.
"JIKA ADA GUBERNUR LAIN DI NKRI SEHEBAT AHOK, TOLONG SEBUTKAN NAMANYA" (Suwun)
.
.
Opini & Ulasan Berita ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
.
AHOK , nama panggilan untuk Basuki Tjahaja Purnama yang adalah Gubernur
DKI saat ini, Ahok atas nama Pemprov DKI telah memutuskan hubungan
kerja dengan PT. GODANGTUA JAYA (GTJ) pengelola sampah warga DKI dan
kawasan Bantar Gebang, Bekasi tempat buangan akhir sampahnya.
.
Hebatnya, karyawan GTJ justru banyak yang ketiban pulung, karena merasa
beruntung. Banyak mantan karyawan GTJ akan dipekerjakan oleh Dinsih DKI
(Pemprov DKI) yang akan mengelola sampahnya sendiri untuk tetap bekerja
disana. Mereka biasanya mendapat gaji dikisaran 1,4 juta perbulan, dan
Pemprov DKI akan menjadikan mereka PHL (Pekerja Harian Lepas) dengan
gaji 3,1 juta perbulan mengikuti UMR DKI, plus asuransi BPJS Kesehatan
dan BPJS Ketenagakerjaan. Ahok memang Gubernur yang pro rakyat kecil,
punya nurani baik dan peka, itulah sebab yang pertama dilakukan adalah
memikirkan nasib rakyat kecil itu, pengeluaran APBD lebih hemat, tapi
justru bisa lebih banyak membayar gaji karyawan paling bawah. Siapa yang
serakah??
.
Mau tahu lagi apa dampak dari swakelola sampah yang
dilakukan Pemprov DKI melalui Suku Dinas Kebersihan DKI (Dinsih DKI)?
Akan ada penambahan nilai 'community development' dari Rp.300 ribu per
triwulan menjadi Rp. 500 ribu per triwulan, itu adalah bantuan bagi
warga sekitar Bantar Gebang yang terdampak secara langsung karena adanya
lokasi buangan akhir sampah diwilayah tersebut. Dan ada belasan ribu
warga sekitar yang menerima, padahal juga beredar gosip bahwa selama ini
yang diterima juga disunat menjadi hanya 190 ribu, semoga untuk
berikutnya tidak ada sunatan lagi uang community development itu. Biar
tidak NGENES berkelanjutan.
.
Sebelumnya, Pemprov DKI harus
membayar lebih 330 M setahun untuk pengelola sampah (tipping fee), dan
kata Ahok, dengan pemutusan hubungan kerja tersebut APBD DKI sangat
mungkin akan bisa menghemat sekitar 50 persen dari tipping fee, walau
memang harus disadari untuk awal peralihan kerja Pemprov DKI akan keluar
duit extra untuk beli alat berat yang memang selama ini adalah milik
PT. GondangTua Jaya, dan itu hitungannya kecil untuk ukuran Pemprov DKI.
(#SPMC SW, Sabtu, 23 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
news.liputan6 .com
.
====================
.
"Plus ....."
Hayo kita tunggu dan saksikan, apakah Yusril akan jadi kuasa hukum untuk
menuntut Gubernur DKI atas pemutusan hubungan kerja antara PT.
GODANGTUA JAYA dan Pemprov DKI sehubungan dengan pengelolaan sampah DKI
yang telah diputuskan untuk swakelola melalui Dinas Kebersihan DKI
(Dinsih DKI)?
.
Hebat bener Gubernur satu ini, padahal kalau
Anda tahu siapa dibalik kerajaan bisnis pengelolaan sampah tersebut, dan
yang sudah mengakar puluhan tahun mencengkram Pemprov DKI, pasti Anda
pikir ini Gubernur "edan", edan yang disenangi oleh warga DKI yang sudah
geregetan ama korupsi! Yakin pemerintahan sebelumnya dan oknum Dinsih
DKI yang lalu-lalu sebersih iklan sabun cuci? (SW)
.
( 5M ) ~ SPMC = "Sudut Pandang Mata Capung" ~ yang boleh diartikan ~ "Sudut Pandang Majemuk" || MEMPERHATIKAN kebenaran-kebenaran sepele yang di-sepele-kan ; MENCARI-tahu mana yang benar-benar "benar" dan mana yang benar-benar "salah" ; MENYUARAKAN kebenaran-kebanaran yang di-gadai-kan dan ter-gadai-kan ; MENGHARAP kembali ke dasar-dasar kebenaran yang di-lupa-kan dan ter-lupa-kan ; MENOLAK membenarkan hal-hal yang tidak semestinya, menolak menyalahkan hal-hal yang semestinya. (© 2013~SW)
Saturday, July 23, 2016
Friday, July 22, 2016
POKEMON GO, TUAI FATWA "HARAM" & TAUSIAH "JANGAN MAINKAN" !?
POKEMON GO, TUAI FATWA "HARAM" & TAUSIAH "JANGAN MAINKAN" !?
.
.
Opini Logika & Tanya ala #SPMC Suhindro Wibisono.
.
KHABARNYA Arab sudah buat “fatwa” haram untuk game Pokemon Go, sedang MUI baru dalam taraf “tausiah” yang mewacanakan negatif untuk game tersebut. Game Pokemon Go memang sangat beruntung, pemberitaannya seperti iklan gratis, semakin kontroversi semakin banyak yang ingin tahu, begitulah biasanya memang sifat manusia. Saham perusahaan pembuatnya langsung melejit naik 30 persen padahal konon waktu itu gamenya belom resmi release. Banyak pembuat games lain, tapi yang meledak membuat banyak orang penasaran dan semakin penasaran karena tanggapan-tanggapan dari banyak tokoh politik dunia dan bahkan dimainkan oleh para selebriti banyak profesi di dunia, itulah yang langka terjadi. Tapi percayalah, semua ada masanya.
.
Istana Presiden juga melarang permainan game tersebut dilakukan di area Istana, sebelumnya pelarangan oleh instansi TNI /POLRI, masuk akal menurut saya, masuk akal karena memang permainan gamenya juga membutuhkan aktifitas kegiatan fisik. Bukankah akan terlihat konyol kalau ada kunjungan kenegaraan lalu tiba-tiba ada yang sedang main game Pokemon Go di Istana dan mondar-mandir tidak jelas? Begitu juga di instansi-instasi militer, karena wira-wirinya pemain game Pokemon Go itu kok seperti petugas yang sedang deteksi cari ranjau yang lebih sering memperhatikan alat (gadget) dari pada lingkungan sekitarnya. Makanya banyak pemain game Pokemon Go yang konyol karena kecebur comberan, nabrak, bahkan lupa masuk pekarangan orang lain, dan lain-lain.
.
Kalau ada yang mewacanakan ketakutan adanya kegiatan mata-mata dalam permainan game tersebut karena membutuhkan GPS aktif di gadget yang digunakan dalam permainan, kalau mau dipas-paskan ya bisa saja pas, tapi apa tidak berlebihan? Yang pasti kalau mau main game tersebut sampai harus memasuki pekarangan yang bukan untuk umum seperti adanya warga negara asing yang memasuki markas militer seperti yang diberitakan tipi belum lama ini ( di Jabar ya?), itu jelas salah, karena kok tidak kulo nuwun dulu memasuki area yang bukan untuk umum. Jadi kerumah tetangga pun rasanya tidak elok bukan?
.
Saya memang tidak paham tentang game Pokemon Go, juga game apa saja, memang doeloe pernah main game, tapi ya hanya Tetris dan Kartu (Free cell), maklum orangnya juga jadul ..... tapi memahami adanya wacana “takut” penumpang gelap pada pemain game Pokemon Go untuk dapat menyadap, mencuri data, sabotase, dan lain-lain oleh pihak intelijen asing dalam kegiatan mata-mata, saya kurang begitu paham runtutannya. Semoga tidak selalu menyalahkan mamarika ya, karena setahu saya game itu juga bukan buatannya toh?
.
Jika penggunaan GPS adalah masalah utamanya, lalu karena pemain game itu mendekati area-area sensitif dan gadgetnya aktif sehingga sangat mudah diketahui koordinat lokasinya sehingga mudah dilakukan sabotase, apakah hanya dengan hal itu maka lokasi suatu tempat baru akan bisa diketahui?
.
Lewat google map dan beberapa aplikasi lain serupa, dari rumah kita dapat menuju kesuatu tempat bahkan serasa dituntun ditunjukkan jalannya, bukankah itu yang sudah banyak dilakukan bagi banyak pengendara mobil saat ini kalau ingin mencari suatu alamat dalam berkendara? Banyak mobil yang memasang alat navigasi itu sebagai penunjuk jalan bukan? (juga bisa lewat HP). Jadi adakah yang benar-benar tersembunyi suatu alamat pada negara yang terbuka seperti Indonesia ini? Samar-samar saya pernah ingat bahwa Amerika mungkin juga Rusia dan banyak negara maju lain yang punya peralatan canggih diruang angkasa sono yang bisa dengan mudah melihat keadaan hampir semua negara didunia ini, gosipnya sampai seukuran kucing bisa terlihat. Saya juga pernah dengar tentang teknologi negara maju yang juga dapat mendeteksi kandungan-kandungan penting dalam bumi, kalau benar sampai sebegitu canggihnya, apakah perlu game Pokemon Go untuk mendeteksi suatu wilayah? JANGAN LEBAI AH ! (#SPMC SW, Jumat, 22 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
m.harianindo .com
Sunday, July 17, 2016
"DAGING EMPUK"
"DAGING EMPUK"
.
.
Opini nglamun : (#SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Konon gosipnya, jika dirupiahkan harga daging sapi di Singapura kisaran 60 ribu dan di Malaysia kisaran 70 ribu, dan Presiden Jokowi pernah minta harga di pasaran NKRI tidak lebih 80 ribu. Itulah gonjang-ganjing masalah daging sapi menjelang dan sesudah lebaran, tapi hal itu bukan kali pertama problemnya mencuat, sudah amat sangat sering dan juga terjadi tidak hanya pada pemerintahan saat ini saja.
.
Harga daging menjelang lebaran kemaren ada dikisaran 100 s/d 125 ribu, sangat jauh dari keinginan Presiden Jokowi. Apa begitu susahnya membuat harga menjadi 80 ribu sementara kita juga tahu Singapura tidak punya peternakan sendiri?
.
Gini versi saya, apakah daging sapi yang dikonsumsi rakyat ini sama dengan yang dikonsumsi rakyat Singapura? Pasar rakyat di negeri ini apakah juga banyak menjual daging import? Karena sangat mungkin rakyat negeri ini lebih suka daging sapi lokal segar bukan daging sapi import beku.
.
Pernah saya dengar berita peternak sapi juga keberatan jika harga sapi turun, menurut mereka harga jual 80 ribu justru merugikannya. Hayo bagaimana? Jadi memang persoalan daging sapi tidak sesederhana tampaknya, kepada siapa pemerintah harus berpihak? Peternak atau rakyat?
.
Kalau mau menurunkan harga sepertinya memang juga tidak mudah, jadi harusnya biarkan ada dua versi harga daging sapi seperti harga daging ayam kampung dan daging ayam negeri, sambil memasyarakatkan kepada umum akan kenyataan hal itu, sehingga rakyat bisa memilih, mau daging sapi lokal yang mahal atau daging sapi import yang lebih murah.
.
Kalau tidak ingin dipermainkan harga daging sapi import, ya harusnya kran import tidak dibatasi dan tidak dimonopoli. Syarat importnya dibuat jelas dan terbuka, dan siapapun boleh import asal memenuhi syarat tersebut. Bahkan jika ketahuan ada permainan harga daging import karena adanya monopoli oleh importir yang sebetulnya hanya oleh kroninya sendiri saja, pemerintah juga bisa ikutan menjadi importir melalu Departemen Perdagangan, Peternakan, atau Bulog. Jadi sudah seharusnya pemerintah juga "selalu" memantau berapa sebetulnya harga daging import dari sononya, dan apakah harga yang dilaporkan oleh importir itu sama dengan harga sesungguhnya, juga pemerintah harus tahu berapa ongkos kirim, pajak, dan perkiraan biaya-biaya lainnya, apakah keuntungan yang diambil oleh importir itu wajar? Jika tidak wajar maka pemerintah "segera" malakukan import sendiri untuk menyaingi para importir yang nakal dan mempermainkan harga itu, bila perlu pakai jalur khusus agar segera dapat menolong rakyat mendapat harga yang wajar. Dan untuk pekerjaan itu semua , dibutuhkan pejabat-pejabat yang memang pro rakyat! Bukan pejabat yang korup yang justru akan menyengsarakan rakyat. Jadi intinya memang adalah KEJUJURAN! (#SPMC SW, Minggu, 17 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
slideplayer .info
"TERORIS JADIKAN PERANCIS BERDUKA LAGI"
"TERORIS JADIKAN PERANCIS BERDUKA LAGI"
.
.
Opini atas berita (#SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Beberapa jam yang lalu (malam waktu Perancis, sekitar pukul 23 ~ 23:30) terjadi penabrakan maut yang dilakukan oleh pengendara truck yang "sepertinya" sengaja ditabrakkan pada kerumunan orang yang sedang berkumpul untuk bersuka-cita dalam acara memperingati hari kemerdekaan negara Perancis (pesta kembang api). Dan dicurigai itu adalah ulahnya teroris yang melakukan segala cara dan model untuk melakukan penyerangan dan membuat teror. Sungguh biadab dan sangat mengerikan.
.
Terberitakan ada 77 orang meninggal dan "ratusan" luka-luka, sungguh suatu jumlah yang tidak sedikit, dan Perancis pasti sangat berduka lagi, utamanya di kota Nice - Perancis Selatan tempat dimana kejadian itu terjadi.
.
Apakah kejadian itu akan berimbas kabanyak negara Eropa, akankah semakin mencurigai dan sentimen negatif terhadap agama tertentu? Apapun itu teroris memang harus kita waspadai. Apakah Donald Trump juga akan diuntungkan atas kejadian itu? Seperti yang sudah dua kali saya singgung dalam artikel saya sebelumnya, gosip teroris bukan tidak mungkin justru menguntungkan Donald Trump untuk dapat terpilih sebagai Presiden Amerika yang waktu Pemilunya juga sudah semakin mendekat. Padahal Donald Trump sangat jelas mewacanakan akan memerangi teroris dan bukan tidak mungkin juga akan membatasi dan mengawasi agama tertentu yang dicurigai agama para teroris itu.
.
Dunia semakin memprihatinkan, dan ngenesnya justru semua dipicu oleh agama, ajaran yang diharapkan untuk menebarkan kasih terhadap sesama manusia. Apakah iblis/setan telah menaklukan kita sebagai manusia? (#SPMC SW, Jumat, 15 Juli 2016)
.
.
Sumber gambar:
poskotanews .com
.
========== ====
(Narasi berbagi dalam beberapa status di facebook) :
.
Truck dengan kecepatan tinggi "sengaja" ditabrakkan pada kerumunan orang yang sedang menikmati pesta kembang api dalam acara untuk memperingati hari kemerdekaan Perancis (Bastille maksud saya), kejadiannya Kamis, 14 Juli 2016 mendekati tengah malam, di kota Nice, Perancis Selatan.
.
Ada 77 orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka. jumlah angka kematian yang sangat mungkin masih sementara mengingat banyaknya yang dinyatakan luka-luka. Pada kejadian mengerikan itu sopir truck ditembak mati, dan dicurigai sebagai TERORIS karena orang waras tidak mungkin melakukan hal kesengajaan itu.
.
Saya ikut berduka bagi semua korban dan ikut berduka bagi Perancis, juga bagi dunia yang cinta damai. (SW)
Wednesday, July 6, 2016
“RENUNGAN IDUL FITRI - 1 SYAWAL 1437 H.”
(Maaf kalau dianggap terlalu “SENSI”)
.
.
Opini Renungan Sensi : Suhindro Wibisono.
.
#SPMC SW - Mengamati suasana menjelang dan tibanya lebaran, memprihatinkan ketika terjadi “panen” BOM, bahkan ledakan bom juga terjadi didekat tempat-tempat yang dianggap suci oleh umat muslim se dunia.
.
RENUNGKAN, bukankah beragama itu bertujuan memanusiakan manusia itu sendiri? Memanusiakan manusia itu maknanya juga bersikap toleransi terhadap manusia lainnya, terhadap semua manusia apapun agamanya, dan tidak melakukan SARA itulah ukurannya. Masih ingatkah Anda ketika Natal dan Tahun Baru tiba, kenapa begitu banyak yang menyebarkan wacana “haram” memberi ucapan selamat kepada umat yang merayakannya? Yakin itu toleransi? Lalu adakah wacana mengharamkan dari umat lain bagi mereka yang merayakan Idul Fitri saat ini? Kenapa ada juga muslim yang tidak mempermasalahkan memberi ucapan selamat Natal juga Selamat Tahun Baru, kenapa hal yang sepertinya remeh-temeh itu saja tidak ditemukan kebenaran yang pasti? Kenapa membiarkan agama terkesan membingungkan umat awam? Atau karena tidak adanya pemimpin umat yang boleh mewakili secara keseluruhan umat setidaknya untuk negara ini?
.
RENUNGKAN, mengapa hal-hal diatas itu bisa terjadi? Kalau boleh jujur berkata, bukankah pelaku peledakan bom itu setidaknya simpatisan muslim juga? Banyak yang menuduh pelakunya justru musuh Islam, dan pendapat itu memang tidak salah. Lalu apa yang sudah dilakukan oleh yang menuduh “musuh Islam”? Ketika Ahok sebagai Gubernur DKI di demo dan minta dilengserkan, lalu juga selalu di tausiahkan oleh beberapa kyai agar tidak dipilih lagi karena haram hukumnya dan lain-lain. Masih ingatkah Anda betapa hebohnya penggalangan demo itu? Masih ingatkah Anda betapa hebohnya perang wacana di dumay? Memangnya apa yang sudah dilakukan Gubernur Ahok yang mencederai kita sebagai bangsa, apakah yang bersangkutan merampok uang negara? Apakah Ahok gembong narkoba, gembong pelaku bom bunuh diri?
.
RENUNGKAN, kalau hanya karena Ahok bukan muslim lalu dihujat, lalu kenapa Gus Dur justru pernah memberi sponsor Ahok untuk maju jadi Gubernur? Gus Dur adalah kyai, lalu ada beberapa “kyai” dan juga habib yang menolak Ahok dan mengharamkannya sebagai pemimpin, pertanyaannya ...... kyai siapa yang benar? Lha kalau urusan begitu saja Islam tidak bisa menyatukan suara, terpikirkah oleh Anda apa tanda tanya dalam benak mereka yang bukan muslim? Bukankah itu semua terkesan plin-plannya pembenaran sesuai kepentingannya? Adakah yang bisa menengahi itu? Pendapatnya siapa yang harus dipercaya ummat? Pembiaran yang berlarut-larut itulah juga pemicu masalah, betapa muslim sendiri juga menikmati itu semua, menikmati bahwa agamanya boleh untuk dimanfaatkan keranah-ranah kepentingan pribadi yang menurut saya justru menjerumuskan agama Islam itu sendiri.
.
RENUNGKAN, adakah demo seheboh penolakan Gubernur AHOK, demo seheboh keinginan pelengseran AHOK terhadap pelaku bom bunuh diri itu? Bukankah pelaku bom bunuh diri dinyatakan musuh Islam? Kenapa tidak ada yang serius memberantas segalak menolak Ahok sebagai Gubernur? Susahkah mencari siapa biang pelaku bom bunuh diri itu? Susahkah mencari siapa peminang pengantin untuk pelaku bom bunuh diri? Sadap semua tempat ibadah, tempat ibadah semua agama, sebarkan intel untuk mengejar oknum jahat yang menggunakan agama sebagai topengnya, tangkap penyebar bibit makar dan perusak kesatuan kita sebagai bangsa dan negara, mumpung belum menggurita yang justru berpotensi menjadikan negara ini porak-poranda.
.
RENUNGKAN. Pembiaran, ewuh pekewuh karena “sentimentil” agama, ibarat membiarkan api dalam sekam, itu sangat membahayakan kesatuan NKRI. Maaf..... apakah banyak manfaatnya ketika Presiden "mengecam dengan keras" pelaku bom diseluruh dunia itu? Juga pemimpin agama yang "mengutuk"-nya? Tindakan nyata jauh lebih bermanfaat, itu menurut saya, maaf kalau tidak berkenan, dan sekali lagi mohon maaf pada suasana lebaran mungkin dianggap kurang sopan saya mengajak me-RENUNGKAN kenyataan kita dalam berbangsa dan beragama. Minal aidzin walfa idzin. (#SPMC SW, Rabu, 6 Juli 2016)
.
~~~~~~~~~~~~~~~
.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1437 H. / 2016 M.
Mohon Maaf, Lahir dan Batin.
.
~~~~~~~~~~~~~~~
.
Sumber gambar:
www.infolengkap .net
.
.
Opini Renungan Sensi : Suhindro Wibisono.
.
#SPMC SW - Mengamati suasana menjelang dan tibanya lebaran, memprihatinkan ketika terjadi “panen” BOM, bahkan ledakan bom juga terjadi didekat tempat-tempat yang dianggap suci oleh umat muslim se dunia.
.
RENUNGKAN, bukankah beragama itu bertujuan memanusiakan manusia itu sendiri? Memanusiakan manusia itu maknanya juga bersikap toleransi terhadap manusia lainnya, terhadap semua manusia apapun agamanya, dan tidak melakukan SARA itulah ukurannya. Masih ingatkah Anda ketika Natal dan Tahun Baru tiba, kenapa begitu banyak yang menyebarkan wacana “haram” memberi ucapan selamat kepada umat yang merayakannya? Yakin itu toleransi? Lalu adakah wacana mengharamkan dari umat lain bagi mereka yang merayakan Idul Fitri saat ini? Kenapa ada juga muslim yang tidak mempermasalahkan memberi ucapan selamat Natal juga Selamat Tahun Baru, kenapa hal yang sepertinya remeh-temeh itu saja tidak ditemukan kebenaran yang pasti? Kenapa membiarkan agama terkesan membingungkan umat awam? Atau karena tidak adanya pemimpin umat yang boleh mewakili secara keseluruhan umat setidaknya untuk negara ini?
.
RENUNGKAN, mengapa hal-hal diatas itu bisa terjadi? Kalau boleh jujur berkata, bukankah pelaku peledakan bom itu setidaknya simpatisan muslim juga? Banyak yang menuduh pelakunya justru musuh Islam, dan pendapat itu memang tidak salah. Lalu apa yang sudah dilakukan oleh yang menuduh “musuh Islam”? Ketika Ahok sebagai Gubernur DKI di demo dan minta dilengserkan, lalu juga selalu di tausiahkan oleh beberapa kyai agar tidak dipilih lagi karena haram hukumnya dan lain-lain. Masih ingatkah Anda betapa hebohnya penggalangan demo itu? Masih ingatkah Anda betapa hebohnya perang wacana di dumay? Memangnya apa yang sudah dilakukan Gubernur Ahok yang mencederai kita sebagai bangsa, apakah yang bersangkutan merampok uang negara? Apakah Ahok gembong narkoba, gembong pelaku bom bunuh diri?
.
RENUNGKAN, kalau hanya karena Ahok bukan muslim lalu dihujat, lalu kenapa Gus Dur justru pernah memberi sponsor Ahok untuk maju jadi Gubernur? Gus Dur adalah kyai, lalu ada beberapa “kyai” dan juga habib yang menolak Ahok dan mengharamkannya sebagai pemimpin, pertanyaannya ...... kyai siapa yang benar? Lha kalau urusan begitu saja Islam tidak bisa menyatukan suara, terpikirkah oleh Anda apa tanda tanya dalam benak mereka yang bukan muslim? Bukankah itu semua terkesan plin-plannya pembenaran sesuai kepentingannya? Adakah yang bisa menengahi itu? Pendapatnya siapa yang harus dipercaya ummat? Pembiaran yang berlarut-larut itulah juga pemicu masalah, betapa muslim sendiri juga menikmati itu semua, menikmati bahwa agamanya boleh untuk dimanfaatkan keranah-ranah kepentingan pribadi yang menurut saya justru menjerumuskan agama Islam itu sendiri.
.
RENUNGKAN, adakah demo seheboh penolakan Gubernur AHOK, demo seheboh keinginan pelengseran AHOK terhadap pelaku bom bunuh diri itu? Bukankah pelaku bom bunuh diri dinyatakan musuh Islam? Kenapa tidak ada yang serius memberantas segalak menolak Ahok sebagai Gubernur? Susahkah mencari siapa biang pelaku bom bunuh diri itu? Susahkah mencari siapa peminang pengantin untuk pelaku bom bunuh diri? Sadap semua tempat ibadah, tempat ibadah semua agama, sebarkan intel untuk mengejar oknum jahat yang menggunakan agama sebagai topengnya, tangkap penyebar bibit makar dan perusak kesatuan kita sebagai bangsa dan negara, mumpung belum menggurita yang justru berpotensi menjadikan negara ini porak-poranda.
.
RENUNGKAN. Pembiaran, ewuh pekewuh karena “sentimentil” agama, ibarat membiarkan api dalam sekam, itu sangat membahayakan kesatuan NKRI. Maaf..... apakah banyak manfaatnya ketika Presiden "mengecam dengan keras" pelaku bom diseluruh dunia itu? Juga pemimpin agama yang "mengutuk"-nya? Tindakan nyata jauh lebih bermanfaat, itu menurut saya, maaf kalau tidak berkenan, dan sekali lagi mohon maaf pada suasana lebaran mungkin dianggap kurang sopan saya mengajak me-RENUNGKAN kenyataan kita dalam berbangsa dan beragama. Minal aidzin walfa idzin. (#SPMC SW, Rabu, 6 Juli 2016)
.
~~~~~~~~~~~~~~~
.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1437 H. / 2016 M.
Mohon Maaf, Lahir dan Batin.
.
~~~~~~~~~~~~~~~
.
Sumber gambar:
www.infolengkap .net
Friday, July 1, 2016
"MAAF KALAU CALO SIM JADI TIDAK LAKU"
"MAAF KALAU CALO SIM JADI TIDAK LAKU"
.
.
Opini "cerita nyata" (#SPMC) Suhindro Wibisono.
.
Doeloe saya mau "sok-sok'an", maka punya SIM-nya B1 padahal kenyataannya tidak pernah nyopir bus kecil / mobil box / truck kecil atau sejenisnya yang membutuhkan SIM B1.
.
Ketika beberapa hari lalu mau perpanjang SIM, harus ke SAMSAT karena sudah mendapat berita dari banyak teman kalau SIM B1 tidak bisa diperpanjang di fasilitas mobil kelilingnya kepolisian karena harus uji simulator.
.
Itulah kenapa saya harus perpanjang SIM ke SAMSAT, dan dua hari sebelum SIM-nya berakhir saya ke sana, karena kalau sampai telat walau hanya satu hari sekalipun, akan dianggap seperti membuat SIM baru ...... Katanya sih lebih ribet dan prosedurnya lebih panjang karena ada ujian teori dan simulator segala, begitu gosipnya.
.
Saya perpanjang SIM C dan B1 diturunkan gradenya menjadi SIM A, bukan takut ujiannya, tapi mengingat tidak pernah digunakan fungsi B1-nya, terus tidak bisa diperpanjang di mobil keliling, dan ngapain harus berlama-lama ngurusnya kalau memang terbukti fungsi B1-nya tidak pernah digunakan?
.
Saya coba urus sendiri tidak pakai calo, saya pikir kalau gagal masih punya waktu satu hari lagi untuk pakai jasa calo, walau dalam hati mengatakan pingin ngerasain "Apa iya Jokowi - Ahok pengaruhnya sudah sampai ke soal pembuatan SIM?"
.
Waktu nunggu di prosedur yang memang harus nunggu sebelum proses ambil foto untuk SIM, saya duduk bersebelahan lalu ngobrol dengan orang yang juga perpanjang SIM seperti saya, termasuk sama persis SIM-nya juga diturunkan gradenya, kita hanya ngobrol tanpa perkenalan resmi dan saya tidak nanya nama dan alamatnya juga. Tapi dia perpanjang SIM pakai jasa calo, dan saya sempat mlongo karena toh calonya memang sudah tidak ada untuk mendampinginya lagi, padahal prosedurenya begitu mudah, saya tanya bayarnya 400 ribu.
.
Berikut saya ceritakan prosedurnya untuk perpanjang SIM yang semuanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Padahal kalau sudah tahu prosedurnya dengan membaca cermat artikel ini dan mau datang pagi kisaran jam 8 nyampai SAMSAT-nya, terus tanpa tanya sono-sini, sangat mungkin waktunya akan lebih pendek lagi, bahkan tidak mustahil kalau hanya perlu waktu satu jam saja. Itu perkiraan saya setelah mengalaminya sendiri.
.
Pertama siapkan KTP dan SIM yang akan di perpanjang, langsung ketempat foto copy yang memang banyak disana, relakan saja "diperas" karena itu uang kecil, siapkan uang 5 ribu jika Anda akan memperpanjang satu SIM, mereka akan meng copy KTP dan SIM Anda masing-masing 5 lembar, padahal tidak kepakai semua, yach biarkan saja, hitung-hitung untuk dokumentasi atau ada yang terlewat meminta foto copy itu ke saya? Karena saya perpanjang 2 SIM, maka saya bayar 7 ribu untuk 3 macam yang saya foto copy itu.
.
Langsung ngantri ditempat pengambilan formulir untuk periksa kesehatan, sodorkan foto copy tadi, ada penjelasan di kacanya, ingat saya masing-masing @1 lembar, dan formulir tersebut harus dibayar 25 ribu rupiah, bukan harga formulir lho ya, itu termasuk jasa periksa kesehatannya.
.
Setelah memegang formulir kesehatan, walau saya perpanjang 2 SIM saya hanya dikasih 1 formulir dan bayarnya hanya satu juga. Saya masuk keruang sebelahnya, ruang pemeriksaan kesehatan, menyodorkan formulir tadi dan sekitar 1 menit sudah keluar lagi, memang tidak diperiksa apa-apa, sepertinya hanya formalitas saja, hanya seperti kalau mau periksa mata, diminta menyebutkan huruf yang lebih besar dan lalu huruf yang lebih kecil. Lalu formulir yang kita bawa tadi diberi kode dan paraf. Apakah mungkin karena perpanjang SIM jadi tidak njelimet, dan sesungguhnya saya juga tidak lihat ada yang njelimet diperiksa. Memang ada yang diperiksa tensi darahnya, entah yang bagaimana, tapi karena petugas tensi hanya satu orang dan alat pengukurnya hanya dua, sementara yang akan ngurus SIM tiada henti, itulah sebab mungkin giliran saya tidak kebagian jadi langsung saja disuruh masuk untuk test penglihatan.
.
Dengan membawa formulir hasil pemeriksaan kesehatan itu lalu menuju ke gedung untuk prosedur lanjutan proses perpanjangan (pembuatan) SIM, setelah tanya harus kemana kepada petugas dipintu masuk yang memberikan tanda pengenal pengunjung dengan menunjukkan formulir hasil periksa kesehatan, maka saya langsung menuju "lapak" bank untuk proses pembayaran, tartifnya 80 ribu untuk SIM A dan 75 ribu untuk SIM C, dan asuransi @ 30 ribu kali dua SIM. Dari situ diberi kartu asuransinya dan dua formulir sama yang terpisah karena saya ngurus dua SIM, lalu mengisi kedua formulir itu, hanya soal alamat, tempat tanggal lahir, pekerjaan, pendidikan, selebihnya yang tidak paham "jangan diisi" kata petugas waktu saya pertanyakan ketika tidak tahu harus mengisi apa. Betul-betul dipermudah atau memang hanya sekedar formalitas?
.
Karena saya mengurus dua SIM, maka saya diminta foto copy formulir pemeriksaan kesehatan yang hanya satu tadi, didalam gedung itu juga ada lapak foto copynya, saya kesana foto copy 1 kali, diminta bayar seribu, tapi karena disaku kebetulan hanya ada satu koin 500 perak, saya sodorkan toh diterima saja tanpa banyak cingcong. Bukankah satu lembar 500 rupiah sebetulnya sudah lebih dari cukup juga? Jadi saya tidak merugikan bukan?
.
Karena saya mengurus SIM turun kelas, dari SIM B1 ke SIM A, maka saya diminta membuat surat pernyataan, saya harus beli formulir yang sudah ada meterai 6000 rupiah, saya bayar saja 10 ribu, cincai lah ..... Dan itu menyenangkan karena memang tidak ada pungutan liar lain yang menjengkelkan. Hanya tinggal isi nama, alamat, ... dan menyebutkan dari SIM apa ke SIM apa plus tanda tangan diatas meterai. Betul-betul lancar.
.
Kemudian semua berkas tersebut diserahkan keloket pendaftaran perpanjangan SIM, diperiksa, diminta lampirkan SIM aslinya yang mau diperpanjang dan disuruh menunggu untuk dipanggil kalau sudah selesai prosesnya. Jadi KTP asli kita tidak pernah diserahkan lho ya.
.
Sekitar setengah jam kira-kira saya menunggu dan disediakan tempat duduk yang cukup, tempat dimana saya jumpa, duduk bersebelahan dan ngobrol dengan orang yang ngurus perpanjangan SIM lewat calo yang saya ceritakan diatas tadi. Dia sudah lebih lama nunggu disitu, tapi kenyataannya hampir bersamaan selesainya dengan pengurusan SIM yang saya lakukan walau tanpa calo. Memang namanya dipanggil duluan karena antriannya dia dulu, dan saya tidak melihat "kesaktian" fungsi jasa calo.
.
Setelah nama dipanggil, dikasih berkasnya untuk foto, lalu langsung menuju tempat foto, pengambilan sidik ibu jari dan tanda tangan, ada dua ruang yang disediakan. Saya sengaja ambil ruang yang terpisah dengan orang yang sempet ngobrol tadi, siapa tahu lebih cepat? Ternyata saya salah masuk karena terbukti didalam orangnya yang ngantri lebih banyak, pilihan yang salah .....hehehehehe
.
Setelah foto, berkasnya dikembalikan kesaya dan langsung ketempat pengambilan SIM, ditengah perjalanan menuju ke pengambilan itulah saya jumpa dengan orang yang sempat ngobrol tadi, dia sudah selesai dan tinggal pulang saja. Sesampainya diruang pengambilan SIM, tinggal duduk dan menunggu dipanggil untuk diberikan SIM-nya yang sudah siap jadi, tidak sampai 10 menit lah kira-kira. Dengan menyerahkan berkas, SIM saya diberikan. TAMAT. (#SPMC SW, Sabtu, 2 Juli 2016)
.
CATATAN:
Biaya Pengurusan perpanjang SIM:
Foto Copy : 5.000 atau 7.000
Kesehatan: 25.000
SIM A. : 80.000 plus 75.000 (C)
Asuransi.. : 30.000 plus 30.000 (2)
SPTG. : 10.000
------------------------------
Total Rp. 150 ribu atau 257 ribu untuk dua SIM (A & C)
SPTG = Surat Pernyataan Turun Grade bermeterai 6rb.
Foto copy 500 rupiah tidak saya hitung ya. Sampai rumah saya periksa ternyata foto copy KTP saya justru tidak ada sisa, jadi maksud saya foto copy KTP sangat penting jangan kurang jumlahnya, sedangkan foto copy SIM B1 dan SIM C masih @4 lembar, mungkin ada petugasnya yang lupa minta, atau copy KTP saya yang hilang terjatuh, maaf lupa detailnya .... hehehe ...(SW)
.
.
Sumber gambar:
Dokumentasi pribadi
.
"AHOK ; FADLI ZON ; YUSRIL ; ARB ; MEGA ; SBY ; PRABOWO ; JOKOWI ; ..... Siapa Paling Egois & Munafik??"
"AHOK ; FADLI ZON ; YUSRIL ; ARB ; MEGA ; SBY ; PRABOWO ; JOKOWI ; ..... Siapa Paling Egois & Munafik??"
.
-------------------
.
"EGOIS & MUNAFIK Penyakit Mengerikan Bangsa" (Apakah AGAMA ikut ambil bagian?)
.
.
Opini Nyinyir Resah & Jengkel (#SPMC) Suhindro Wibisono
.
Kemarin, Kamis, 30 Juni 2016, KPK OTT lagi, tidak perlu saya cari datanya siapa saja yang "tersandung" kali ini. Beritanya pasti sudah sangat heboh bukan? Yang pasti itu adalah hal paling patut kita benci, padahal belum juga sepekan sebelumnya habis OTT yang mencokok anggota DPR dari Partai Demokrat. GILA! Tidak ada yang takut, atau banyak dari kita yang sebetulnya sudah sangat kronis?
.
Kasus korupsi tidak pernah berhenti, kebacut, waktoe itoe justru wacana hak sadap KPK malah mau dilucuti, dalihnya sadap adalah melanggar hak asasi, memang kalau korupsi tidak melanggar hak asasi? Dalih lanjutannya adalah, bagaimana kalau yang disadap ternyata tidak korupsi? Alasan kok maunya menang sendiri, memangnya KPK nyadapnya tanpa kecurigaan apa-apa? Semua tokoh pasti disadap gitu? Pembodohan atau memang sendirinya yang beralibi benar-benar bodoh? Kalau tidak niat jadi maling, napa kebakaran jenggot? Wong rakyat awam saja banyak yang gembira dan tidak takut, napa justru para tokoh politik yang sepertinya sangat geram? Dan ngenesnya, justru kroni tokoh-tokoh yang geram itulah yang terbukti banyak dicokok KPK dalam OTT. Apakah memperjuangkan melucuti hak sadap KPK itu sejatinya agar "oknum" dan kroni politisi bisa selamat dalam menjarah uang negara?
.
Menjengkelkan memang kalau banyak maling yang sedang punya kekuasaan. Silahkan diingat-ingat atau dicari beritanya siapa-siapa saja waktu itu yang begitu ngotot lantang bersuara untuk menghapus hak sadap KPK, karena menurut saya patut dicurigai mereka dan kroninyalah sebetulnya yang berpotensi menjadi maling atau rampok yang akan menjarah uang rakyat.
.
NARKOBA juga sangat mencemaskan, bahkan Pak Presiden Jokowi sudah memerintahkan jajaran kepolisian untuk menumpas peredarannya, bila perlu dengan sangat keras asal masih dalam koridor UU.
.
Vaksin palsu yang terbongkar kasusnya benar-benar membuat geram, ngenesnya sudah diproduksi sejak tahun 2003. Sindikat "raja tega" yang tidak peduli dengan masa depan bangsa.
.
Masih jengkel dengan banyaknya pembuat mie utamanya industri rumahan atau sekala sedikit diatas "kecil" yang masih sering diberitakan tertangkap karena menggunakan campuran bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan, menurut saya juga lebih membahayakan dari pada vaksin palsu, karena "meracuni" rakyat secara langsung. Begitu juga kebanyakan produsen tahu. Masih ingat ketika itu ada ibu pengusaha mie yang tertangkap dan memberi penjelasan semacam tantangan, "Produsen mana yang tidak melakukan hal seperti yang dilakukan??" Betul-betul pernyataan yang mengerikan tentang keadaan "sesungguhnya" di negeri ini.
.
Kemana adat-istiadat rakyat negeri ini yang doeloe sangat terkenal baik, ramah, santun, welas asih, suka tolong menolong, dan sebagainya itu? Apakah kini semua sifat baik itu hanya sebagai topeng kemunafikan? Karena dari semua kejadian yang padahal baru sebagian saya ceritakan, kalau boleh disimpulkan hanya dengan satu kata, maka kata yang paling tepat menggambarkan sifat rakyat bangsa ini adalah "EGOIS". Sungguh keegoisan yang amat sangat, keegoisan yang bahkan patut dijuluki rajanya egois, raja tega! Egois yang dibalut tipu daya itu juga sangat mengerikan, tipu daya untuk menutupi keegoisan itulah yang banyak dilakukan. Untuk mencurigai tokoh-tokoh punya sifat egois akut atau tidak, mungkin bisa dilihat dari kekayaannya, berapa toh gajinya Gubernur, Walikota, Bupati, Jenderal, Pegawai Negeri, Pegawai Pajak, bahkan Presiden dan lain-lainnya ....?? Lalu kalau kenyataan kekayaannya menggunung dan gaya hidupnya bak jetset, dari mana semua harta itu kalau tidak dari sifat EGOIS?
.
EGOIS memang akar segala masalah jahat sifat manusia. Egois itu artinya mau menang sendiri walau sebetulnya salah. Egois itu merasa paling benar padahal hakim kebenaran itu adalah suara penilaian rasa oleh awam. Egois itu juga penyebab tega melakukan korupsi, melakukan bisnis tercela, karena egois memang tidak peduli dengan orang lain. Egois sepertinya kata biasa yang tidak terlalu salah atau menyimpang, padahal (sekali lagi) "egois" adalah AKAR masalah kejahatan manusia. Tokoh atau pejabat publik yang "sangat" egois pastilah malapetaka bagi rakyat, bangsa dan negara. Karena egois akut selalu merasa kurang, dan selalu punya alibi untuk membenarkan rasa kurangnya itu. Kebalikan dari egois adalah "peduli", kedua sifat itu akan menghasilkan tokoh-tokoh masyur tiada tara sesuai kadar sifatnya masing-masing, semakin hebat egoisnya juga menghasilkan tokoh hebat sesuai perangainya, begitu juga jika semakin hebat pedulinya. Contohnya adalah Hitler, Marcos, Idi Amin dan lain-lain yang pastinya sangat egois. Bunda Teresa, Mandela, Master Cheng Yen dan lain-lain yang sangat peduli. (Maaf atas contoh nama-nama jika tidak berkenan, dan saya tidak ingin memberi contoh nama tokoh dalam negeri.)
.
Bagaimana kita tahu bahwa kita tidak egois? Menurut rasa saya, sifat egois memang ada pada diri setiap manusia, tapi bagaimana kita mengelola sifat egois kita, itulah hal terpenting dalam hidup bermasyarakat. Kalau ingin mengelola sifat egois kita agar tidak merugikan orang lain, selalulah mempertanyakan hal-hal yang akan kita lakukan terlebih dahulu terhadap diri kita, "Bagaimana penerimaan kita seandainya orang lain yang melakukan hal yang akan kita lakukan?" Kalau "jujur" kita tidak keberatan, silahkan lakukan ....
.
Andai para produsen vaksin palsu itu berpikir begitu, atau apakah mempermasalahkan seandainya keluarga atau anaknya yang mendapat vaksin hasil produksinya? Para pembuat tahu atau mie bermasalah, tidak keberatan mengkonsumsinya sendiri setiap hari hasil produksinya? Yang ingin berbuat serong atau mengkhianati pasangannya juga tanya dalam hati, apakah tidak marah andai pasangannya juga melakukan hal yang sama seperti yang ingin dilakukan? Dan seterusnya, itulah cara mengetahui bahwa kita termasuk yang egois atau tidak. Pertanyaannya adalah bagaimana jika semua pertanyaan yang kita ajukan itu kita TIDAK keberatan, seperti misalnya pengedar atau penjual narkoba yang juga merangkap sebagai pecandu juga?
.
Rasa EGOIS yang masih sehat memang punya rasa sama antara yang dirasa diri sendiri dan menurut ukuran rasa awam, tapi kalau tidak sama, jelas kita telah dikuasai oleh sifat 'penyakit' egois itu sendiri. Pada tahapan itulah petugas yang tugasnya menegakkan UU semestinya bertindak dengan tegas, keras dan tanpa pandang bulu. Itulah tugas penegak hukum agar tatanan bernegara untuk ketentraman bersama terjaga. (NGENES justru banyak penegak hukum OTT oleh KPK) Tanpa tindakan yang keras dan tegas, percayalah mengatur kalayak umum tidak akan dapat berjalan dengan baik. Karena kalayak umum pasti TIDAK akan mempan dengan "himbauan". Jangan korupsi, jangan melanggar peraturan lalu lintas, jangan menjual narkoba, jangan buang sampah sembarangan, dan semua himbauan JANGAN - JANGAN - JANGAN yang lain tidak akan ada gunanya, tidak akan efektif, hanya buang-buang waktu saja. Bukankah kenyataannya semua himbauan sudah sangat bosan kita dengar? Hukum mati saja untuk semua kejahatan yang mengancam masa depan bangsa, yang mengancam kehidupan khalayak. Setidaknya hukumlah yang menjerakan agar ada efek jera bagi yang lainnya. Contoh hukuman berat adalah "TIDAK" memberi hak menerima remisi bagi terpidananya, dan minimal dihukum 20 tahun misalnya. Agar tidak rentan didagangkan, hukum harusnya yang ditentukan minimalnya, bukan maksimalnya. Coba ingat-ingat berapa tahun hukuman terberat bagi pembuat tahu atau mie berformalin yang tertangkap, padahal sudah ada yang melakukan puluhan tahun lamanya?! Bahkan jumlah manusia yang "diracuni" hasil produksinya saja tidak bisa terhitung jumlahnya.
.
Hari ini KPK OTT tokoh, minggu depan ada lagi, bulan depan ada lagi, dan itu sudah sangat sering. Lalu kepolisian juga mengungkap tertangkapnya pengedar atau bandar narkoba, lusa ada lagi, minggu depan ada lagi, bulan depan juga ada. Begitu juga dengan pembuat mie atau tahu berformalin atau menggunakan bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan manusia yang masih terus ada dan terungkap selama berpuluh-puluh tahun ini. Bukankah itu semua akar masalahnya adalah EGOIS?? Jadi masih kurang jelaskah bahwa egois adalah akar semua masalah manusia? Dan ngenesnya ternyata kita adalah bangsa yang sangat egois, setidaknya itulah yang saya amati, maaf mungkin saya pakai kacamata "minus". (SPMC SW, Jumat, 1 Juli 2016)
.
.
CATATAN:
Menurut rasa saya, "judul" artikel adalah kemasan penglaris paling penting dari artikelnya itu sendiri, untuk artikel ini saya sempat kesulitan menentukan judulnya apa?
.
"EGOIS & MUNAFIK Penyakit Mengerikan Bangsa" (Apakah AGAMA ikut ambil bagian?)
.
.
"Bangsa Jadi Bangsat Karena Penyakit Kronis EGOIS dan MUNAFIK"
.
.
Dua pilihan judul tsb sempat saya sketsa, dan menurut rasa saya andai artikel ini diunggah di media resmi dengan judul yang ada kata "Bangsat"-nya, mungkin tidak diijinkan.
.
Lalu judul paling atas dari artikel ini (AHOK ; FADLI ZON ; .....), maaf kalau tanpa makna apa-apa, hanya usaha penglaris saja, sekali lagi "MAAF" (SW).
.
---------------
.
Sumber gambar:
indonesiaone .org
.
Subscribe to:
Posts (Atom)






