Sunday, January 1, 2017

"SUGESTI PENJARA OTAK KITA"

"SUGESTI PENJARA OTAK KITA"
.
Opini Nekad ala #SPMC Suhindro Wibisono
.
Ketika sekitar 3,5 dasa warsa yang lalu bokap saya tanya penjual gulai kambing yang sedang lewat didepan rumah "Kang otakmu masih ada", pedagangnya tidak marah dan nyantai saja menjawab masih dan berhenti melayani. Itulah candaan tahu sama tahu ala kampung saya era waktu itu, jangan ditiru ya.
.
Tahun 2016 sudah berlalu, malam tadi dirayakan begitu meriah, detik-detik berlalunya waktu bahkan dihitung dengan heboh, dirayakan dengan saling bersulang, ada yang menyulut kembang api juga petasan, cepika-cepiki sesama teman, semua hura-hura merayakannya .....
.
KENAPA? Bukankah itu semua hanya masalah pikiran manusia saja? Tertanam didiri kita "rasa" semuanya itu, rasa berbeda, rasa berlalunya tahun 2016 dan diganti 2017, padahal bukankah siklusnya ya sama saja, tiap hari ya waktunya berlalu seperti biasa, siklus alamnya sama saja, bukankah manusia sendiri yang memberi angka-angka 2016, 2017 itu?
.
Itulah luar biasanya pikiran manusia, begitu juga ketika Anda sedang jatuh cinta. Semua hal memang ditentukan oleh pemikiran, otak yang bekerja disana, maka sampai detik ini, saya blom pernah dengar ilmu kedokteran bisa mengganti otak manusia, kalau ganti hati masih pernah kita dengar, dan tebak'an saya kok memang otak manusia itu tidak bisa diganti secara fisik. Karena kalau otak manusia itu diganti dengan otak manusia yang lain, orang tersebut jadi identitasnya menjadi siapa? Menjadi yang punya otak, menjadi yang punya tubuh keseluruhannya, atau menjadi bagian dari keluarga yang membiayai operasinya? Jadi ketika banyak orang berlaku tega, dan dijuluki "tidak punya hati", atau tidak punya perasaan, itu sebetulnya hanya perumpamaan saja, karena sebetulnya itu semua merujuk ke otak-otak juga.
.
Dan karena ulah otak kita juga maka segala permainan rasa juga sangat mempengaruhi hidup kita. Ketika dulu waktu kecil saya tidak suka daging, juga kenyataanya keluarga tidak mampu beli daging, bahkan ingat saya potong ayam itu hanya pada hari-hari besar saja, tapi beruntung saya masih suka ikan laut, dan karena kebetulan kami tinggal di kota pesisir pantai, ikan laut lebih murah dari pada daging ayam atau daging sapi. Lalu ada juga anak(keponakan sepupu) yang saya kenal tidak doyan daging dan ikan, hanya makan tahu tempe, sayur dan maksimal telor ayam. Lalu kita semua dicekok'i info bahwa orang tersebut akan kekurangan gizi, tidak akan pandai, dan banyak hal negatif lain. Lalu ortunya terpengaruh dan menjadi khawatir akan perkembangan anaknya, padahal anaknya tidak apa-apa dan biasa saja, juga berkembang seperti anak-anak lain, tidak sakit-sakitan, bahkan tubuhnya cukup proporsional. ITULAH PENJARA PIKIRAN.
.
Padahal sekarang kita malah disodori info ternyata vegetarian itu sangat baik untuk kesehatan manusia, juga untuk bumi. Jadi apa yang kita anggap benar saat ini, belum tentu akan tetap benar untuk masa yang akan datang. Dan itu sudah sangat sering terbukti, sama seperti andai kita hidupkan lagi orang yang meninggal dunia dua abad yang lalu, lalu kita cerita bahwa ada orang yang datang dari bulan, pasti kita dianggap gila. Hanya orang-orang mati yang tidak pernah merubah setiap pendapatnya, mustahil orang selalu benar dalam semua hal. Kalau toh kenyataannya saat ini orang tersebut terlihat (tampaknya) selalu benar, bukankah sebagai manusia itu dihitungnya semenjak lahir sampai dengan meninggal? Kalau mau lebih baik, memang nasehat "pikirkan setiap hal yang ingin diucapkan, tapi jangan ucapkan semua hal yang dipikirkan" itu adalah benar adanya, dan hal itu akan meminimalisir kesalahan yang kita lakukan, selain tentu saja tidak mudah pikun. Segalanya akan menjadi terbiasa dan tanpa beban kalau kita berkehendak melakukannya, jadi jangan dianggap memikirkan hal-hal yang mau diucapkan itu sesuatu yang mustahil.
.
Saya tutup artikel saya ini dengan pendapat, ketika kita terbiasa memikirkan setiap hal yang mau diucapkan, selain bonus tidak mudah pikun, bonus lainnya adalah biasa berpikir kritis, dan efek dominonya adalah berani berlogika yang berbonus lagi tidak mudah diombang-ambingkan pendapat orang-orang karena kritis dan memikirkan logikanya. Maaf kalau Anda tidak paham, karena memang saya bukan ahlinya, saya hanya menulis berdasarkan rasa saya saja. (#SPMCSW, Minggu, 1 Januari 2017)
.
.
Sumber gambar:
Pulsk

Saturday, December 31, 2016

"SIAPA TERSESAT AGAMA SESAT?"




"SIAPA TERSESAT AGAMA SESAT?"
.
Opini Logika Sensi #SPMC Suhindro Wibisono.
.

Di habitat aslinya, ikan teri selalu mengelompok dengan ikan teri, begitu juga dengan ikan cakalang, ... Hyena juga suka mengelompok, kelelawar, burung walet, burung gelatik, belalang, .... Kalau manusia, mengelompok berdasarkan tabiatnya, profesinya, hobinya, "rasanya" ..... Maling sering bersekutu untuk malakukan aksinya, copet, perampok juga begitu .....
.
Manusia punya jiwa, roh, aura, kharisma, nurani, etika, empati, rasa, pendapat, itulah yang membedakan dengan binatang. Orang-orang "pandai" ada yang dapat berkomunikasi dengan orang pandai lain melalui "empati tele wicara rasa", seolah cocok, lalu mereka merasa sreg berteman, orang-orang berilmu kebatinan itu mengelompok tersendiri seolah batin mereka dapat berkomunikasi, dan mungkin saja benar berkomunikasi karena kita sebagai awam tidak paham bagaimana mereka berkomunikasi.
.
Dukun jahat, dukun santet, berarti bisa komunikasi juga dengan roh-roh jahat agar santet dan kejahatannya dapat terlaksana bukan? Dan dukun jahat, dukun santet itu berarti juga mempunyai nurani jahat sesuai dengan profesinya. Sama seperti orang baik menilai perampok, apa mungkin orang baik menilai perampok itu baik? Kecuali mungkin mereka saudaranya.
.
Orang yang belajar apapun akan terpengaruh dengan yang dipelajari itu. Bahkan sangat mungkin menjiwainya sehingga terbentuklah karakter atau bahkan menjiwai sesuai dengan apa-apa yang dipelajari itu. Didikan akan mempengaruhi jiwa seseorang, sapta marga prajurit juga akan mempengaruhi prajurit itu sendiri, doktrin komunispun juga begitu ......tapi tetap ada saja yang desersi, mbalelo bukan?
.
Dari semua doktrin tentang ajaran, yang paling hebat merasuki diri manusia adalah ideologi agama, manusia bisa rela melakukan apapun juga demi agamanya. Tapi hal itu biasanya terjadi pada agama-agama yang tidak rasional, yang tidak bermuatan kebenaran universal, "AJARAN AGAMA YANG DISESATKAN", atau ajaran yang sejatinya bukan ajaran Tuhan tapi dianggap ajaran Tuhan, bisa juga salah mempelajari agamanya. Karena Tuhan adalah kebaikan dan hantu (setan) adalah kejahatan, jadi ajaran apapun itu yang tidak bertujuan menjadikan manusia menjadi lebih baik, pastilah itu ajaran sesat, ajaran jahat, ajaran hantu, dan pasti bukan ajaran Tuhan. Tuhan tidak mungkin mengajarkan kejahatan, karena kejahatan itu sendiri adalah wilayahnya hantu (setan/iblis).
.
Kenyataannya bukankah selalu ada orang baik dan orang jahat disemua agama? Karena agama itu banyak menyangkut wilayah tafsir, itulah akar masalah juga. Andai semua menyadari bahwa apapun tafsir yang kita persepsikan atas isi kitab suci, jika tafsir itu bertujuan negatif, mencelakai manusia lain, menjahati orang lain apapun agamanya, juga termasuk memperburuk keadaan bumi, maka harusnya menganggap bahwa kita telah SALAH menafsir isi kitab suci itu.
.
Jika ada ayat kitab suci tidak bisa ditafsir positif, dan memang maknanya membenarkan orang melakukan hal negatif, saya curiga itu bukan ajaran Tuhan, tapi ada penyusupan ajaran hantu dalam kitab suci oleh oknum manusia. Tafsir itu sudut pandang sesuai kacamata kita, contohnya pisau adalah baik jika digunakan dokter untuk melakukan bedah guna penyembuhan penyakit, dan jahat jika digunakan untuk membunuh. Jadi ayolah kita tetapkan bersama mulai saat ini, apapun tafsir kita tentang kitab suci kita, jika kita menafsirkan negatif, merugikan manusia lain dan juga merusak bumi, maka kita harus segera sadar bahwa kita telah salah tafsir, atau jika kita dengar dari kotbah, artinya kita sedang disesatkan oleh sang pengkotbah! Hanya penyesat yang mengajak ummat untuk memusuhi ummat manusia lain, bahkan memprovokasi agar ummat melakukan jihad dan rela mengorbankan jiwa untuk membela Tuhan. HATI-HATI DAN TOLAK SAJA.
.
Menurut rasa saya, ajaran Tuhan yang benar seharusnya menghasilkan kebaikan, lebih banyak menghasilkan manusia-manusia menjadi welas asih, itu artinya manusia yang TIDAK EGOIS. Jadi memang EGOIS adalah awal segala macam masalah. Pribadi maupun kerumunan atau kelompok manusia egois sering ditampilkan dengan prilaku beringas, brutal, merasa benar sendiri, melawan aturan umum, bahkan tega menyakiti manusia lain untuk melampiaskan sifat egoisnya. Semakin beringas atau semakin negatif perbuatan pribadi atau kelompok mereka, menggambarkan semakin egois. Kelompok egois pastilah semuanya egois, karena memang manusia cenderung akan mengelompok sesuai sifatnya dan lain-lain yang dibahas pada awal-awal tadi, jadi bayangkan betapa lebih egoisnya pemimpin kelompok yang dikategorikan bringas dan egois tersebut. Bukankah pemimpin biasanya melebihi yang dipimpin? Hitler, Sadam Husein, Idi Amin, Dimas Kanjeng, adalah contoh manusia-manusia "tega", karena itulah juga sifat yang mendukungnya untuk menjadi pemimpin kelompoknya. Hebatnya ternyata manusia punya keistimewaan untuk dapat sadar, tobat atau insyaf, tapi sayang tidak banyak.
.
Seperti yang pernah saya tulis di artikel lain, kalau mau menilai suatu ajaran itu baik atau tidak, ya nilailah hasilnya. Walau memang mustahil suatu ajaran menghasilkan seratus persen manusia baik semua, karena sangat banyak sifat dasar manusia yang memang sudah tidak baik dan menetap pada diri manusia itu, maka apapun ajaran agamanya belum tentu dapat menghilangkan sifat tidak baik itu, apalagi jika masih ditambah mendapat ajaran yang disesatkan, bisa dibayangkan bagaimana hasil kejahatannya.
.
Egois pada manusia juga didukung oleh hilangnya ajaran tradisional yang bermula pada keluarga lalu lingkungan. Tradisi rukun, guyub, tepo seliro, toleran, saling tolong, kejujuran, dan lain-lain yang bersifat baik, doeloe sangat terasa di negeri ini, lalu kini seperti sesuatu yang langka. Untuk ukuran budaya, tradisi, etika, itu adalah sesuatu yang sangat cepat perubahannya pada bangsa Indonesia. Ketika melihat koruptor tidak punya malu, itulah ukuran kenyataan yang sangat benderang hilangnya tradisi baik di negeri ini. Dan yang paling ngenes justru ajaran agama tampak paling dominan memberikan sumbangan kearah negatif itu. Dengan dalih menjaga kemurnian agamanya, lalu mengkotak-kotak'kan masyarakat yang majemuk menjadi merasa lebih benar jika batasan kotak-kotak itu dipertegas. Dan hebatnya justru merasa yang lebih benar, lebih pas dengan agamanya, yang berarti selama ini sebelumnya dianggap salah kaprah.
.
Kalau surga akherat belom pasti karena blom ada yang membuktikan dan bisa mengabari kita, kenapa kita tidak menggapai surga dunia dahulu? Surga dunia itu adalah "tidak egois, jujur dan tidak menyakiti orang lain serta berpegang kebenaran universal bukan kebenaran sendiri maupun kelompoknya saja." Kalau Anda menganggap harus kaya untuk menggapai surga dunia, ya silahkan saja. Atau ada yang menganggap harus pandai, harus punya kekuasaan, harus jadi pemuka agama, harus punya istri 7, harus apa saja baru merasa menggapai surga dunia, silahkan! Asal tetap ya itu, "tidak egois, jujur dan tidak menyakiti orang lain, serta menjunjung kebenaran universal."
.
Banyak alibi dengan pernyataan kurang lebih begini: "Ajaran kita sudah baik, kitab suci kita paling sempurna, paling benar, paling rasional, itu kan diselewengkan oleh OKNUM maka menjadi tidak baik, disesatkan. Mereka sebetulnya bukan beragama sama dengan kita. ....." Apakah dengan melempar ke OKNUM urusan menjadi selesai dan kita merasa terbebas dari citra negatif itu? Bagaimana kita mengingkari mereka tidak seiman dengan kita jika cara ibadahnya serupa dengan kita, dan merekapun juga menyatakan beragama sama dengan kita, mengakui junjungannya sama dengan kita, bahkan kitab sucinyapun mengaku sama dengan kitab kita? Menilik pengalaman dibanyak negara, bukankah apa yang kita bilang (kelompok)oknum itu jika kuat dan perkasa juga akan memusnahkan siapa saja yang tidak setuju dengan mereka? Jadi apakah kita harus pasrah dan membiarkan mereka berkembang biak dengan cukup menudingnya sebagai "oknum" saja? Kalau agama kita disesatkan, dan itu sangat mencederai kemanusiaan, lalu begitu banyak juga yang diam-diam mendukungnya, baik mendukung pendapat maupun mendukung dengan cara pendiaman, tahu pura-pura tidak tahu karena sebenarnya menyetujui, sebetulnya apakah itu bukan karena memang ajaran yang memang bisa ditafsir begitu? Bukankah sangat nyata bahwa pelaku yang berniat melakukan bom bunuh diri tidak pernah tidak ada? Pernah lihat pemberitaan pemakaman tokoh teroris, begitu banyak yang mengelu-elukan dan dianggap pahlawan agamanya, lalu kita dengan enteng melempar semua hal itu kepada "oknum", ADA APA SEBENARNYA?
.
Oyolah ikut aktif peduli, peduli kepada bangsa dan negara dengan cara apa saja, tapi jangan dengan cara hanya melempar tudingan kepada si "OKNUM", dan artikel ini adalah juga bentuk kepedulian saya mengingatkan kita semua untuk mewaspadai lingkungan kita masing-masing, termasuk mencermati tempat ibadah kita masing-masing jika ada kotbah yang menjurus kepenyesatan, kotbah mengajak ummat menganggap jahat manusia lain apalagi sampai menganjurkan ummat untuk melakukan kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Waspadalah karena itu semua adalah kotbah ajaran hantu, bila perlu rekam dan sebutkan datanya siapa pembicaranya, kapan dan dimana lokasinya, bantulah pemerintah menjaga ketentraman negara kita ini, karena itu juga termasuk membantu agama kita yang bermaksud disesatkan oleh tokoh pengkotbah. Kalau kita melihat penyesatan itu dan tidak mau melakukan apa-apa, bukankah artnya kita juga bagian dari mereka walau ada dikelompok cuek?
.
Maaf artikel ini sangat panjang, artikel terakhir saya untuk tahun 2016, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, juga mohon maaf kalau selama tahun 2016 saya sudah banyak membuat artikel yang kurang berkenan, saya menyadari artikel saya memang banyak sentilan-sentilannya, dan itu bukan tidak disengaja, tapi saya bermaksud untuk agar banyak yang peduli, peduli dan juga ikut bertanggung jawab atas kebaikan bangsa dan negara ini melalui peran kita masing-masing sebagai bagian dari warga bangsa itu sendiri.
.
Selamat Tahun Baru, semoga selama tahun 2017 kita semua akan banyak mendapatkan kebahagiaan. GBU all. (#SPMCSW, Sabtu, 31 Desember 2016)
.
.
Sumber gambar:
RAIH STAR BLOG
.
.

Wednesday, December 28, 2016

"MEMAHAMI TUHAN JADI INGET GOOGLE"


"MEMAHAMI TUHAN JADI INGET GOOGLE"
.
Sepintas Opini ala #SPMC Suhindro Wibisono
.
Siapa bilang Tuhan tidak ada? Tiap pribadi punya pengalaman masing-masing terhadap Tuhannya, tergantung diri sendiri untuk mengenal Tuhannya itu sendiri. Dan Tuhan biasanya selalu hadir dalam ketulusan waktu Anda mencarinya.....
.
Imanlah yang paling efektif untuk mempertemukan Anda dengan Tuhan Anda sendiri ....
.
Kalau ada yang mempertanyakan bahwa seolah saya sedang berpendapat bahwa Tuhan ada banyak sebanyak jumlah manusia itu sendiri, Anda tidak salah ...... tapi Tuhan adalah juga Esa, lalu bagaimana memahaminya .....
.
Sama memahaminya seperti program google, hanya share(sharing) saja, dan saya tidak menyamakan bahwa Tuhan itu setara google lho ya ..... biasa suka dipleset-plesetkan tuduhannya....
.
Karena sejatinya Tuhan telah meniupkan/menyematkan roh ketuhanan pada setiap kehidupan manusia, itu sebab napa dibilang Tuhan ada dimana-mana, ya karena yang menyatakan ada dimana-mana.
.
Tuhan itu hakikat yang bisa mandiri menyertai manusia, tapi tetap Esa, dan yang saya maksud mandiri adalah tergantung dari iman manusia itu sendiri untuk mempercayainya dan berkomunikasi dengan Tuhannya masing-masing. Jadi maksudnya adalah pada saat bersamaan detik ini misalnya, sangat mungkin seseorang merasa berjumpa dengan Tuhannya, tapi ada orang lain juga sedang berjumpa dengan Tuhannya, itulah yang saya maksud kemandirian itu, kemandirian yang menepis anggapan bahwa Tuhan ada banyak. Maaf kalau ngawur, pan saya bukan ahlinya, saya hanya menulis menurut rasa saya saja, dan artikel pendek ini sangat singkat saya tulis, tercepat yang pernah saya buat. Sekali lagi maaf kalau salah kaprah. (#SPMCSW, Rabu, 28 Desember 2016)
.
.
Berikut video kesaksian Andy F. Noya yang saya dapatkan dari cari via google juga.

Tuesday, December 27, 2016

"MINTAKAN FATWA PADA MUI"

"MINTAKAN FATWA PADA MUI"
.
Opini Sensi ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
"Fatwa itu untuk ummatnya sendiri, ngapain orang luar kepo? Kalau mereka menolak saudara seiman kita untuk menjadi pemimpin dinegara antah berantah sono karena alasan tidak seiman, kita juga diem saja. Lalu kenapa kok sekarang mereka jadi rese kalau kita menolak kafir jadi pemimpin? Sehat atau tidak? Sudah sangat jelas bahwa memilih kafir jadi pemimpin itu haram hukumnya, janganlah jadi imam yang menyesatkan ummat, titik titik titik ..."
.
Itulah kurang lebih tausiah yang pernah aku dengar dari beberapa video pendek yang beredar, aku katakan "kurang lebih" karena memang aku tidak menyalin lengkap apa pernyataan yang tausiah, aku hanya pernah dengar sudah lumayan lama dari beberapa video yang berseliweran dan mampir di WA, jadi ya mustahil dapat menuliskan dengan tepat, bahkan siapa yang menyatakan saja aku juga tidak ingat lagi. Tapi menurut Anda apakah paragraf pertama artikel ini menurut pean adalah fitnah? Apakah pean tidak sering dengar atau baca hal senada itu entah dimanapun dalam keseharian kita, utamanya di dumay dimana kita sering berinteraksi ini? Maaf kalau aku dianggap ngigau, tapi sunguh aku tidak bermaksud fitnah.
.
Jika yang tausiah itu benar, artinya Gus Dur yang ngawur, karena aku pernah dengar Gus Dur bilang boleh memilih non muslim untuk pemimpin pemerintahan. Jadi piye menurut pean? Kalau hal yang begitu sering menimbulkan polemik saja para imamnya tidak bisa bersepaham, maaf aku boleh tanya, apakah ajarannya memang suka melihat kekisruhan yang sering terjadi karena hal itu? Apa tidak berpotensi membenturkan ummat diakar rumput kalau hal itu didiamkan? Siapa pemimpin ummat tertinggi yang bisa dianggap paling mumpuni untuk dimintakan pendapatnya guna menengahi hal itu? Bukankah MUI mbak/mas bro? Bagi yang tidak paham siapa Gus Dur yang aku maksud, mintalah tolong Google untuk kasih tahu, tapi aku yakin semua pembaca pasti sudah paham siapa Gus Dur, itulah sebab tidak perlu aku terangkan.
.
Tapi apakah imam yang menyatakan "haram" itu lupa bahwa NKRI bukan berdasarkan agama? Apakah imam itu lupa bahwa pemimpin pemerintahan bukan imam dalam agama? Aku harus tanya siapa? Jangan ada yang nyeletuk tanya pada rumput yang bergoyang ya, tar dikira nyontek lagunya Ebiet.
.
Sebetulnya, bukankah polemik soal haram atau tidaknya memilih "kafir" sebagai pemimpin pemerintahan di negeri ini itu sudah sangat lama terjadi? Lalu kenapa didiamkan dan justru terlihat dinikmati, kenapa saya bilang dinikmati, karena itu adalah pemandangan yang masif dan sudah sangat ceto welo-welo, bukankah kalau benar tidak bermaksud untuk menikmati, dan agar tidak selalu menjadi polemik, kenapa tidak: "MINTAKAN FATWANYA SAJA PADA MUI." Simpelkan? Monggo kalau ada yang berani memintakan fatwa, kita saksikan agar kita semua juga tahu bahwa MUI benar mengeluarkan fatwa tanpa ada pertimbangan lain selain pertimbangan keagamaannya. BERANI MUI?
.
Maaf kok aku sudah begitu panjang tapi malah blom membahas awal kalimat artikel ini, "Fatwa itu untuk ummatnya sendiri, ngapain orang luar kepo?" Apakah benar begitu adanya? Keponya itu bagaimana ya? Lalu ada berseliweran meme didumay, isinya kurang lebih gini: "Waktunya puasa diminta menghormati yang tidak puasa ; Waktunya natal disuruh toleransi yang sedang merayakan natal" Apakah benar begitu kenyataannya? Karena menurut sudut pandangku, aku bacanya gini: Puasa itu kan pean yang diharuskan puasa oleh ajaran pean, lalu yang tidak puasa disuruh bagaimana lagi? Diharuskan ikutan puasa juga? Apa engga aneh? Puasa itu kan harusnya juga bermaksud menahan godaan, padahal para pedagang makanan juga sudah lebih menutupi tempat dagangannya dibanding hari-hari biasanya bukan? Yang masalah adalah adanya ormas sangar sewenang-wenang sweeping maksain warung/resto pedagang makanan harus tutup!
.
Lalu soal natal, minta toleransi bagaimana ya maksudnya? Adakah ummat kristiani ngemis-ngemis minta diberi ucapan selamat natal misalnya? Yang masalah adalah adanya ormas sangar sewenang-wenang sweeping dengan dalih mau periksa saudara seimannya apakah dipaksa pakai pernak-pernik atribut natal atau tidak? Ini paling lucu, karyawan publik ya pakai pernik sesuai musimnya mbak/mas bro, kalau dipaksa ikutan ibadah kristiani, itu baru boleh kita kecam rame-rame, dan aku juga mau ikutan mengecamnya. Kalau pean dalihnya mengawal fatwa MUI, lalu apa toh makna sesungguhnya dari fatwa? Terus kenapa ormas begitu repot dan gaduh sweeping segala, apa memang itu tugasnya ormas? Pemaksaan memang melanggar HAM dan tidak boleh, silahkan melaporkan jika mengalami "pemaksaan", tapi memahami tugas pelayanan publik, bukankah sudah seharusnya non partisan? Non partisan yang aku maksud di sini bukannya tidak beragama lho ya, hanya netral selama tugas saja. Ingat, yang termasuk tugas pelayan publik itu juga termasuk dokter, pilot, polisi, sopir angkutan umum, dan lain-lain, bagaimana kalau lama-lama semua diktotak-kotakkan harus sesuai dengan imannya, awalnya apa yang tampak luarnya, lalu kemudian harus sesuai imannya, dan bolehnya hanya melayani yang seiman saja. Mungkin aku dianggap lebai, tapi bukankah sebelumnya fatwa tentang seragam bagi pelayan publik sesuai musim itu juga tidak ada, lalu sekarang menjadi ada.
.
Kalau boleh kritik yang keluarkan fatwa, kenapa keluarkan fatwa yang justru potensi dilanggar oleh ummatnya sendiri? Ketika saya melihat gambar foto Kapolri pakai topi santa, juga melihat anak buahnya patroli pakai topi santa, terus bagaimana yang mengeluarkan fatwa tersebut menyikapinya melihat itu semua? Tidak tahu ya? Beberapa musim natal yang lalu dan sampai saat ini juga polemik tentang boleh atau tidaknya ummat muslim memberi ucapan selamat natal pada ummat kristiani? Mungkin ada ulama yang menyatakan "boleh" juga ada ulama menyatakan "tidak", lalu kenapa polemik itu juga seolah dipelihara? Apakah sengaja agar akar rumput ummat selalu kisruh? Monggo ... "MINTAKAN FATWANYA SAJA PADA MUI." Simpelkan?
.
Jadi menurut kacamataku, polemik musim natal dan polemik musim puasa bukan karena mayoritas yang diminta bertoleransi, tapi karena ada sekelompok ormas yang sweeping seolah merasa paling berkuasa, padahal bukankah sweeping seharusnya tugas aparat negara? Sedang mengenai akar masalah, apakah boleh ummat muslim memberi ucapan selamat natal, ucapan selamat tahun baru, ucapan selamat imlek, juga ucapan-ucapan lain, ditambah boleh tidak "kafir" menjadi pemimpin pemerintahan? Agar jelas, "MINTAKAN FATWANYA SAJA PADA MUI" Simpelkan? (#SPMCSW, Senin, 26 Desember 2016)
.
.
CATATAN:
Maaf bagi yang kurang berkenan dengan artikelku ini, karena itu semua hanya menurut pendapatku.
.
Met NATAL bagi mereka yang merayakan, dan blom baca artkelku sebelumnya yang juga sudah memberikan ucapan Met NATAL.

Met TAHUN BARU 2017 bagi semua yang boleh menerima ucapan selamat tahun baru, double engga apa-apa ya?
GBU all ......(SW)
.
.
Sumber gambar:
satuislam .org

Thursday, December 22, 2016

"NATAL KOTAK-KOTAK"

"NATAL KOTAK-KOTAK"
.
Desember adalah aroma natal
Itu kenyataan juga di mancanegara
Bahkan juga di negeri komunis
Globalisasi tak bisa dihindari
.
Di negeri ini justru menuai kontroversi
Foto di depan pohon natal diharamkan
Diskusinya sangat mengkotak-kotakkan
Mau dibawa kemana negeri ini?
.
Namanya karyawan pelayanan publik
Deket lebaran ya aroma muslim
Deket natalan ya aroma nasrani
Deket sincia ya aroma angpao
.
Kenapa baru diharamkan sekarang?
Apakah dulu-dulunya belom tahu?
Apa haram halal tergantung tanya?
Napa tidak mengacu lain negara?
.
Ketika konstitusi negeri diadu kitab suci
Kitab suci hanya untuk ummatnya
Konstitusi untuk semua warga negara
Agenda apa kalian inginkan?
.
Turis mancanegara fotoria rumah ibadah
Rumah ibadah banyak macam agama
Masih ingat Obama kunjungi Istiqal
Apa itu semua bukan haram juga?
.
Negeri ini bukan negeri agama
Iman itu di sanubari bukan ada di pernak-pernik
Agama bukankah harusnya jadikan guyub?
Napa justru ingin mengkotak-kotakkan?
.
Kalau mayoritas ingin bagi-bagi negeri
Mau buat negara federal seperti Amerika
Atau daulat merdeka masing-masing
Ayolah konsensuskan saja
.
Agar negeri ini tidak selalu gaduh
Habiskan energi dan buang waktu
Karena menjadikan negara agama
Pasti terjadi perpecahan juga
.
Kalau tidak setuju dan tetap mau NKRI
Pemerintah harus berani tegas
Mencegah potensi perpecahan
Panduan konstitusi bukan kitab suci
.
. . . . . . . . . ~o0o~
.
.
Puisi Galau Negeri ala #SPMC Suhindro Wibisono
Jumat, 23 Desember 2016.
.
Met Natal 2016
Met Tahun Baru 2017
GBU all

.
.
Sumber gambar:
id.aliexpress .com

GALAU TAPI BELUM RISAU


"GALAU TAPI BELUM RISAU"
.
.
Opini Galau #SPMC Suhindro Wibisono
.
Waktu mareen ituu...dengerin wawancara dari radio Elshinta, yang menggelitik adalah pernyataan dari yang diwawancara, bahwa muslim yang foto didepan pohon natal itu haram. Alasannya karena itu bisa ditafsirkan bahwa yang foto seolah identik bukan muslim, karena pohon natal adalah termasuk pernak-pernik agama lain dan sangat identik bukan islami. (tidak menyebut langsung nasrani/kristen) hhhhh ......
.
Lalu kalau kalian semua lihat foto yang menyertai artikel ini, apa tafsir kalian? Apakah boleh ditafsir, siapapun yang sholat dimasjid itu menjadi haram karena didepan masjidnya sengaja dipasang (diadakan) pohon natalnya?
.
Memang foto itu sepertinya bukan ada di NKRI, dan sudah dinyatakan juga bahwa fatwa hanya berlaku untuk wilayah NKRI, justru itulah yang membuat saya tanda tanya, apakah hal-hal semacam itu yang jika terus berkembang akhirnya menerbitkan aliran islam tersendiri lagi? Maaf kalau salah "tanda tanya" dan ngelantur.
.
Tapi kalau boleh jujur tanya, mau dibawa kemana negeri ini?? Utamanya ketika mendengarkan di video yang ada di dumay, ketika konstitusi negara diadu dengan kitab suci. Apakah yang menolak konstitusi jika tidak sama dengan kitab sucinya paham, bahwa kitab suci itu ngurusi ummatnya, sedangkan konstitusi negara mengurusi semua warga negaranya yang menganut berbagai macam agama. Bukankah negara ini bukan berdasarkan kitab suci? (#SPMCSW, Kamis, 22 Desember 2016)
.
.
Sumber gambar:
Dreamers .id
.
.

Tuesday, December 20, 2016

~ ‘MET NATAL, IMANUEL ~




.
~ ‘MET NATAL, IMANUEL ~
.
.
Opini Jelang Natal ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.

BUAH MANGGA, adakah dari kalian yang tidak kenal dan paham? Boleh ya saya gambarkan bagian-bagiannya secara garis besar, terdiri dari kulit, daging buah dan biji. Adakah yang tidak setuju? Bukankah begitu standardnya? Kulit tidak bisa berdiri sendiri untuk menjadi buah mangga, begitu juga daging buah dan bijinya bukan? Biji mangga dikampung saya namanya "pelok", bacanya pe dari kata pelok seperti baca kata pepaya, pecel, petai, pedang, ... (just info).
.
Tuhan, ada yang menyebut "Dzat" , tidak bisa digambarkan, tidak berbilang, tidak menyerupai apapun, bahkan ada yang pernah mengutarakan tidak tertampung oleh wadah apapun(?), dan banyak lagi mereka memberi definisi, tapi juga banyak yang menyatakan bahwa Tuhan punya kemampuan tak terhingga, tak terbatas, sampai ada sebutan 99 nama untuk mewakili Tuhan yang serba Maha itu. Walau kita susah membayangkan bahwa Dzat dapat mencipta alam semesta dan semua kehidupan, ayolah kita berusaha memahami pemahaman mereka semua tentang Tuhan, yang terpenting bukankah tujuan baiknya?
.
Lalu bolehkah saya tanya, “APAKAH TUHAN TIDAK MAMPU” menjadikan bagian dari diriNya menjelma menjadi manusia untuk membimbing atau mengajarkan kapada ummat manusia agar mengenal "buah mangga" secara utuh itu? Atau tidak boleh mampu? Atau tidak percaya bahwa Tuhan mampu melakukan itu? Adakah cara lain yang lebih baik untuk dapat melakukan bimbingan kepada manusia selain juga menjadi manusia juga? Apa kira-kira manusia mau dibimbing binatang, atau bahkan mahluk halus? Bukankah kalian juga pernah berpendapat bahwa Tuhan tidak mungkin bisa dilihat oleh manusia? Jadi bukankah sudah betul bagian dari Tuhan menjadi manusia yang sempurna agar ummat manusia dapat lebih mudah memahamiNya? (Paham cerita dari kulit/daging/pelok untuk memahami mangga)
.
Manusia memang bukan dicipta yang pertama oleh Tuhan, ada tertulis Tuhan mencipta manusia lalu malaikat dan iblis diminta untuk bersujud, bukankah itu juga bermakna manusia lebih istimewa dari mereka? Jadi adakah makhluk lain yang lebih layak untuk menjadi guru manusia?
.
Ketika ada yang protes kenapa Tuhan harus bersusah-susah menjadi manusia untuk jadi guru manusia, bukankah Tuhan maha segalanya? Kalau kalian mau gampangnya, lalu bukankah buntutnya kenapa Tuhan harus mencipta manusia? Bukankah kalian nanti juga akan protes kenapa Tuhan menciptakan kesedihan, malapetaka, ada yang terlahir tidak sempurna dan segala macamnya? Lalu kenapa kalian tidak protes adanya perbedaan keberagaman, tapi justru begitu banyak menghakimi dan merasa benar sendiri? Apakah itu prilaku waras? Bukankah menggelikan kalau kalian menyadari bahwa adanya keberagaman itu adalah karya Tuhan lalu kalian berusaha memporak-porandakan? Masihkah kurang jelas yang saya maksudkan?
.
Bukan tanpa sebab bagian dari Tuhan lewat kelahiran sebagai mana manusia pada umumnya, karena hal itulah cara terbaik agar tidak dilakukan oleh iblis atau mahluk lainnya. Utamanya adalah dikandung tanpa melakukan hubungan badan sebagaimana Anda dan saya tercipta. Tapi proses itulah justru yang menggambarkan keillahianNya. Dan itupun juga sudah dikabarkan bukan? Karena kita saat ini tidak hidup di zaman kehidupanNya sebagai manusia, maka pernahkah tertulis dikitab suci bahwa Dia sebagai manusia pernah dikatakan punya dosa? Adakah manusia pernah dinyatakan tidak punya dosa seandainya hidup normal sampai menginjak usia dewasa? Termasuk manusia yang ditunjuk sebagai nabi sekalipun? Jadi apakah kalian tidak percaya bahwa yang menjadi manusia itu adalah bagian perumpamaan saya dari buah mangga, entah itu kulit, daging buah atau peloknya?
.
Sulitnya Anda memahami bukan tidak mungkin karena sudah tertanam dibenak bahwa tidak ada yang boleh benar selain ajaran agamaku. Dan itulah akar masalah. Padahal seandainya Anda paham satu hal saja dari apatoh makna ajaran agama sesuai kitab sucinya, itu sudah cukup membuat "dunia kita" ini nyaman untuk kita tinggali bersama. Apakah itu? Ternyata kita seringkali lupa bahwa ajaran agama A ya hanya untuk ummat A, ajaran agama B ya untuk ummat B, dan seterusnya, jadi ya jangan dicampur adukkan. Tapi yang sering saya lihat sangat kebangetan adalah ayat kitab suci A untuk mengadili ummat B atau mengadili isi kitab suci B. Maka ketika ada Imam dari suatu agama khotbah didepan ummatnya sendiri tapi menyinggung atau menyalahkan ummat agama lain walau mengutip kitab sucinya, itulah khotbah lupa ajaran agamanya dan yang tidak menghargai tetangga. KEBANGETAN!
.
Kalau mau hebat, ajaran agama apapun itu seharusnya yang penting ditekankan untuk ummatnya adalah ajaran yang tidak bertujuan menyakiti manusia lainnya, termasuk menyakiti istri/suaminya atau keluarganya. Karena ajaran Tuhan seharusnya bukan untuk saling menyakiti, karena Tuhan itu sendiri adalah kasih. Dan hanya dengan adanya kasih didunia maka kehidupan ini masih ada dan terpelihara. Bukankah dunia akan sudah lama "kiamat" andai didunia ini tidak ada kasih, karena tanpa kasih semua manusia saling berantem seperti binatang buas yang hanya mengelompok egois dan rela membunuh kelompok lainnya. Bukankah juga ada kelompok manusia yang bahkan sudah satu agama dalam wadah satu negara tapi justru kenyataan negaranya tidak aman dan terjadi saling bunuh oleh kelompok lain yang beragama sama? Apakah beragama justru menjadikan manusia semakin seperti binatang buas bahkan melebihi?
.
Jadi sekali lagi yang terpenting beragama menurut saya adalah pelajari saja dari kitab suci Anda hal-hal yang tidak menyakiti manusia lain, termasuk menyakiti pasangan Anda! Mintalah persetujuan kerelaannya untuk hal-hal yang sekiranya akan menyakiti jika Anda lakukan, jadi justru jangan menyodorkan ayat-ayat demi keegoisan Anda untuk merasa paling benar karena menurut Anda sudah sesuai dengan kitab suci. Bukankah kitab suci bertujuan mengajarkan kebaikan, bukan menyakiti, maka dalih apapun yang Anda sodorkan walau tertulis dikitab suci kalau kenyataannya menyakiti pasangan Anda, jelas Anda sudah salah tafsir kitab suci itu. Maaf, begitu rasa saya.
.
Balik kemasalah "buah mangga" sebagai upaya saya menggambarkan tritunggal, dan utamanya tentang Yesus yang memang ada karena sabdaNya, menurut saya itu membuktikan bahwa Yesus bukanlah manusia seperti kita yang terjadi karena relasi ayah dan ibu kedua orang tua kita. Dan Anda tidak harus percaya bahwa Yesus itu Tuhan seperti Nasrani menyebutnya Tuhan Yesus, karena memang ajaran agama A bukan untuk ummat B, dan seterusnya, dan kebalikanya juga. Biarkan saja kalau Nasrani salah, toh Anda tidak mungkin ikut diadili atas kesalahan itu, karena justru terjadi masalah kalau Anda menyalahkan mereka, kepo agama tetangga padahal sudah paham kitab suci tuntunannya beda. JANGAN LAKUKAN!
.
Saat ini, Rabu, 20 Desember 2016, apakah terlalu cepat kalau saya mengucapkan “SELAMAT NATAL” bagi Nasrani yang akan merayakan natalan, dan saya juga mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU 2017” untuk menyongsong tahun baru yang akan datang? Bagi mereka yang diharamkan menerima ucapan-ucapan selamat itu dari saya, abaikan saja dan anggap bukan saya tujukan untuk kalian yang diharamkan menerima ucapan selamat. Walau hanya di dumay, tapi kita masih boleh tetap berteman bukan? Maaf. (#SPMCSW)
.
.
Sumber gambar:
OLX .co .id
.
.
.
TAMBAHAN:
==========
.
Matius 1:18-25


Konteks:
“KELAHIRAN YESUS KRISTUS”


1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
.
Rasul Besar Yohanes 16:28, “bahwa Isa Al-Masih datang dari Allah (Kalimat Allah). Aku (Isa Al-Masih) datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan datang kepada Bapa.
.
Rasul Besar Yohanes 1:1, 14, “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”.
.
.

IMANUEL = Allah beserta/menyertai kita.
Imanuel = Immanuel
.
.