Wednesday, May 13, 2015

"RUNTUT DOSA KELAM TRAGEDI MEI '98" || #PuisiSensi


                                 (Gambar: sekitarkita.com)
 

Oleh: Suhindro Wibisono
         12 Mei 2015 | Edited
 

.
BLOGSPOT. Setiap bulan Mei, mengingatkan kita akan akhir 32 tahun "era kejayaan" masa lalu di Negeri Antah Berantah, memang bukan waktu yang singkat untuk masa kekuasaan di era sekarang, masa di mana sebetulnya Antah Berantah tidak mengikuti sistem monarki seperti di Negerinya Ratu Elizabeth.

 

Pengalaman masa itulah yang membuat Negeri Antah Berantah kembali menegaskan tafsir makna "statuta" yang dimilikinya, dan kalau memang itu sudah "final", maka berarti Negeri Antah Berantah tidak akan pernah lagi menikmati masa kekuasaan lebih dari satu dasawarsa.
Untuk memotret era yang juga terkenal dengan parodi "Isih Penak Jamanku toh", di mana hal itu sangat kebetulan juga terjadi di Negeri Antah Berantah, maka Puisi ini ada untuk menegok kebelakang, Puisi yang menyitir Negeri Antah Berantah, siapa tahu mirip dengan rekam memori Anda.

 

Selamat menikmati ...... 32 tahun perjalanan rezim ... (SPMC SW, Mei 2015)


       
                          (Gambar: kaskus.co.id)
 

.
¤1
Di Negeri Antah Berantah nan menawan
Tersebut Perwira tampan rupawan
Idola hati para Putri Bangsawan
Trending topic banyak kalangan

.
¤2
Perwira cemerlang banyak bakat
Putra tersayang Begawan Ningrat
Begawan idola para Teknokrat
Baginda-pun menaruh hormat

.
¤3
Putri Baginda juga terpikat
Gayung bersambut hati terpaut
Baginda berbesan Begawan
Semua serasa dalam genggaman

.
¤4
Karir Perwira giat memanjat
Rekan sejawat hanya bisa terperanjat
Banyak atasan jadi sederajat
Perwira jelma Jenderal dengan cepat

.
¤5
Jenderal piawai simpan jumawa
Baginda punya banyak rencana
Karir melesat bak meteor
Banyak atasan terteror

.
¤6
Strategi Baginda kondang hebat
Tahta digenggam jaring dirancang
Jadi Baginda masih juga kurang
Bintang ke-lima pun disemat

.
¤7
Mabuk kepayang gelimang kuasa
Semakin mabuk tumpuk harta
Tak pernah cukup puaskan hati
Itulah sebab tak mau henti

.
¤8
Terpikir satu periode lagi
Tunggu sematkan bintang tertinggi
Tepat hitungan menantu ganti
Tinggal alihkan kekuasaan Negeri

.
¤9
Gusti tak mau kompromi
Rakyat tak tahan lagi
Konon Jenderal punya strategi
Culik Aktivis pejuang hak asasi

.
¤10
Tragedi dicipta atau tercipta?
Tragedi terjadi tanpa kompromi
Tragedi berlangsung tanpa dibendung
Tragedi tragis sangat bengis

.
¤11
Pemerkosaan massal terjadi
Penjarahan massal terjadi
Pembakaran massal terjadi
Pembunuhan massal terjadi

.
¤12
Tak satupun pemerkosa tertembak?
Tak satupun penjarah tertembak?
Tak satupun pembakar tertembak?
Tak satupun pembunuh tertembak?

.
¤13
Kemana Pengayom Negeri?
Kemana Laskar Penjaga Negeri?
Kemana Penegak Hukum Negeri?
Kemana para Jenderal sembunyi?

.
¤14
Apakah dibiarkan?
Apakah dikondisikan?
Layak-kah predikat Negeri?
Andai Antah Berantah itu Negeri?

.
¤15
Kondisi Negeri gawat
Banyak Negeri terperanjat
Banyak Negeri menghujat
"Antah Berantah Negeri bejat!"

.
¤16
Baginda sadar terlalu lama kuasa
Walau rencana belum terlaksana
Kenyataan hitungan nyata beda
Gusti tidak menutup mata

.
¤17
Gagal konsep tragedi preman
Mahasiswa duduki gedung dewan
Terperanjat lihat kenyataan
Lengser keprabon akhir pilihan

.
¤18
Curiga Jenderal berbuat laknat
Dunia serentak menggugat
"Ungkap biang-kerok bejat!"
Malu berkawan kalau tak berbuat

.
¤19
Seperti biasa sampai kini
Ewuh pekewuh terjadi
Siapa tidak hutang budi?
Mantan Baginda sumber kuasa Negeri

.
¤20
Sang Jenderal terpojok
Dicurigai gembong momok
Tim pencari fakta dibentuk
Coba bongkar mafia terkutuk

.
¤21
Sudah diduga para aktivis
Masalah tidak akan tuntas
Siapa bisa dan berani urai?
Rezim Gurita tali-temali

.
¤22
Yang tersirat rakyat nilai
Tertinggi pangkat dalam alumni
Kalau Jenderal bukan biang keladi
Apa mau dipensiun dini?

.
¤23
Minggat sejenak langkah jitu
Ingatan pendek rakyat negeriku
Kurang dua tahun hilang khabar
Mantan Jenderal mudik jadi saudagar

.
¤24
Seiring jalan waktu dan gelora
Impian raih kuasa masih terjaga
Mantan pejabat mode buat partai
Mantan Jenderal jelma bos politisi

.
¤25
Kekayaan dan impian melenakan
Korban penculikan jadi punokawan
Memaafkan atau tergadaikan?
Tergantung wacana penilaian

.
¤26
Julukan pelanggar HAM jadi semu
Memori sang waktu hanya segitu
Berdalih tidak pernah dipenjara
Alibi tidak terlibat perkara

.
¤27
Korban tak tergadai kuat ingat
Perjuangan keluarga masih giat
Kamisan mematung berbusana hitam
Depan Istana tagih peradilan HAM

.
¤28
Tak ada gubris, tak peduli cibir
Semua dianggap nyinyir
Tak ada penguasa sanggup adili
Gurita mafia ciutkan nyali

.
¤29
"Kemanusiaan yang adil dan beradab"
Kita wacana, Amerika tindak nyata
Sang tokoh distempel biadab
Dilarang masuk negerinya

.
¤30
TIAP pilihan Pemimpin Negeri nanti ...
Pasti banyak Politikus rasa paling bijak
Meringis manis umbar sejuta janji
Masihkah iklan kecap menjebak?

.
¤31
Ayo rakyat gunakan ingatan bijak
Telisik KEBERSIHAN REKAM JEJAK
Kita cari pemimpin bijak dan cakap
Abaikan janji manis kecap

.
¤32
Kita butuh pemimpin bersih dan berani
Berantas narkoba dan korupsi
Tegakkan hukum tidak diskriminasi
Jaga utuh Negeri sesuai Konstitusi.

.
                  -----¤¤¤-----

                       (Gambar: indonesia.ucanews.com)
------------------------------

.
CATATAN:
.

Mohon maaf kalau salah dan kurang berkenan,mohon tidak emosi kalau ada persamaan persepsi, sekali lagi karena itu "hanya cerita Negeri Antah Berantah ..... " (((SW))).
.

---------

Puisi tersebut adalah edited lalu repost dari:
.

REKAM JEJAK TRAGEDI MEI '98 || #PuisiSensi
.
 
http://t.co/GFuh4q7Gex
.
-------------------

"MAY DAY, SKENARIO DRAMA POLITIK CITRA: ONENG - PDIP - PRESIDEN"

                          (Gambar: indopos.co.id)


(BLOGSPOT) Menurut beberapa berita, pagi ini Oneng (RDP) akan mengerahkan para buruh untuk menggeruduk Istana menyampaikan banyak tuntutan kepada Presiden, kalau ingin tahu apa saja tuntutannya bisa cari via Google atau cermati berita tipi siang ini mungkin akan banyak yang memberitakan. Tapi yang menarik adalah pernyataan menyesalnya Oneng telah menganjurkan memilih Jokowi-JK pada Pilpres yang lalu. Lalu banyak yang memberi apresiasi atas kebesaran jiwa tersebut, maka dituailah sanjungan: hebat, pro buruh dan sebagainya ….

Effendi Simbolon juga banyak mengecam Presiden Jokowi, salah satu pernyataannya tentang kehendak untuk pengangkatan BG sebagai kapolri sebetulnya juga banyak politisi PDIP yang punya misi sama, maka saya anggap memang itulah garis kebijakan partai. Heboh pemberitaan tentang ES terutama karena mewacanakan pernyataan tentang yang perlu di-reshuffle bukan kabinetnya, tapi pimpinannya. Tentu itu pernyataan menarik untuk para jurnalis media bukan?

Lalu ayo kita simak kedua tokoh kontroversial tersebut di atas, sambil nyerempet partainya. Pasti banyak yang masih ingat ketika Pilkada Jabar yang lalu, waktu itu Oneng mencalonkan diri dan kampanyenya dibantu Pak Jokowi, begitu juga dengan ES waktu ikut Pilkada Sumut. Jadi apakah masuk akal kalau kedua tokoh tersebut “sejatinya” benar memusuhi Presiden Jokowi yang nyatanya memang mereka bertiga dari partai yang sama PDIP?

                          (Gambar: kabar24.bisnis.com)
 
Politik memang penuh intrik, dalam hal pencitraan segala hal bisa dilakukan, untuk meraih simpati rakyat, tipu daya pun kalau bisa dihalalkan. Terlebih sebentar lagi akan ada Pilkada serentak, syukur nama partai bisa banyak mendongkrak calon Kepala Daerah jagoannya nanti.

Ramalan skenario Oneng mungkin gini, besok unjuk rasa bersama buruh nggeruduk Istana menyampaikan tuntutan, lalu kalau memungkinkan Presiden akan menemuinya, tapi kalau tidak mungkin ya tidak apa, karena khabarnya akan mengerahkan buruh sebanyak 50 ribu orang, bukankah mengendalikan massa sebanyak itu juga tidak mudah? Langkah berikutnya adalah Presiden mengabulkan sebagian tuntutan pengunjuk rasa, maka Oneng akan semakin tampak bak pahlawan, mungkin saja ada yang menjulukinya Srikandi Indonesia.

Partainya terlihat hebat karena membela wong cilik, dan tetap mengkritisi Pemerintah walau Pemerintahan dari partainya sendiri, menagih janji kampanye Presiden, dan bla-bla-bla ….

Itu ramalan versi saya, karena kalau memang Oneng niatnya mengaku salah dulu telah menganjurkan buruh memilih Capres Jokowi-JK, bukankah akan tampak elegan dan penuh rasa tanggung jawab kalau yang bersangkutan mengundurkan diri dari PDIP misalnya?

ES dan Oneng seolah-olah berani lancang, tebakan saya itu semua adalah skenario, kalau asli berani dan bener mbalelo, apa ketua partainya akan mendiamkan kadernya saling gontok-gontokan? Apalagi yang dimusuhi adalah Presiden yang dicalonkan oleh ketua umumnya. Saya pikir tidak mungkin terjadi kalau tidak ada skenario. Kalau saya boleh berpendapat, jangan terlalu kelewatan, salah-salah seperti menepuk air dalam dulang, karena itu bisa menciptakan api dalam sekam di hati rakyat. Jangan lupa tentang banyaknya pernyataan waktu menjelang Pilpres dulu, banyak rakyat yang sebetulnya memilih presidennya bukan partainya. Maka ketika pada akhirnya rakyat menyadari bahwa presidennya ternyata tidak bisa berbuat apa-apa karena bukan ketua partai, sangat mungkin pada Pilpres yang akan datang PDIP akan gigit jari, karena rakyat kapok untuk memilih lagi walau ada calon presiden idaman di dalamnya.

Bukankah sangat lucu ketika semua tokoh partai pengusung berseberangan dengan Presiden usulannya sendiri? Sementara rakyat yang melek rasa pro-presidennya? Salahkah kalau akhirnya rakyat memberi stempel Presiden Boneka ketika akhirnya Presiden menuruti kehendak Partai? Apakah hal-hal semacam itu tidak akan dicatat di benak rakyat? Kalau mau membuat sejarah tidak tercela, kenapa tidak benar-benar membebaskan Presiden berkarya, kecuali memang tujuan partai sebangun dengan nurani Presiden, silahkan saja berkolaborasi. Dan itu saya sedang membicarakan tentang penunjukan individu “pembantu” Presiden yang sering kali terjadi tarik ulur kepentingan.

Kalau tidak percaya dengan Presidennya karena menganggap Presiden melupakan partainya, kenapa dulu dicalonkan? Kalau curiga Presiden mudah dipengaruhi oleh pembisik-pembisik yang bermaksud menjauhkan Presiden dengan partainya, berarti dulu salah mencalonkan Presiden yang terpilih saat ini. Padahal saya melihat Presiden Jokowi bukan tipe orang yang tidak tahu balas budi, tapi saya juga melihat Pak Jokowi orang yang jujur, dan mungkin kejujuran inilah yang suka menjadikan kendala besar di bidang politik yang penuh intrik. Bahkan bukan tidak mungkin kejujuran bisa dimaknai kebloonan, atau dianggap culun. Padahal kalau mau memberi kesempatan, bukan tidak mungkin akan sangat mengharumkan nama pengusungnya, karena dianggap orang yang menemukan dan memberi kesempatan sehingga semuanya bisa menjadi baik, utamanya adalah kebaikan Negara.

                          (Gambar: nurjaan.org)

Jadi cobalah jangan pakai lagi politik intrik, percayalah kekalahan atau mempermalukan Presiden terlebih oleh tokoh-tokoh partainya sendiri, itu sama dengan menyulitkan Presiden. Kalau saya boleh ibaratkan Presiden adalah keluarganya partai, maka seharusnya dari pihak keluargalah yang memberi contoh menghormati atau menghargai Presidennya terlebih dahulu, maka orang lain juga akan menghargai Presiden tersebut. Silahkan kritik Presiden kalau salah mengambil kebijakan, tapi bukan kebijakan penunjukan bawahan Presiden yang karena bukan keinginan Partai, karena itu namanya “mencampuri” atau bahkan ingin mengambil alih hak Presiden yang sangat mudah terbaca oleh rakyat. Jangan lupa Politik itu pekerjaan yang berkesinambungan, bukan hanya untuk kepentingan sesaat.(SPMC SW, 1 Mei 2015)
.
 
“SELAMAT HARI BURUH”
.
.
 
Cerita Pinggir:
 

Sekedar contoh, saya pernah melihat suatu keluarga yang anaknya menjadi Pastor, lalu saudara terutama orang tua Pastor tentu sangat sulit memanggil anaknya atau adiknya yang sudah menjadi Pastor tersebut dengan sebutan “Romo” misalnya. Padahal anaknya tersebut untuk tingkatan Pastor juga termasuk punya kedudukan atau semacam senior atau bahkan pembimbingnya(gurunya) para calon Pastor. Bukankah sangat aneh ketika ortunya atau saudaranya ketemu pastor lain yang lebih yunior dari anaknya atau bisa jadi mantan murid anaknya, mereka memanggilnya “Romo” dan begitu menghormatinya, tetapi memanggil anak, adik, saudara sendiri tidak mau memanggil Romo. (((SW)))

“HAJI LULUNG DIGELEDAH, UNJUK AWAL KABARESKRIM DAN KAPOLRI BARU”



                       (gambar: m.1mobile.co.id)
  
BLOGSPOT. Hari ini Bareskrim Polri menggeledah ruang Haji Lulung Lunggana di DPRD DKI, juga ruang Komisi E lantai 1 Gedung DPRD, hal itu berkaitan dengan APBD DKI utamanya masalah anggaran yang berkaitan dengan USB …. oup salah ….. maksud saya UPS! Hehehehe ….
     
Kalau mencermati koar-koarnya HLL selama ini yang terlihat di tipi-tipi, yang mengesankan begitu meyakinkan dan dibubuhi image religius, semuanya tentu saja bermaksud menggambarkan “kebersihan”, jadi ingat tentang SB yang tersangkut kasus gratifikasi THR dari SKK Migas yang hari-hari sekarang sedang berlangsung di pengadilan. Apakah HLL juga menyerupai SB, justru orang-orang tidak bersih itu paling suka berkedok agama?


Jadi ingat tentang tantangan HLL terhadap Gubernur DKI, ketika mengatakan “Kalau saya atau bahkan anak buah saya ada yang terlibat korupsi di APBD, saya akan mengundurkan diri dan siap mempertanggung jawabkannya. Sebaliknya kalau ada anak buah Gubernur yang terlibat korupsi, maka AHOK juga harus mengundurkan diri.” Waktu dengar pernyataan tersebut, saya secara tidak sadar nyeletuk “LHO …!?”, hanya itu yang bisa saya ucapkan ….. Jadi kalau Udar Pristono nantinya terbukti korupsi, maka Jokowi dan atau Ahok harus mengundurkan diri? Logika apa lagi ini …….. Serupa yang terpenting membuat status “tersangka” kepada pimpinan KPK, yang terpenting lengser dulu, yang lain urusan belakangan. Sebelum saya lupa, kutipan pernyataan HLL yang saya tuliskan tersebut diatas, itu hanya berdasar ingatan saya, maaf sangat mungkin tidak tepat begitu.


Sekarang tinggal kita tunggu hasil kerja Bareskrim Polri, apakah mereka juga bisa menjerat HLL seperti KPK membuat tersangka SB. Karena perbedaan yang nyata adalah waktu itu ada nyanyian Rudi Rubiandini, sedangkan kasus HLL ini tidak terdengar heboh gosipnya. (SPMC SW, 27 April 2015)

Tuesday, April 21, 2015

NGLONGGO JANGAN NYUCUP!!


                        (foto "njepret" dewe)

BLOGSPOT. Pasti banyak yang tidak paham dari kata judul artikel ini, "nglonggo" adalah sebutan kami waktu minum air putih 'zaman poerba', proses minum air tanpa gelas dan dilakukan langsung dari "kendi". Kendi sendiri adalah gerabah dari tanah liat yang memang dibuat untuk tempat air minum. Jadi waktu minum ujung kendi tempat keluarnya air tidak boleh kena bibir, karena kalau kena bibir pastinya seperti "nyisani" peminum-peminum berikutnya .... Dan kalau hal itu terjadi, biasanya kita sebut "nyucup".

Waktu kita masih kurcaci doeloe, tentu saja tidak langsung bisa nglonggo, jadi sering kali awalnya kita nyucup .... Lalu kalau ada saudara yang mengetahui ... langsung deh laporan pembangunan ke Ibu .... dan seperti yang Anda duga ....... kami akan mengulang lagi sambil sembunyi-sembunyi atau syukur tidak ada yang antri mau minum juga .... Seperti belajar naik sepeda, kalau sekali jatuh tidak berani coba lagi pasti kita tidak pernah bisa naik sepeda bukan? Itu semua kami lakukan karena kalau pakai gelas harus cuci sendiri, dan nglonggo adalah "shortcut" untuk bebas tugas dari cuci gelas. Dan kami bersaudara cukup mahir untuk nglonggo tersebut dengan tidak nyucup.


Yang kurang menyenangkan dengan menggunakan kendi untuk air minum adalah waktu kendi baru, air minumnya jadi terasa gerabah/tanah, dan hal itu bisa terjadi selama seminggu. Kendi pecah ingat saya lumayan sering terjadi, karena kendi-nya memang termasuk gampang pecah, apalagi waktu kita masih anak-anak, kalau kebagian minum dan airnya pas habis, harus ngisi air dari gentong tempat penyimpanan dan pengendapan air yang sudah dimasak, lalu juga ada giliran harus mencuci kendi tersebut beberapa hari sekali, proses mencucinya di-gojaki, alias diisi air lalu dikocok-kocok atau digoyang-goyang kemudian dibuang airnya, terakhir dibilas pake air matang dan digoyang-goyang lagi, nah proses-proses itulah yang menyebabkan kendi pecah, entah karena jatuh atau terbentur lantai tempat nyuci ....... Kalau dipikir-pikir sekarang, maklum kita semua masih kecil waktu itu.


Awal April 2015 yang lalu saya pulang kampung, sebelumnya sudah ingat tentang kendi dan tiba-tiba seperti kangen ingin minum segarnya air putih langsung dari kendi, itulah sebabnya saya BBM adik saya yang kebetulan ada di kampung minta untuk dibelikan kendi. Mungkin Anda akan mengatakan: Memang kendi tidak ada di kota tempat tinggal saya sekarang? Tentu saja ada kalau mau berburu dipasar-pasar tradisional, tapi saya maunya kendi seperti yang biasa kami gunakan waktu zaman doeloe, kendi dikampung halaman saya tidak terlalu besar, dan itu rasanya enak atau pas untuk nglonggo, setahu saya beda dengan kendi daerah Jawa Tengah yang tergolong lebih besar. Juga teringat segarnya rasa, dinginnya itu seperti alami karena proses air tersimpan didalam kendi, walaupun saya tahu bahwa minum air hangat menurut banyak penelitian sangat baik untuk tubuh. Cuek saja lah sekali-kali ...


Saya membawa dua kendi sebagai oleh-oleh waktu pulang kampung kemarin, jangan tanya berapa harganya, karena memang saya tidak tahu berapa harganya. Waktu saya nanya berapa harganya, adik saya bilang "engga usah", memang masudnya untuk ganti duitnya, tapi kalau harus ribut soal kecil-kecil begitu .... bukankah seperti tidak saudara? Padahal untuk hal-hal yang lebih besar dari kendi saja kita tetap bersaudara, tapi karena memang pesan BBM-nya waktu itu ada kata-kata "titip belikan", ya kan tidak etis kalau tidak bermaksud mengganti ....


Untung mudik kemarin naik KA, jadi lebih mudah bawa kendinya, tapi waktu kendinya saya cuci, saya pecahkan satu, dan saya merasa kok kendi sekarang tidak sebagus kendi doeloe ya? Padahal kendi yang berisi air hanya saya gojak-gojak dan tidak terbentur apa-apa tiba-tiba leher kendinya putus pecah, atau mungkin karena saya isinya air penuh dan tidak boleh dogojak-gojak ketika berisi air penuh? Wallahuallam ...... sudah hampir setengah abad tidak pake kendi ...... Saya juga sempat mau tahu berapa banyak air bisa ditampung di kendi itu, ternyata sekitar 2,1 liter.


Karena ingat rasa gerabah/tanah untuk air dalam kendi baru, maka saya coba cuci kendinya dengan merendam dulu didalam ember selama 2 hari, pada hari berikutnya coba saya masukkan cairan pencuci piring yang bisa untuk cuci buah, dan diamkan selama 1 hari. Setelah saya cuci bersih dan keringkan dengan cara ditiriskan secara terbalik, besoknya baru saya pakai tapi terlebih dulu saya bilas dengan air minum mineral, lalu kendi tersebut sekarang sudah saya pake, ternyata airnya tetap ada rasa gerabah/tanah. Untungnya sudah pengalaman waktu kecil, jadi tidak merasa takut meminumnya, tapi awal-awalnya saya masih pake gelas, siapa tahu ada pecahan-pecahan gerabah yang rontok?


Yang saya tidak ingat tentang kendi adalah, ternyata sampai sekarang setelah beberapa hari saya pakai, airnya tetap ngerembes keluar, jadinya saya pakai piring kecil supaya air rembesan tidak menyebar dimeja. Saya tidak tahu apakah memang semua kendi begitu, atau memang pengrajin gerabah kita tidak bisa membuat kendi yang bagus? Seperti gerabah buatan China atau Jepang misalnya. Dan yang pasti air rasa gerabah hanya berlangsung dua hari, tapi yang terpenting ternyata saya masih mahir nglonggo, siapa mau coba kesegaran air kendi? (SPMC SW, April 2015)

Thursday, April 16, 2015

"KLENGER, PERUT TERKUNCI MINUMAN"

 
                        photo sendiri (SW)


Blogspot. Kebiasaan untuk hanya makan sehari sekali sudah beberapa tahun ini saya lakukan. Tapi sebelumnya juga hanya makan dua kali sehari, siang dan malam. Lalu sekarang hanya makan siang saja dengan menu yang “sebisa mungkin” vegetarian, karena merasa kurang variasi dalam ber-vegetarian, saya masih makan telur. Pagi sarapan jus, malam juga jus.
 
Mungkin ada yang mempertanyakan tentang kekurangan gizi atau “apa tidak kelaparan?” Kacang-kacangan adalah pengganti daging yang paling baik setahu saya, dan daging adalah pelupa lapar yang paling jempolan. Karena kacang-kacangan menyerupai fungsi daging, maka berarti juga bagus untuk menghalau rasa lapar. Saya paling suka kacang merah dan kacang tanah.

Kalau pagi biasanya saya sarapan jus buah ……apa saja yang punya ….. Sering kali diusahakan ada pepaya-nya atau melon dicampur buah yang lain, kalau sekirannya kurang manis, maka pisangnya di perbanyak. Porsi sarapan jus saya sekitar 800 ml, tapi saya membuat jusnya sangat kental lho, dan saya yakin kekentalannya tidak mungkin Anda dapatkan di pedagang jus.

Sedangkan makan malam saya adalah jus yang ada kacangnya, kacang merah yang utama, kalau punya kacang tanah juga dicampurkan. Kacang-kacangan itu direbus (presto). Dan setiap saya membuat jus, biasa saya tambahkan dua siung bawang putih, karena menurut banyak literatur yang pernah saya baca, bawang putih bagus untuk menjaga darah tidak kental.

Rabu, 15 April 2015 malam, saya membuat jus dengan campuran bahan sebagai berikut: Bawang putih, semangka, kacang merah, pisang, buah naga merah, dan segelas (12 Oz) minuman Carrot Mokha yang kebetulan saya punya. Biasa saya membuat jus dengan blender Panasonic MX-151SG1 yang berkapasitas 1,5 liter, tapi karena saya membuatnya sampai penuh, jadinya 2 liter.

Malam tadi saya minum jus lebih dari ukuran biasa, ada sekitar 1 liter, dan itulah yang membuat perut saya terkunci, klenger dalam kenikmatan, rasa nikmat membuat saya begitu menikmati dan lupa berhenti padahal perut sudah kenyang. Langsung teringat “(c)entong” untuk ciduk nasi, karena menurut kepercayaan orang kuno, untuk menghilangkan rasa kekenyangan, perut bisa dikerok pake entong semacam kita menyendok nasi dari bakul (tempat) nasi. Tapi itu tidak saya lakukan karena memang tidak punya entong nasi dari kayu semacam yang pernah saya lakukan waktu zaman poerba doeloe …… (SPMC SW, April 2015)

Catatan:
Kalau ingin buat minuman yang membuat saya klenger tersebut, dan Anda tidak punya minuman Carrot Mokha, silahkan ganti dengan buah strawberry sekitar 15 buah, rasanya menjadi tidak kalah nikmat karena ada taste asam manis yang menjamin Anda klenger lebih lama, sebab nikmat akan membuat Anda lupa, jadi minum lebih banyak. Tapi sebaiknya jangan “maruk” seperti saya wkwkwkwkw … (((SW)))

.
Resep Minuman “serupa” viagra:
.
ENERGY  BOOSTER (TSR Minuman Nabati SANDY)
.
http://t.co/J3DGIkNICE

Friday, March 27, 2015

"AHOK MIMPI HIDUP DI NEGERI GEMBONG BAJINGAN KORUPSI" || #PuisiSensi

       (Gambar: jakarta.coconuts.co)



(¤ 1/11)
-KETIKA sudah duga kisruh APBD Jakarta,
-tidak akan lari kemana-mana
-Hak Angket itu ajang wacana
-Gertak sambal, nampang perkasa
-Kita buktikan tindak lanjutnya ...


(¤ 2/11)
 

-KETIKA debat di tipi undang tokoh terkenal,
-Pengamat, Politikus, dipilih mayoritas bebal

-Ada begundal buat surat terbuka nakal
-Semua gregetan kecam Ahok binal
-MERASA LEBIH SANTUN PADAHAL "DAJJAL"


(¤ 3/11)
 

-KETIKA Wakil Baginda alibi damaikan
-Panggil Ahok dan Dewan bergiliran
-Himbau ada perdamaian
-SALAHKAN komunikasi Ahok pada Dewan

-Apa terkontaminasi kelompok bajingan? 

(¤ 4/11)
 

-KETIKA awal kisruh Ahok banyak dibela
-Gempuran wacana kekasaran Ahok dicerca
-Ibarat zebra diteror kumpulan singa
-Reduplah kegeraman pembela
-Ahok lelah digugat etika

(¤ 5/11)

-KETIKA hanya sorot temperamen Ahok
-Semua tokoh membuta, Dewan lebih bobrok!
-Umpatan Dewan jauh lebih jorok
-Berpihak begundal tampak nyolok
-SEMUA JADI HALAL KALAU BERKELOMPOK


(¤ 6/11)
 

-KETIKA cermati semua keadaan
-POKOK PERKARA KORUPSI ANGGARAN
-Mengapa jadi komunikasi disalahkan?
-Alibi etika ditonjolkan?
-Jaga marwah koruptor tetap elegan?!


(¤ 7/11)

-KETIKA ingat sejuta perkara
-Hanya heboh sebagai wacana
-"KORUPSI MEMANG DIPELIHARA!"
-Kalau ada oknum terpenjara
-Ngenes ..... dianggap apes saja

(¤ 8/11)
 

-KETIKA KPK dikalahkan
-Kisruh APBD diributkan
-Coba cermati wacana perdebatan
-Tanyakan sanubari kebenaran
-SIAPA SEJATI SEMUA PEMBELA BAJINGAN?


(¤ 9/11)
 

-KETIKA dengar bisik sanubari
-Semua jawab aku dapati
-Salahkah pemberi gelar Negeri ini?
-"NEGERI GEMBONG BAJINGAN KORUPSI"
-Jadi ngenes atau sakit hati?


(¤ 10/11)
 

-KETIKA Ahok andai terjungkal
-Ingatlah hai para koruptor dajjal
-Kalian paksa anggap aku bebal
-Kalahkan jujur alasan binal
-APA DEWAN ITU KORUPTOR JUGA BEGAL?


(¤ 11/11)
 

-KETIKA semua nyata terpaparkan
-Masihkah tidak malu katakan:
-"Banyak anggota dewan membanggakan,
-banyak politisi baik kelakuan"
-BENAR-BENAR BEGUNDAL SETAN ......!

.
(SPMC SW, Blogspot, Maret 2015)
 
         (Gambar: gambaranehunik.com)
 
.
**********************
.
 
Catatan:
.
Hanya puisi sensi, kalau tidak ada yang tersakiti, tanda Negeri ini masih ada harapan, atau karena tidak ada yang baca. Kalau banyak yang tersinggung, semoga bukan karena tertabrak, tapi karena tidak rela ....... terbukti "jujur" ternyata tidak diharap di Negeri ini. Maaf telah ngelantur dengan membuat puisi ini. ADAKAH PEMBACA PUNYA KEGERAMAN SAMA? (((SW)))
.
                  (Gambar: bidhuan.com)


Tweet from @basuki_btp
@basuki_btp: Saya minta maaf kepada publik atas kejadian saat wawancara beberapa hari lalu. Saya sedang sangat kesal dgn kemunafikan
.
Tweet from @basuki_btp
@basuki_btp: Tapi sikap saya jelas, untuk para koruptor dan kemunafikan, saya tdk akan pernah minta maaf utk ketidaksantunan saya terhadap mereka
.
— Ahok Basuki TPurnama (@basuki_btp) March 20, 2015
.
--------------------
Puisi Sensitif Sebelumnya:
--------------------
.
 
AHOK: "PEMAHAMAN NENEK LU !! - DASAR PENIPU !" || #PuisiSensi
.
 
http://t.co/6zS6hg3Qm2
.
-----------------

Wednesday, March 18, 2015

AHOK: "PEMAHAMAN NENEK LU !! - DASAR PENIPU !" || #PuisiSensi

                           (Gambar: kaskus.co.id)

Coba renungkan keadaan Negeri ini
Dibalik hiruk-pikuk semua gaduh
Diawal terjadi semua kisruh
Kerucut masalah pemicu kita rawan bubrah
Karena kita lupa ajarkan moral
Terlena nikmat culas
Berlomba jadi kaya modal tipu daya
Bodo amat saudara sebangsa celaka
Penting AKU kaya raya hebat martabat
Hukum dan agama jadi senjata penindas
Juga pembenar semua laku bringas


Tentang Nenek Asyani di Situbondo
Tentang Nenek Fatimah di Tangerang
Tentang Nenek Minah di Banyumas
Tentang Siluman RAPBD DKI
Tentang Kasus Begal Motor
Tentang Kasus Bambang Widjojanto
Tentang Kasus Abraham Samad
Tentang Kasus Budi Gunawan
Tentang Kasus "Cicak versus Buaya"
Tentang Kasus Sutan Bhatoegana
Tentang Kasus Ketua MK
Tentang Kasus Obor Rakyat
Tentang Kisruh Partai PPP
Tentang Kisruh Partai Golkar
Tentang Heboh exis ISIS
Juga semilyar tentang Kasus Kisruh lain



                          (gambar: jokowihok.blogspot.com)
 

Semua karena kita hilang moral jujur
Entah kemana moral jujur kita abai?
Entah kemana moral jujur kita lalai?
Entah kemana moral jujur kita gadai?
Bukankah sangat memprihatinkan?
Ketika Ahok justru dielu karena jujur
Apa hebatnya jujur?
Bukankah itu dasar moral kita?
Sebagai salah satu pembeda
Pembeda sebagai manusia
Atau kita sudah bukan lagi manusia?
Atau kita sedang transformasi?
Jadi spesies mahluk baru?
Tidak punya malu walau penipu
Sungguh itu membuatku pilu

 

Usahawan Industri rumahan ditangkap Polisi
Penjual "gorengan" campur plastik agar awet renyah
Pembuat mie basah, kikil, rambak 

Minuman warna-warni, Ikan asin pemutih
Baso tikus, daging sapi oplos babi hutan
Masih banyak tapi tidak ingat lagi
Gunakan formalin, pemutih, pewarna textil ...
Pembuat mie sudah berpuluh tahun lakukan
Lalu apa jawab ketika di introgasi
Utarakan jawab dengan nada tanya
Pembuat mie mana tidak serupa dengannya?
Sungguh miris .....
Bukankah semua sangat jelas terlihat?
Mereka semua bodo amat akibat
Penting kaya raya sendiri
Berlindung dibalik keluguan
Berpura tidak paham akibat
Tapi dilakukan dengan sembunyi
Bukankah itu kontradiksi?


Lebih rancu kisruh APBD DKI
Ahok bak Pendekar Mabuk cerita silat
Adu pernyataan mengumbar wacana
Mabuk geregetan rasa kebangetan
Jengkel adanya anggaran siluman
Mengungkap bejat anggaran konyol
12 triliun rencana anggaran disusupkan
Ajang korupsi gila-gila-an
Lebih 40 triliun dalam tiga tahun
Lupa logika anggap Ahok terus bodoh
Sukses rampok UPS tahun lalu diulang
Milyaran anggaran UPS diselundupkan  

30 Milyar anggaran buat buku trilogi Ahok
Itu peruntukan nilai anggaran tidak waras
Anggaran sosialisasi pemahaman SK-SK Gebernur
Ahok disposisi "Pemahaman Nenek Lu !!"
Dan itu pembatalan anggaran fantastis
Banyak lagi selundupan anggaran konyol dan gila
Jadi salahkah banyak rakyat bela Ahok?


 


                                      (Gambar: youtube.com)

Dan aku menduga
Kisruh APBD DKI tidak akan lari kemana-mana
Karena apa?
Ahok hanya seorang diri dalam ring kegaduhan
Korupsi itu bisa terjadi karena kerja sama
Kerja sama Dewan dan Eksekutif
Ahok harus lawan orang luar dan orang dalam
Posisi Ahok sekarang tidak punya partai
Ahok bilang masih ada anggota dewan baik
Tapi itu bukan berarti akan bela Ahok
Yang baik hanya akan jadi penonton
Mau kemana lagi perkara ini?
Ke lembaga penegak hukum?
Itu setali tiga uang
Jangan-jangan Ahok akan kejeblos
Bukan pengadilan kebenaran terjadi
Tapi keberpihakan
Bukankah itu terjadi belum lama ini?
Coba hayati heboh gugatan praperadilan
Ketika Hakim menangkan si Badu
Tinggal condong ke saksi ahli si Badu
Andai Hakim ingin menangkan si Polan
Tinggal condong ke saksi ahli si Polan
Itu banyak kenyataan tentang hukum kita
Mau kekiri atau kanan, sama dianggap benar
Jadi hukum adalah alat, alat halal berpihak!
Tapi melihat gelagat
Kisruh ini tidak akan ke pengadilan
Satu persatu Dewan mulai balik badan
Salah duga tentang Ahok
Dikiranya tidak "segila" itu
Ternyata Ahok lebih "gila" dari orang gila
Modal Ahok hanya kejujuran
Jujur menerbitkan yakin kebenaran
Kebenaran menerbitkan keberanian
Lalu kalau jujur-benar-berani sudah diyakini
Ahok pun tertawakan batalnya pemanggilan Istri
Hasil setting foto ternyata tidak mempan
Gagal maneng gagal maneng Son.....
Bahkan menantang agar dirinya dipanggil
Supaya bisa telanjangi banyak Anggota Dewan
Hayo ....mau bagaimana hadapi orang "kentir"?
Jadi salahkah banyak ibu memberi bunga?
Banyak masyarakat bela bubuhkan tanda tangan
Banyak rakyat "merasa" muak Begal APBD
Begal APBD sudah setengah abad terjadi
Itulah sebab dianggap sudah wajar dan benar
Maka ketika Ahok ingin meluruskan
Ahok distempel "cina-gila-anjing-bangsat"
"Ahok bodo, tidak bisa komunikasi dengan Dewan"
Itulah sumpah serapah kebangetan
Umpatan Dewan ungkap amat sangat jengkel
Karena kelanggengan Begal APBD mau di stop
Lalu seperti biasa di Negeri ini
Tidak akan ada tuntas perkara
Semua akan berlalu begitu saja ...

 

Paparan diatas menggambarkan
Dari level bawah sampai level atas
Langkanya moral jujur diantara kita
Jadi jangan harap Negeri ini segera baik
Banyak ketidak warasan terjadi
Lupa "rasa malu" juga sangat penting
Cobalah ingat ketika nonton tipi
Dialog mantan pejabat teras
Ada mantan Wagub gagal sok pintar
Sok lebih tahu umpamakan zamannya
Padahal dulu tidak akur dengan Bosnya
Lucu, awalnya acungkan jempol ke Jokowi-Ahok
Lalu salahkan Gubernur Jokowi, sekarang Ahok
Juga ada wejangan mantan Gubernur
Tapi aku tidak mau mengulas lebih jauh
Takut kebablasan terbawa emosi
Ingin beri contoh lupa moral rasa malu
Tapi memalukan kalau sampai aku di somasi
Jadi tidak perlu dilanjutkan ya ....

 

Ketika terlalu banyak kasus tidak tuntas
Penegak hukum tidak tegas jadi wasit
Juga tidak adil dengan memihak
Maka Negeri ini tidak akan menjadi baik
Kasus Novel Baswedan ajang tarik ulur kebutuhan
Masih banyak lagi permainan kasus ...
Apa khabar Obor Rakyat?
Apa khabar Rekening Gendut?
Apa khabar Century?
Apa khabar BLBI?
Apa khabar Tragedi Mei '98?
Semilyar apa khabar andai ada catatan
Semua seolah beres
Tak dengar hukuman berat terlaksana
Itu sebab siklus itu akan terulang lagi
Dan lagi .......
Sangat sedikit kasus benar tuntas
Semburat jelas gambar kebobrokan kita



                         (Gambar: tempo.co)

Menurutku .....
Kalau masyarakat suatu Negara baik
Pasti penegak hukumnya baik
Utama Polisinya!
Jadi kalau ingin masyarakat baik
Mutlak Polisi harus baik terlebih dahulu
Baiknya Polisi adalah JUJUR-TEGAS-ADIL
Tapi, Jujur-Tegas-Adil adalah satu kesatuan
Dan kata Gusdur, Polisi jujur kita hanya tiga
Dan aku tidak menilai Polisi kita
Tapi ikut merasakan
Seperti yang pembaca juga rasakan....
Lalu melihat kenyataan Negeri ini sekarang
Sungguh sangat memprihatinkan bukan?
Tidak mungkin menegakkan aturan
Kalau penegak aturan sendiri tidak tegak
Rekayasa kasus itu tabungan kebobrokan
Terima suap itu tabungan dusta
Ketika bobrok dan dusta menggunung
Jadilah kita seperti sekarang
Negeri ini butuh sejuta Hoegeng dan Ahok!?
Yang takut membohongi diri sendiri
Karena percaya Allah tinggal dalam dirinya
Jadi masihkah kita mengaku lebih beragama?
Merasa lebih mulia dari pemeluk agama lain?
Kembalikan moral Jujur dan rasa malu
Maka Allah akan usir Setan dalam dirimu.
.

(SPMC SW, Blogspot, Maret 2015)

.

Notes:
Maaf kalau ada yang tersinggung atas Puisi yang ngelantur ini, tapi itulah ungkapan hati versi kaca mata saya, kalau ada yang benar tersinggung, anggaplah sebagai kritik, tapi tetap, sekali lagi maaf.

.

-------------------
Artikel-artikel saya terkait AHOK:
-------------------
.
"(GUBERNUR AHOK itu) ANJING - BANGSAT - BEGO!!!"
.
 
http://t.co/epEEUDSsle
.
--------------------
.
"SETELAH SERING URAK'AN, SEKARANG AHOK MBALELO!"
.
 
http://t.co/fvcuJ3ImjQ
.
-------------------
.
"PLEASE AHOK, KEEP RAHASIA JOKOWI TERLIBAT KORUPSI BUS KARATAN....."
(kiamat kami nanti .....)
.

http://t.co/mttGyYofru
.
-------------------
.
"KUPAS 1001 MACAM DOSA JOKOWI PADA HARI ULTAH AHOK"
.
 
http://t.co/2Lf9t8UJHO
.
------------------
.
DI MK ADA CERITA AHOK DAN AMOK MASSA
.

http://t.co/LxsjeR0oX7
.
------------------------
.
WASIAT AHOK : "MATI ADALAH KEBERUNTUNGAN"
.
 
http://t.co/S2zIEIDMEA
.
-------------------------
.
SAYA NEMU BOROK KENAPA JOKOWI & BASUKI DICACI-MAKI DAN DIBENCI
.
 
http://t.co/o0haiNgV7l
.
-------------------------
.
KEGALAUAN PAMONG PRAJA JAKARTA KARENA ULAH JOKOWI & BASUKI
.

http://t.co/pVBjy9RXa2
.
--------------------------
.
RAHASIA UNIK ||  TERNYATA GUBERNUR DKI MEMANG TIDAK BECUS!
.

http://t.co/a13QeOIlJC
.
--------------------------
.
MENGUNGKAP DUKUN & SUHU PEMBERI MANTRA KEHEBATAN Jokowi & Ahok
.
 
http://t.co/YupJH4XWBV
.
------------------------------

.
SENSITIF || "AHOK MUSLIM SEJATI BERJUBAH NASRANI"
.
 
http://t.co/VyRkfTmzgo
.
--------------------
.
BASUKI, Selain KRISTEN, CINA Lu !
.
 
http://t.co/0duYoZiEvW
.
--------------------