesus yang dianggap Tuhan oleh Nasrani, karena itulah dianggap haram memberikan ucapan selamat natal, begitu dalih mereka yang fanatik. Itu menyangkut dogma mereka saudaraku, kenapa Anda kepo amat, apakah ada yang memaksa Anda untuk juga mengakui bahwa Yesus itu adalah Tuhan bagi Anda? Lha wong yang minta Anda memberi ucapan selamat natal aja juga tidak ada. Saya kasih info ya, sesama nasrani saja tidak ada yang ngemis untuk minta diberi ucapan selamat natal, apakah Anda percaya? Saya sungguh prihatin dengan pola pikir orang-orang yang fanatik.
.
Kalau pembenaran-pembenaran nalar yang Anda utarakan terus berkembang ke hal-hal tidak masuk akal lainnya, apakah beragama itu sejatinya untuk mengkotak-kotakkan manusia? Doeloe di negeri ini saya tidak pernah jumpai hal-hal aneh semacam itu, tapi beberapa tahun belakangan ini kenapa kita justru menjadi sangat susah menjalin persaudaraan, dan ngenesnya justru batasan-batasannya adalah Agama yang dipercayai bersumber pada kebenaran Tuhan yang Esa. Kalau memang Tuhan hanya ada satu dan Dia adalah pencipta Anda dan saya, kenapa pengkotak-kotak'an itu harus kita lakukan? Sangat ngenes ketika Anda kutip ayat yang Anda anggap suci untuk membenarkan dalih Anda, bukankah ujung akhirnya Anda mengatakan bahwa semua yang Anda lakukan adalah perintah Tuhan? Apa benar ada ajaran Tuhan untuk kita agar saling bertentangan? Apakah Anda yakin sudah memahami ajaran agama Anda sendiri dengan betul? Mengimaninya dan bukan fanatik?
.
(Bagi orang fanatik) Mengucapkan selamat natal dianggap juga mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan itu haram hukumnya, padahal HARAM itu sangat banyak macamnya, makan daging babi juga haram menurut muslim, apakah berteman dengan orang yang makan babi tidak haram juga? Bukankah itu maknanya sama, berarti mengakui babi tidak haram? Bukankah harusnya Anda juga boleh menganggap hal itu serupa? Saya juga pernah mendengar, wadah atau alat masak yang pernah dipakai untuk memasak barang haram walau sudah dicuci juga akan menghasilkan makanan haram. Apa jadinya kalau semua itu dikaitkan dan bahkan malah dikembangkan, kenapa tidak sekalian berpikir bahwa babi juga hidup di bumi yang sama kita tinggali, lalu dianggap haram tinggal ditempat yang sama dengan babi? Makin lama kok jadi makin tidak rasional. KAREPMU LAH!! (SPMC SW, Jumat, 25 Desember 2015)
.
===========================
.
 
"SELAMAT NATAL" untuk semua teman yang ikut merayakan. GBU
.
===========================
.
.
Sumber gambar:
www.intelijen .co.id