Tuesday, August 6, 2013

SENSITIF || DEBAT-KUSIR CARI AGAMA BERGARANSI SURGA


( Image source : kartun.inilah.com )
.
FATSAL-1
Sebelumnya saya minta maaf, semoga  artikel ini tidak menimbulkan debat hebat, jika “BANYAK” yang tersinggung karena-nya, artikel ini akan saya hapus.
FATSAL-2
Kalau saya mengritik yang menjurus tendensi ke-salah satu agama, selain tidak bisa menghindarinya dalam tulisan ini, maafkan saya, karena saya mengeritik justru karena cinta, dan sangat mengharap yang dicinta menjadi idola.
Dan mohon kedewasaan untuk tidak alergi menerima kritik.
Tapi kalau “BANYAK” yang tetap tidak bisa menerimanya, maka yang berlaku adalah FATSAL-1, terutama statement terakhirnya.
—————————-
Pertama teringat artikel saya ~ “Kasihan” TERORIS ~  yang menurut saya sensitif untuk dibicarakan di negeri ini, tapi karena tidak ada gejolak, itulah modal saya memberanikan diri menulis artikel ini.
Kehebohan sesaat yang baru lalu adalah ledakan di Wihara EKAYANA, ledakan itu sendiri istilah kepolisiannya “low explosive”, dan syukurnya tidak menimbulkan korban jiwa.
Jadi heboh-nya lebih dikarenakan terjadi di-Bulan Suci Ramadhan, itu mencederai Bulan yang sangat di-sucikan oleh umat Islam, apalagi kalau menjadikan banyak mata tertuju karenanya.
Kalau menurut saya, AGAMA adalah “JALAN PRIBADI” menuju TUHAN, apakah Anda setuju ?
Kitab suci semua Agama menuntun umatnya menuju-NYA dengan hadiah SURGA.

Saya memang pernah membaca kitab suci agama, tapi tidak ada yang sanggup saya hafal isinya.
Semua panduan kehidupan umat-nya ada didalam kitab suci, baik itu larangan, kewajiban, maupun petunjuk, saya yakin begitulah yang tertulis disemua kitab suci - disemua agama.
“JALAN PRIBADI”, inilah menurut saya awal dari pertikaian yang sering terjadi, maaf, mungkin banyak yang tidak menyadari atau bahkan terlupakan.
Dalam hidup bernegara, khususnya di Indonesia ( karena saya tidak tahu bagaimana dinegara lain, walaupun saya pikir ± sama ), UUD-nya atau kesepakatannya, atau falsafahnya, negara diharuskan/dituntut/berkewajiban untuk dapat mengayomi semua warga negaranya dengan tidak membedakan, dan mengakui kesetaraannya walaupun berbeda agama - berbeda ras/sukunya, bahkan kesetaraan gender juga didalamnya.
Sedangkan dalam kitab suci, lebih ditujukan hanya untuk umat-nya. Bahkan mungkin dalam agama tertentu ada yang tidak menyamakan hak antara lelaki dan perempuan, seperti contohnya, konon dinegara tertentu wanita bahkan tidak boleh mengemudikan mobil. Padahal bukankah mobil belum ada ketika kitab suci itu ada ?
Tapi setidaknya itu menggambarkan bahwa tafsirnya bisa dikembangkan sesuai dengan konteks zaman-nya.
Jadi disitulah pangkal mulanya, agama merupakan JALAN PRIBADI “umat-nya” menuju TUHAN, sedangkan bernegara untuk mengatur hak dan kewajiban semua warga negaranya dengan tidak membedakan Agama-nya.
Itulah sebabnya harus dipisahkan, dan tidak bisa dicampur adukkan, karena kalau pemerintahan mengikuti kemauan agama yang satu, berarti keluar dari konstitusi yang telah disepakati bersama.
Pemaksaan dalam hal ini, mungkin buntut akhirnya adalah perpecahan, dan itu sangat disayangkan bukan ?
Maka, ketika ada dai yang sering kali saya dengar tausiyah-nya membicarakan tentang SYARI’AT ISLAM,  dan menagih janji kepada semua tokoh, untuk dapat diimplementasikan pada pemerintahan di Indonesia.
Sungguh merisaukan atau mungkin malah menakutkan, kenapa tidak ada yang meluruskan ?
Seandainya semua penceramah di Indonesia ada yang meng-koordinir dan memberikan bekal supaya tidak saling bersilang pendapat atau bersilang tujuan, “rahmatan lil ‘aalamiin” ( agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta ) tentu dapat dirasakan oleh semua manusia disekitarnya walaupun bukan pemeluk agamanya.
Saya tidak bermaksud menentang atau tidak mempercayai SYARI’AT ISLAM, tapi hanya membicarakan tentang implementasinya.
JALAN PRIBADI untuk umatnya seperti yang saya maksud diatas, mungkin itulah kuncinya.

Karena kalau hal tersebut terus di-tausiyah-kan, dan tidak pernah ada yang menyalahkan maksud dan tujuannya, maka bagi umat awam yang tidak ingin berpikir panjang, itu dianggap adalah suatu kebenaran mutlak, dan bisa jadi itu adalah awal dari penyimpangan yang lain,  seperti misal terjadinya teroris, atau mungkin pemaksaan kehendak yang lain. Terlebih di-Indonesia ini ketokohan masih sangat berperanan penting, terutamanya Tokoh Agama.

Dan bisa jadi hal “seperti” itu juga ada di agama lain, tapi mungkin karena meng-anggap bahwa itu adalah JALAN PRIBADI untuk umatnya, maka mereka tidak mengusulkan untuk mengganti system pengaturan pemerintahan dengan apa yang ada dikitab sucinya. ( Atau karena kalah mayoritas ?, dan pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kalau posisinya dibalik ? )
Alangkah luar biasanya kalau Semua tokoh agama, semua dai, berkoordinasi dengan tujuan “akhlakul karimah” (segala sifat atau perbuatan yang baik), memberikan tausiyah yang menyejukkan. Dan berani menentang ajaran keras oleh dai-dai atau tokoh-tokoh yang sesungguhnya justru mencitrakan ajaran ‘menakutkan’ agama itu sendiri.
Itu bisa terjadi kalau mewajibkan semua penceramah/dai bersatu dalam satu institusi, bukan jalan sendiri-sendiri seperti yang sekarang ini, setidaknya begitulah yang saya lihat.
Lalu institusi tsb juga memberikan pengajaran untuk ber-ceramah, dan menerbitkan sertifikat atas kelayakan seseorang boleh memberikan ceramah atau tausiyah, dan itu juga berarti melarang tausiyah oleh mereka yang tidak bersertifikat.
Sehingga tidak seperti yang sekarang ini terjadi, terlebih lagi dikampung-kampung atau banyak pelosok nusantara, mungkin ceramahnya malah menghujam tajam, dan hasilnya adalah pelaku teroris yang sering kali kita lihat di tipi karena tertangkap, ternyata pelakunya kebanyakan adalah orang-orang dari kota-kota kecil atau dusun-dusun dari seluruh pelosok negeri ini bukan ?. Yang rela menjadi martir dengan tausiyah bergaransi surga, yang “lupa” berpikir kenapa pemberi tausiyah tidak ingin pergi ke surga bersamanya.
Itulah hebatnya agama, bisa menjadikan rahmat atau menjadi bencana, tergantung siapa yang menyebarkannya.
Jadi sebetulnya TIDAK ADA YANG SALAH TERHADAP AGAMANYA ITU SENDIRI.
Kalau aku yakin- kamu yakin - dia yakin, bahwa agamanya  adalah ajaran TUHANnya, maka tidak perlu lagi dipertentangkan, bukankah itu sama dengan kita mempertentangkan TUHAN yang sama hanya karena sebutan yang berbeda ?
Kalau kita tidak saling mencampuri urusan agama yang berbeda, mungkin kehidupan antar umat beragama akan damai dan menyenangkan.
Tapi ketika ada penceramah yang masuk ke kitab suci orang lain, lalu meng-kafirkan-nya walau didepan umat–nya sendiri, itulah bibit awal “api dalam sekam”, karena persaudaraan yang tulus dalam wadah Satu Bangsa Indonesia hanya dipermukaan saja.
Supaya lebih mudah dipahami, sebelumnya saya minta maaf memberikan contoh, kalau kurang berkenan untuk paragraf ini, boleh diusulkan untuk dihapus.
Ketika tausiyah memberikan contoh agama lain menyembah berhala tanpa memahami filosofi makna yang sesungguhnya, agama yang lainpun mengatakan - bukankah Ka’bah juga batu ?  Maaf, sekali lagi maaf, begitulah ilustrasi kalau kita saling mencampuri urusan dalam agama lain, bukan persaudaraan yang kita dapat tapi malah permusuhan.
Itulah sebabnya, marilah kita ber-etika dengan tidak masuk kewilayah lain dalam berceramah. Apapun agama Anda !.

Khusus mengenai agama Islam dan Kristen, kedua agama ini sangat dekat, dan percayalah bahwa keduanya adalah ajaran TUHAN, bukankah isi dari kedua kitabnya sebagian besar adalah sama ?  Kalau umatnya saling mencela, bukankah sama dengan tidak mempercayai punya sendiri ? Dan bukankah tidak elok, menjelekkan sesama ajaran TUHAN ?
Ayolah kita hidup dalam damai, karena memang damai itu indah. Dan itu bisa terjadi kalau kita tidak mengungkit kejelekan yang lain, dan sekaligus tidak menciptakan pemaksaan dengan kekerasan, dengan dalih apapun juga, termasuk peminjaman kata JIHAD.
Menurut pendapat saya, agama yang benar pemahamannya adalah tidak menganjurkan kekerasan, permusuhan, pertengkaran, penghujatan, apalagi menjadi teroris, itulah sebabnya hati-hati kalau ada penceramah yang menganjurkan hal tsb, jangan-jangan itu adalah aliran agama TUHAN tapi disesatkan.

Cobalah kita pikir, kalau dalam agama untuk mencuri saja tidak boleh, apapun dalihnya kalau melakukan perampokan ( Swalayan / Pom bensin / ATM / Toko Mas dll ) pastilah itu penyesatan kebenaran bukan ?  Jadi ternyata beragama bukan hanya asal mengikuti imam, tapi juga harus berlogika kebenaran. APAPUN AGAMA ANDA.
Sejatinya agama itu bukan untuk dibanding-bandingkan, diperdebatkan apa lagi dipertentangkan, tapi untuk dihayati dan diamalkan ( itulah sebabnya artikel ini akan segera saya akhiri - red ), atau kalau mau satu kata yang paling pas adalah di-imani.
Karena meng-imani itu punya konotasi yang sangat dalam sekali, bahkan mungin merupakan intisari dari ajaran agama itu sendiri.
.
.
Wassallam,
.
kompasiana, Agustus 2013
By. SPMC SW
—————————————–
TUJUAN Artikel ini
Ingin melihat dan merasakan nikmatnya kerukunan antar umat beragama di negeri INDONESIA tercinta ini, sesuai dengan semboyannya BHINNEKA TUNGGAL IKA.
—-
Selamat merayakan Idul Fitri 1434 H.
Pada hari yang fitri ini, mohon segala kesalahan saya dimaafkan.
Minal ‘Aidin wal-Faizin
(SW)
——————————————-
.
“Kasihan” TERORIS !
.
———————————–
.
TUNGGANGI KUDA-mu jangan TUNGGANGI AGAMA-mu
.
———————————————

Friday, August 2, 2013

Jokowi ( & Ahok ) TELANJANGI Politisi


( Image source : irfanwineers.worpress.com )


Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini adalah ERA-nya JOKOWI dan AHOK, kedua tokoh tsb sedang mewabah di seluruh pelosok Nusantara. Betul-betul wabah yang menyenangkan, mereka begitu menaruh harapan untuk perubahan INDONESIA menjadi lebih baik. Sungguh luar biasa perasaan ini, belum pernah saya lihat dan rasakan fenomena ini, LUAR BIASA . . . .
Ketika banyak tokoh menghambat laju fenomena mereka berdua ( JOKOWI & AHOK ), berbagai macam cara dan strategi digunakan, dari cara yang halus, licik, kasar, mengancam, adu-domba dengan partainya, adu-domba antar kedua tokoh itu sendiri,  menjatuhkan citra, SARA, dan seribu satu macam cara lain yang akan terus diwacanakan, ditebarkan, dilakukan, digosipkan !!

Coba kita amati, tidak sedikit tokoh tokoh yang sepertinya terhormat juga ikut melakukannya.
Ada yang berdalih memberi penilaian sebagai warga negara, ada yang berdalih mengapresiasinya, ada juga yang mengikat dengan menonjolkan kebaikan Pak Jokowi, tapi buntut-nya semua satu tujuan, “(supaya) jangan sampai Jokowi maju jadi CAPRES !!” Bahkan konon dari mereka, termasuk ada Profesor ya ?.
Terus belakangan dengar juga Komnas HAM ikutan nimbrung masalah PKL Tanah Abang.
Sungguh, saya sebagai rakyat jelata merasa trenyuh . . .  jadi ingat yang pernah saya tulis dalam artikel di lapak ini juga
.
Gue mang EGOIS !  Masalah buat lo ?
.
Bener juga apa yang pernah saya baca berpuluh tahun yang lalu, dibukunya DALE CARNEGIE samar-samar ingat menuliskan bahwa “sakit gigiku jauh lebih penting dari pada kelaparan di Afrika” ( maaf doeloe Afrika itu konotasi banyak warganya yang kelaparan ).
Selain saya, ternyata begitu banyaknya manusia egois di Indonesia ini, atau jangan-jangan begitulah sifat dasar manusia ?, EGOIS !.
Herannya ada yang akan membersihkan negeri dari koruptor, kenapa seolah-olah berusaha dihalangi ?
Saya curiga para tokoh yang mencegah Jokowi jadi CAPRES tsb lebih mementingkan dirinya atau yang membayarnya dari pada Negaranya atau Bangsanya !! Luar biasa, tapi kali ini luar biasa yang menyedihkan.

Atau . . .  jangan-jangan mereka bagian dari yang akan menjadi korban pembersihan itu sendiri . . . oup . . . . Maaf !!
Jadi teringat artikel saya yang lain dalam judul :
.
AYO JADI KORUPTOR TERHORMAT  ~ MAU ?
.
Betapa tidak menyedihkan, mereka semua sepertinya lebih senang menggadaikan idealisme-nya, atau . . . jangan-jangan memang mereka hanya meng-idealisme-kan kekayaan dari pada kejujuran dan kehormatan ?  Maaf kalau begitu ! Hehehe
Kenapa para tokoh itu tidak memiliki rasa sensitif untuk melihat kedalam diri sendiri, dengan mengecam, menghambat, dan menilai negatif Jokowi atau Ahok ? Apakah mereka sendiri sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dari Jokowi / Ahok untuk negeri ini ?
Banyak sekali yang mempertanyakan prestasi dari Jokowi dan Ahok, walaupun sebetulnya bukan tepat mempertanyakan, tapi lebih ketidak mau mengakui, atau jangan-jangan terselip rasa iri yang tidak disadari menerbitkan rasa dengki, dan hal tsb juga bisa melanda siapa saja bukan ? Termasuk saya dan Anda, juga tokoh-tokoh berpendidikan tinggi sekalipun.
Hello para tokoh yang punya “ujung akhir” tidak menginginkan Jokowi jadi CAPRES atau yang kebakaran jenggot karena takut Ahok jadi Gubernur bahkan mungkin jadi CAWAPRES, apapun argumentasi yang Anda kemukakan, saya sebagai salah satu warga bangsa mau mengingatkan, bahwa bisa jadi yang Anda sekalian argumentasikan atau Anda pertanyakan, mungkin benar.
Tapi yang diinginkan rakyat, bukan kebenaran pertanyaan atau argumentasi Anda sekalian yang sangat terhormat, rakyat hanya butuh pemimpin yang JUJUR - MEMBUMI - Dan TIDAK TERBELENGGU Sejarah KELAM tentang dinya. ( Jangan meng-ada-ada, tentu saja yang dimaksud bukan orang bloon ya ! )
Sungguh hanya itu yang dibutuhkan rakyat, lalu pertanyaannya . . . bagaimana dengan calon-calon yang rancananya akan Anda jagokan ??
Apakah kriteria itu ada pada mereka ?
Mungkin Anda akan beragumentasi tentang keputusan pengadilan, membuktikan bahwa si X tidak pernah dihukum, si Y tidak pernah dinyatakan salah oleh pengadilan, dst dst . . .
Kita tidak berdebat disitu . . . . tapi percayalah “tidak ada asap kalau tidak ada yang terbakar”.
Di pengadilan, dari era Orde Baru s/d sekarang banyak tokoh yang bahkan tidak terbukti bersalah ketika menghadapi tuduhan KKN bukan ?  Melenggang bebas dan hidup terhormat hingga kini ( maaf, kalau masih belum almarhum maksud saya ).
Yakinkah kita semua bahwa memang sejatinya mereka tidak terlibat, atau hanya kena gosip saja ?, mengingat korupsi sudah merasuki disemua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini, bahkan KKN juga terjadi pada institusi penegak keadilan itu sendiri ?!
Ketika Nazarudin “berkicau” bahwa begitu banyaknya tokoh yang disebut terlibat korupsi, saya percaya banyak rakyat tidak terkejut, dan mempercayainya, termasuk saya.
Susah bro/sis, mengarang cerita seperti itu, apalagi ceritanya konsisten. Kalau toh hukum tidak bisa menjeratnya, itu karena memang korupsinya canggih, berjamaah, dan tidak se-apes Nazarudin saja. Tapi percayalah, dinegeri ini sudah sangat susah cari orang jujur, karena konon orang jujur justru susah hidupnya.
Coba bayangkan kalau Jokowi atau Ahok punya sejarah kelam, kalian semua pasti sudah melumatnya, karena  ”sangat takut” akan menggagalkan jagoan Anda bukan ?

Jadi ingat artikel saya yang lain lagi :
.
JOKOWI Bikin BANGKRUT-nya Politikus Rakus
.
Ketika beberapa waktu yang lalu Jokowi digosipkan intens bertemu dengan ketua partai tertentu untuk di minta mendampingi sebagai CAWAPRES, rakyat membacanya ( saya salah satunya ), ini adalah gosip jebakan yang bersayap, pertama Jokowi biar berantem dengan orang-orang separtainya sendiri.
Kedua, pancingan apakah mungkin Jokowi mau jadi CAWAPRESnya ?
Dan ketika kemarin dulu saya lihat acara perbincangan di JAK-TV, ada tokoh dari partai yang mengaku menjodohkan pasangan pemimpin DKI sekarang ini, beliau menyatakan waktu itu Jokowi berjanji akan menuntaskan tugas sebagai gubernur sampai tuntas. Dan juga seperti ritual klasik banyak tokoh yang lain, ybs sangat yakin Jokowi akan menepati janjinya, karena Jokowi adalah seorang yang bukan type plin-plan ( sori saya lupa detailnya ).
Jadi intinya mengutarakan sifat heroik dan sekaligus “mengalungkan rantai” supaya Jokowi tidak bisa maju jadi CAPRES. Bukan main !

Saya bukan tidak percaya bahwa ybs ketemu Jokowi, tapi sungguh itu sesuatu yang BLUNDER, tokoh dari partai yang sama, sebelumnya melempar gosip kalau Jokowi secara intens ketemu dengan ketua partainya, mengharapkan Jokowi jadi CAWAPRESnya, kemudian melempar tanggung jawab ksatria supaya tetap jadi gubernur menepati janjinya ?!
Apakah kalau jadi CAWAPRES boleh tidak melepaskan jabatan gubernur ?
Menyedihkan . . . menurut saya konsep yang menelanjangi diri sendiri.

Kalau toh Jokowi maju jadi CAPRES, saya sangat percaya peristiwanya juga mirip ketika maju jadi CAGUB, di-TUGAS-kan oleh PARTAI, dan demi kemaslahatan yang lebih besar.  Bukankah JAKARTA juga bagian dari INDONESIA ?
Cobalah jujur terhadap diri sendiri, apa motivasi kita bertujuan menghalangi ?
Kalau bukan karena takut kalah, kenapa tidak membiarkan maju dan berkompetisi dengan ksatria saja ?
Atau menghalangi dengan cara apapun juga termasuk bagian dari kompetisi yang ksatria ?  Kalau begitu maafkan saya ternyata telah ngelantur panjang sekali . . . . Tapi maaf tetap saya upload karena sudah terlanjur selesai juga . . . Hehehe . . .
( Semoga semua tokoh selalu ingat untuk tidak meng-adu-domba rakyat dan tidak ada lagi yang terbelenggu SARA. )

.
.
Wassallam,
blogspot, Agustus 2013
By. SPMC SW

——————————————
Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan, saya hanya rakyat yang sangat ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik. Dan hanya bertujuan mengritik untuk kabaikan bersama sebagai satu Bangsa INDONESIA.
——————————————

Thursday, August 1, 2013

JOKOWI~AHOK Korban SUNATAN Tipi



( Image Source : dakwatuna.com )

.

Tipi itu punya pengaruh yang luar biasa, banyak sekali yang mengatakan begitu, saya pikir semuanya mungkin setuju.

Seandainya semua tipi di Indonesia maksud saya, mempunyai tekad idealis untuk ikut membangun moral bangsa yang baik sebagaimana mestinya, pastinya bangsa ini akan lebih cepat sejajar dengan bangsa-bangsa dinegara maju.

Karena kalau saya amati, rasanya hampir semua pemberitaan tipi itu cenderung ingin membuat suasana menjadi "gaduh", mungkinkah itu kaidah jurnalis tipi berita yang tidak saya pahami ?.
Karena dengan ke-gaduh-an akan menarik perhatian banyak pemirsa, dan banyaknya pemirsa manaikkan RATING !!  Sungguh kreativitas jalan pintas yang dangkal, kurang bijaksana dan menyesatkan.

Coba kita amati, berita tentang 'penggusuran' waduk pluit beberapa waktu lalu, semuanya memberitakan tentang "seolah-olah" pemerintah sedang menindas 'rakyat kecil', ini jelas pembelajaran yang kurang baik.
Kalau dihitung persentase pemberitaan ttg penggusuran waduk pluit oleh suatu tipi, paling-paling hanya sedikit sekali dikupas ( bahkan hanya sepintas ! ) yang ME-NANYA-KAN ttg status kepemilikan tanah yang ditinggali oleh warga tsb.

Menurut saya, seharusnya pemberitaan tidak cenderung membela yang sana atau yang sini, tapi seharusnya mengungkap kebenaran suatu masalah, sehingga berguna untuk kebaikan keseluruhan Bangsa ini pada masa mendatang.

Jika memang mau, lebih bagus tipi mengadakan investigasi, kanapa warga bisa tinggal disitu kalau memang tanah yang ditinggali tersebut adalah seharusnya sebagai waduk ?.
Kalau semua tipi membela rakyat penghuni yang terkena gusur, dan mengesampingkan kebenaran yang semestinya, bukankah itu namanya "menjerumuskan" ?. Atau "menyesatkan" ?

Menurut perasaan saya, kasus 'seperti' Waduk Pluit sudah sangat sering kali terjadi, dan akibatnya ya seperti sekarang ini, dan juga akan terus terjadi berulang-ulang . . . .
Apa lagi kalau ada tokoh yang mengatakan . . . . "ya udah lah ini kejadian masa lalu" . . . . .
Yang artinya engga usah ribut-ribut diusut : kenapa mereka bisa tinggal disitu ~ siapa yang mengijinkan ~ siapa yang mengambil keuntungan ?
Enak bener pelakunya . . . .

Begitu juga dengan penggusuran dikawasan yang bersangkutan dengan kereta api, banyak juga mahasiswa yang membantu dengan cara demo menolak penggusuran.
Manambah suasana jadi rancu.
Tapi . . . harusnya mahasiswa cerdas dalam membela yang lemah, tidak hanya asal demo, pelajari dulu duduk masalah yang sebenarnya, apakah yang dibela itu benar atau salah ?
Karena kalau mahasiswa membantu rakyat kecil dalam kebenaran, pastinya rakyat yang lain juga akan mendukung. Jadi maksud saya, semestinya mahasiswa harus bisa memilah mana yang bener-bener BENER, dan mana yang bener-bener SALAH.
Seperti contohnya peristiwa Gerakan REFORMASI yang mengganti pemerintahan Orde Baru, bukankah hal tersebut juga didukung oleh masyarakat ?

Belakangan yang lagi heboh masalah PKL Tanah Abang, banyak sekali pemberitaan yang simpang siur dan cenderung sangat panas, saya curiga itu semua juga sumbangan oleh pemberitaan tipi-tipi yang ada, cara mereka menyumbang panas-nya situasi adalah dengan melakukan "penyunatan" tayangan.
Mereka sepertinya dengan sengaja menampilkan potongan rekaman-rekaman pembicaraan, sehingga seolah-olah tokoh tersebut melakukan diskriminasi atau pernyataan yang kontroversial, supaya menyinggung tokoh-tokoh lain, dan lalu tokoh lain tsb dimintai tanggapannya oleh wartawan, sementara tokoh tsb hanya dapat sepenggal berita yang "sepertinya" memang menghujat/menyinggungnya, dan tentu saja kita sudah dapat menerka ybs akan memberikan tanggapan apa.
Sungguh tidak mencerahkan rekayasa semacam itu, mengorbankan ketentraman hanya untuk membuat heboh yang direkayasa sedemikian halusnya pemberitaan oleh tipi.

Menurut pengamatan saya itulah yang terjadi pada tokoh JOKOWI dan apalagi AHOK yang memang terkenal dengan pernyataan-pernyataan blak-blak'annya !! 
JADI KORBAN REKAYASA.

Semoga tokoh-tokoh tsb waspada, dan  para pembuat berita tersadarkan bahwa kehebohan yang dibuat akan menghambat Indonesia menjadi lebih baik.

Kalau kita semua ingin Indonesia maju, ketertiban adalah mutlak !.
Dan kalau menyangkut publik, ketegasan sangat diperlukan.
Kalau tidak ada ketegasan, rasanya akan sangat sulit membuat kehidupan bersama menjadi tertib.
Itulah sebabnya sangat dibutuhkan ketegasan dan keadilan dalam pelasanaan hukum !!
Hukum harus tetap dijaga wibawanya, supaya tidak terlindas oleh Hukum Rimba, dan itu adalah tugas POLRI untuk menegakkannya dengan TEGAS dan ADIL, dan semoga tidak tergadaikan . . . . .

.
Wassallam,

blogspot, Agustus 2013

By. SPMC SW

===================
Begitulah pengamatan saya, mohon maaf kalau tendensius, dan pastinya "salah" menurut awak tipi, tapi bagaimana menurut penilaian pembaca ? Mohon pencerahannya
===================

Monday, July 29, 2013

Tunggangi Kuda-mu Jangan "Tunggangi" Agama-mu



    ( Image source : id-wal.com )
.

Kataku, agamaku nomor satu
Katamu, agamamu nomor satu
Katanya, agamanya nomor satu
Jadi agama siapa nomor dua ?
Aku bilang agamaku paling rasional
Kamu bilang agamamu paling sempurna
Dia bilang agamanya paling benar
Jadi agama siapa yang salah ?
Apanya lagi yang harus diributkan ?
Apakah kita harus bertikai atas nama kebaikan ?
Ataukah kita harus bermusuhan atas nama agama ?
Saling membenci . . . padahal diminta saling mengasihi
Ketika ada tokoh diluar agama-mu ikut kompetisi
Kamu bilang kitab suci melarang menjadikan orang kafir sebagai “pemimpin”
Ketika ada tokoh wanita se-agama-mu ikut kompetisi
Kamu bilang wanita tidak boleh menjadi “imam”
Aku jadi bingung mana sebetulnya yang benar ?
Kanapa tidak kita diskusikan kebenaran yang sama ?
Kenapa kebenaran hanya boleh mengikutimu ?
Sementara agamanya tidak berbeda
Aku takut kita salah memahami agama
Atau kita sengaja membelokkan makna
Layakkah korbankan agama demi politik?
Pemimpin politik bukan pemimpin agama dan “imam” tidak ada dalam politik
Maka sebaiknya . . . .  .
Demi kemaslahatan bersama
Dan tidak membelokkan agama
TUNGGANGI KUDA-mu jangan TUNGGANGI AGAMA-mu
Bukankah agama adalah jalan menuju Tuhan ?
Setahuku Tuhan tidak berpolitik terhadapmu
Maka sadarlah saudaraku
Jangan gunakan agama tuk berpolitikmu
Sebenarnya itu hanya akan menistakan
Ketika kau bajak ayat-ayat suci demi politikmu
Tuk meraih ambisi kemenanganmu
Padahal menjerumuskanmu  juga pengikutmu
Kemenangan politik hanyalah sementara
Kenapa kau tukar dengan kemenangan berhadiah surga ?
Atau kau tidak mempercayai-NYA
Jadikan agama topeng belaka
.
.
kompasiana, Juli 2013
By. SPMC SW
—————————————-
Mohon maaf kalau tidak berkenan.
=========================


Friday, July 26, 2013

COPAS Mujizat, Intimidasi & Kesenangan


( Image source : dhgate.com )


Bagi pengguna BB ( BlackBerry ), adakah dari kalian yang tidak pernah melakukan CP ?  Saya termasuk sangat sering.
Malah sering ada semacam surat berantai didalam BBM, isinya ancaman atau janji mujizat yang akan diterima jika menyebarkan terkadang sangat tidak masuk akal, walau saya sangat heran kenapa bisa ada orang yang mau mengirim ulang BBM semacam itu, nyatanya saya sering menerima hal itu, saya tidak pernah melanjutkan untuk CP yang diminta tsb, tapi belakangan saya punya jawaban untuk pengirimnya, dan inipun juga saya dapat dari "copas" di BBM,  begini isinya ( abaikan kalau dah tau, dan maaf kalau ternyata malah Anda yang bikin :D ) :

Friends, kalo ada temenmu yg BC tentang:
-BBM pending...
-DP gak bisa diganti...
-Harus BC ke semua kontak...
-Supaya dapat mujizat . . .
-Kalau gak BC, kontakmu akan hilang atau BBM kamu akan diblokir, bahkan mati total.
-Dll

Jangan marahi dia...
Jangan ejek dia...
Tapi peluk dia...
Pegang tangannya...
Tatap matanya penuh kasih sayang...
Dan bisikan dengan lembut...

WONG nDESOOOO!!!!! :p =)) =D.  :E>        ....*run* *run* *run*.... Kabuuuuurrrr.

------------------------

Sebenernya isi BBM banyak sekali yang lucu, kreatif, menyentuh, informatif, bo'ong, gosip, olok-olok, motivasi, renungan,  dll.
Dan terus terang, saya suka heran dari mana asal muasalnya  ?  Karena kebanyakan tulisan-tulisan pendek tsb tidak ada penulisnya. Malah seringnya dapat cerita yang sama dari group yang berbeda, itu juga bukti bahwa artikel tsb muternya bukan main cepat dan luasnya.

Bagaimana komentar Anda tentang COPAS di BBM ? Karena menurut saya sepertinya sudah sangat umum dan rasanya juga engga merasa berdosa.
Jangan-jangan begitu juga perasaan para koruptor di Indonesia, karena sudah sangat biasanya . . . jadi sudah merasa itu adalah sesuatu yang jamak hehehehe .  .  .   . Atau malah dulu-duluan seperti kalau mau copas cerita lucu/menarik yang baru diterima . . .?

Begitulah sedikit cerita tentang COPAS, dan akhirnya saya sertakan hasil CP yang sudah beberapa tahun lalu saya terima, silahkan membaca bagi yang mungkin blom pernah menerima atau refresh bagi yang dah lupa,


KARAKTER PENGUNA     BB

1.Model :
 ganti pic tiap 5 menit

2.Buronan :
 ganti nama tiap 10 menit

3. @L4Y :
nama di profil pake simbol2 sampe susah dicarinya!

4.Romeo&Juliet : statusnya cinta2 melulu

5.Reporter :
hobinya broadcast message

6.Teroris :
 suka BM berita menyeramkan (contoh : sebarkan pesan ini kalo tidak nanti kmu akan dapat musibah,blablabla)

7.Religius :
suka mendoakan dan kirm kata2 bijak via BBM

8.Seleb :
ganti status tiap 5 menit

9.J‎ ablay:
suka BM ping ato test contact!!! (Ngarep bgt dibalas)

10.Dis-orientasi:
 suka bikin status tdk pd tempatnya. (Ga bs bedain apa? Mana kolom nama, mana kolom status?!#:-s )

11. Anteng:
ga prnh ganti status, ga prnh ganti poto, apa Lg BM, (mungkin jg ga
ngerti cara  ввм™ X_X)

12. Plagiat:
Suka niru2 poto orang laen
(Jiplak aje kerjaan nya)

13. Haus perhatian:
Statusnya suka ganti-ganti apa maunya, apa perasaannya, lagi galau lah, sebel-lah, girang lah, bahkan mau mandi juga ditulis, dll yang ngga guna bagi orang lain >:O

Dan yang paling parah and ngebetein adalah type yg terakhir ini nih :

14. War:
Sukanya nyaing2in poto n status temen2 nya, pokoknya slalu gak mao kalah.
hmmmm.....Cuaee uehh ‎ ‎ ‎ (⌣_____⌣ =-?)

Bagi yg ngerasa.. Silakan bertobat...

--------------------------------------

╋╋ム┣┫ム╋╋ム ┣┫ム╋╋ム┣┫ム=))◦°˚°◦‎=))нɑɑ◦°˚°◦‎



Wassallam,

kompasiana, Juli 2013
By SPMC SW + hasil copas frm BBM

-----------------------------------------------

Tuesday, July 23, 2013

BASUKI, Selain KRISTEN, CINA Lu !


( Image source : jakarta-baru.blogspot.com )

Sungguh sangat ironi memang, banyak para pemerhati  mengatakan negara ini jadi seperti sekarang karena banyaknya anak bangsa yang kurang pendidikan, sementara kita sering kali lupa memperhatikan bahwa negara ini menjadi kacau balau “JUSTRU” dikarenakan oleh mereka yang lebih banyak mendapat pendidikan !!
Itulah yang pernah saya tulis dalam artikel saya yang lain dalam judul :
KUGADAIKAN CINTANYA ( Maafkan aku anak-anakku )
Ditambah banyaknya tokoh yang memberi contoh “kebodohan”, semakin nyatalah bahwa Bangsa ini menuju kegagalan, terutama kegagalan membentuk MORAL yang baik sebagai manusia. Dan itu menuju kearah perjalanan yang mengerikan, dimana pertikaian antar kampung terjadi, pembunuhan - pembakaran - mutilasi - pemerkosaan - perampokan - pelaku bom bunuh diri - teroris - ringannya hukuman terhadap koruptor/bandar narkoba, dan masih banyak lagi yang sangat memprihatinkan terjadi dinegeri ini . . .   .   sungguh perjalanan Moral Bangsa yang mengenaskan. Bahkan ketika ada pemerkosaan ‘masal’ terhadap warga negara, negara sepertinya tidak berdaya, sungguh memilukan.
Betapa dengan mudahnya kita sebagai sesama manusia saling mencelakakan, terutama kalau berbeda agama, dan bahkan gawatnya, sesama agama-pun belakangan ini juga terjadi, kita tidak mau hidup berdampingan dengan sesama manusia - se-agama, hanya karena tidak sama sekte/aliran-nya. Sungguh mengerikan. Dan yang lebih mengerikannya adalah “APA / BAGAIMANA PENYELESAIANNYA ?”
Sebelumnya saya mohon maaf, apakah itu semua bukan karena pemahaman terhadap AGAMA kita yang salah ?
Mungkin kita salah memahami, sehingga semua kejadian mengerikan itu banyak terjadi di negeri ini, bahkan ngenesnya condong dianggap hal yang biasa saja.
Dan sebetulnya perjalanan MORAL bangsa yang mengerikan ini penyimpangannya sudah terjadi sangat lama, karena memang begitulah MORAL manusia terbentuk.
Contoh yang paling gamblang adalah maraknya korupsi di negeri ini, korupsi sudah dianggap sesuatu yang lumrah, engga ada yang malu lagi melakukannya. Bahkan tidak sedikit Profesor yang juga terpidana karena korupsi !
Dengan begitu banyaknya rumah ibadah ada, bukankah pemahaman terhadap AGAMA sejatinya akan menciptakan akhlakul karimah (segala sifat atau perbuatan yang baik), tapi kalau itu tidak terjadi, itulah yang saya kawatirkan salahnya pemahaman kita terhadap AGAMA.
Waktu itu, ketika pilkada akan berlangsung, ada tokoh yang menghujat tokoh lain karena terutama tidak se-iman, dan juga ‘non pribumi’.
Lalu . . . apa yang kita lakukan terhadap tokoh tsb ? Sudah dapat di tebak, tidak akan terjadi apa-apa. Begitu juga dengan berjuta peristiwa yang ber-akar masalah dari agama, entah itu pencetusnya, atau karena pelakunya, pokoknya kalau semua pelakunya yang ber-identik kuat dengan agama tertentu, pasti dapat ditebak akan berakhir dengan
“berlalu bagitu saja” alias sang waktu yang diberi tugas untuk melupakannya.

Dan luar biasanya . . .   tidak ada yang mempermasalahkannya . . .  . kecuali pihak yang dirugikan dan itupun bisa juga ditebak karena agamanya berbeda.


Atau kalau toh ada tindakan, paling “himbauan” dan maksimal “kecaman”, dan yang lebih serunya lagi, khabarnya yang meng-himbau/me-ngecam malah dituduh 'pecundang' oleh yang dikecam, bukan main kayak pantun bersambut, tradisi mana itu ya ? ( Minang bukan ?). Tadinya saya pikir akan berkelanjutan seperti istilah tradisinya orang betawi “lu jual - gue beli”, tapi malah saya dengar argumentasi pembelanya “. . .  .   . kita lihat saja rakyat sudah marah . . .   . “.       Lho . . . kok malah senang adu domba rakyat ??  Logika apa lagi ini Bang ?
Kalau menurut saya, itu semua terjadi karena penegakan keadilan ( UU ) bukan atas dasar salah atau benar, tapi sudah tercemar oleh berbagai macam kepentingan, terutamanya sogokan atau unsur agama didalamnya. 

Belakangan banyak digunjingkan  tentang jabatan Gubernur Jakarta, apa yang terjadi kalau Pak Jokowi jadi Presiden ?   Ada banyak praduga khawatir, karena otomatis wakil gubernur menggantikan posisinya, karena terutama wagubnya adalah “BASUKI, Selain KRISTEN, CINA Lu !”
Ada juga sih yang menolak karena wagub-nya dianggap kasar, bahkan dihujat seperti preman.
Tapi sesungguhnya jika Ahok jadi Gubernur juga apa salahnya ? “Gaya”-nya memang seperti kurang wise, tapi . . . Coba kalau kita telisik lebih dalam . . . . Jangan-jangan yang tidak suka adalah mereka-mereka yang sesungguhnya salah memahami Agamanya, atau “kurang bersih” kalau tidak boleh dibilang “sangat diuntungkan” ketika engga ada pejabat yang mau memberantas kebobrok’an.
Jadi . . . sebelum kita tereak menolak atau tidak suka, cobalah kita tanya kedalam diri sendiri, untuk siapa kita membela, kenapa kita menolak, adakah UU yang dilanggarnya ? Atau jangan-jangan ada unsur SARA yang membelenggu kita ?
Ada juga yang mengaitkan dengan penanganan  waduk pluit, bantaran kali, rusun, PKL dan lain-lain . . . kebetulan yang terkena kebanyakan orang kecil, dan kita memang suka iba melihatnya.
Tapi sebaiknya jangan dilihat orang besar atau orang kecil, orang miskin atau orang kaya, kebenaran adalah kebenaran - kesalahan adalah kesalahan . . . Jangan karena terhadap orang kecil maka kesalahannya harus dimaklumkan, begitu juga sebaliknya.
Karena menurut saya, UU harus ditegakkan, bila perlu atau memang seharusnya, dengan TEGAS dan ADIL !!
Saya garansi 1000 % peraturan tidak mungkin berhasil kalau penegakkannya dengan himbauan atau kecaman !!

Dalam artikel saya sudah banyak saya tuliskan tentang hal ini.


Apakah Singapura akan berhasil kalau penegakkannya peraturan dengan himbauan ??
Ayolah lihat dari sudut positifnya, atau setidaknya melihat dari sudut benar dan salah jangan ada pertimbangan embel-embel yang lain !!
Konon khabarnya, kalau di Amerika KTP warganya tidak dicantumkan AGAMA, tapi kalau disini ada yang mengusulkan begitu, terlebih setelah
diberlakukannya E-KTP yang katanya sangat akurat dan tidak memungkinkan adanya KTP ganda, pejabatnya yang berwenang tidak setuju, dengan ilustrasi karena kalau terjadi meninggalnya warga tsb yang tidak diketahui keluarganya, akan terjadi kesalahan penanganan secara agama yang seharusnya.
Bagaimana menurut Anda ? Sepintas seperinya masuk akal, tapi dijaman informasi seperti sekarang ini rasanya lucu argumentasi itu. Kalau KTP-nya ada dan katanya canggih tsb, apa susahnya menghubungi keluarganya atau kalau terpaksa menghubungi tetangganya dengan data dari KTP tsb ?
Begitulah yang terjadi, terkadang kita suka memaksakan kebenaran, padahal kebenaran yang dimaksudkan adalah bukan kebenaran yang mutlak benar . .  .   .

Wassallam,

blogspot, Juli 2013

By. SPMC SW.

———————————————————
Manusia tidak terluput dari kesalahan, mohon maaf kalau isi artikel ini tidak berkenan, karena saya sejatinya tidak membenci agama apapun, tapi saya sangat mengharap kebaikan yang dapat kita lakukan sebagai manusia, terlebih lagi kita di INDONESIA dengan BHINNEKA TUNGGAL IKA-nya.
Judul diambil dari kekhawatiran yang "mungkin" terpendam pada orang-orang yang menolaknya.  Atau usul saya, kenapa engga diminta ke partainya supaya Ahok dijadikan CAWAPRES saja, supaya tidak jadi Gubernur . . .  .  hahaha .
——————————————————–

Sunday, July 21, 2013

SUNGGUH, TIDAK PERLU KEAJAIBAN UNTUK MELIHAT KEAJAIBAN !


( Image source : facebook.com )


Waktu di pesta mingguan, kami duduk dibangku hampir belakang, waktu itu Sabtu sore dan mendung memang menggelantung, itulah sebabnya kami ingat ’sedia payung sebelum hujan’.
Dan ketika pesta kira-kira kurang dari sepuluh menit akan berakhir, titik-titik air ‘besar’ langsung berjatuhan, terjadi gerimis tapi airnya besar-besar, kemudian langsung hujan deras dimulai.
Beberapa menit kemudian saya lihat seorang Bapak masuk sambil membawa payung, tempat duduknya hanya diseberang kanan saya sebaris lebih kedepan, dan saya bisa jelas melihat keadaannya, kepala - baju sampai sepatunya terlihat  basah semua.   Kiranya Bapak tersebut habis lari mengambil payung dimobilnya, dan memang masuk akal kalau dilihat masih gelapnya mendung yang mengkhawatikan hujan deras akan berlangsung cukup lama. Karena ternyata Bapak tsb datangnya bersama istri dan anaknya umur kira-kira 8 tahun. Pengorbanan yang layak, Cinta keluarga !
Bubaran pesta biasanya ‘dimulai’ setelah pemimpin perjamuan pesta mengatakan “Marilah pergi ! Kita diutus”.
Dan waktu bubaran tiba, walau langit masih sangat gelap karena mendung sangat menggelayut, tapi sungguh tidak ada hujan yang turun seperti ± 10 menit sebelumnya.  Sungguh menggelikan kalau ingat Bapak yang tadi basah kuyub.
Ajaib, ternyata seisi gedung hanya Bapak tersebut yang kehujanan hehehehe . . . .
Itulah keajaiban atau teguran karena meninggalkan pesta yang tidak seharusnya ?   Untuk mereka yang tidak percaya keajaiban, mereka menyebutnya “kebetulan”, dan apapun itu namanya, memang masih banyak sekali terjadi disekitar kita.
Ketika bencana tsunami Aceh terjadi, juga terjadi beberapa “kebetulan” yang menyertainya, kebetulan sedang keluar kota, kebetulan tidak bisa pulang karena halangan, kebetulan ditugaskan, dan lain-lain yang intinya adalah menyelamatkan kehidupan.
Ataupun sebaliknya, kebetulan berkunjung, kebetulan berhalangan bepergian, dan lain-lain yang menyebabkan kematian.
Begitu juga dibalik peristiwa-peristiwa yang lainnya, teguran dan keajaiban masih banyak sekali terjadi.
Begitulah . . .   .    .
—————————————
Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini, bahkan untuk mereka yang ‘peka’,  TUHAN telah memberikan ’sign’ sebelum segala sesuatunya terjadi. Berbahagialah mereka yang dapat menangkap sign tsb dan menyiapkan diri untuk menyambutnya.
—————————————
Wassallam,
kompasiana, Juli 2013
By. SPMC SW
—————————————————